• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt

by Admin
14 Mei 2026
in Opini
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Tokoh-Tokoh Ba’alwi Tidak Masuk Pengurus PBNU 2026-2031

“Laknat Allah, Malaikat, dan Manusia”: Telaah atas Pemaknaan Hadis dalam Polemik Nasab Ba Alwi

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

Menyelaraskan Genetika dan Kitab Suci: Jejak DNA Neanderthal dan Denisovan Pada Manusia Modern

Mendiagnosa NU

JAKARTA – Sebuah analogi menarik muncul dalam diskusi hangat mengenai polemik nasab di Indonesia. Rocky Al-Ma’arif Syam yang akrab disapa Gus Rocky, seorang akademisi dan kandidat doktor yang kini tengah menempuh studi di Inggris, menyamakan momentum bersuratnya Kiai Imaduddin Utsman Albantani kepada Presiden Prabowo Subianto dengan peristiwa bersejarah antara fisikawan Albert Einstein dan Presiden Amerika Serikat, Franklin D. Roosevelt.

Dalam diskusi daring melalui kanal Padasuka TV (13/05/2026), Gus Rocky menilai bahwa surat yang dikirimkan Kiai Imaduddin bukan sekadar korespondensi biasa, melainkan sebuah peringatan strategis bagi kedaulatan sejarah dan nasionalisme bangsa.

Gus Rocky menjelaskan bahwa sejarah mencatat Einstein pernah menyurati Presiden Roosevelt untuk memperingatkan adanya ancaman besar berupa pengembangan teknologi nuklir oleh Nazi Jerman. Surat tersebut kemudian memicu lahirnya Manhattan Project yang mengubah arah sejarah dunia.

“Saya berimajinasi Kiai Imad ini seperti Einstein yang mengingatkan Presiden bahwa ada proyek penggelapan sejarah, proyek infiltrasi, dan manipulasi yang kelihatannya remeh di akar rumput, tetapi sebetulnya ini sisa-sisa kolonialisme yang belum selesai,” ujar Gus Rocky.

Menurutnya, klaim-klaim nasab yang tidak terverifikasi secara ilmiah dan penguasaan narasi sejarah oleh klan tertentu merupakan bentuk “infiltrasi” yang dapat mengancam memori kolektif bangsa Indonesia.

Lebih lanjut, Gus Rocky memandang bahwa langkah Kiai Imad sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang dikenal memiliki retorika anti-Nekolim (Neokolonialisme-Imperialisme). Ia menyebut gerakan ini sebagai The Epistemological Project of the Islamic Third Worldism.

“Bung Karno adalah figur antikolonial di eranya, dan sekarang Pak Prabowo membawa semangat anti-Nekolim. Kiai Imad hadir untuk menarasikan ulang sejarah Islam Indonesia yang selama ini mungkin terdistorsi oleh kepentingan diaspora tertentu di masa lalu,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa selama ini ada manipulasi sejarah melalui soft power media yang mengesankan bahwa kemerdekaan Indonesia seolah-olah didominasi oleh peran klan tertentu, padahal catatan sejarah resmi seperti keanggotaan BPUPKI dan PPKI menunjukkan fakta yang berbeda.

Melihat urgensi dari riset ilmiah Kiai Imad yang menggabungkan kajian filologi dengan sains DNA, Gus Rocky mendorong pemerintah untuk mengambil langkah nyata. Ia bahkan mengusulkan agar Kiai Imad diberikan peran strategis untuk memimpin penulisan ulang sejarah Islam Nusantara.

“Surat Kiai Imad harus ditanggapi secara strategis. Jika dulu Einstein memantik Manhattan Project, maka surat Kiai Imad ini harus mendorong Prabowo’s Project on Renarrating Indonesian Islamic History,” tegasnya.

Penutup diskusi tersebut menggarisbawahi bahwa perlawanan Kiai Imad terhadap hegemoni nasab bukan sekadar masalah silsilah, melainkan upaya besar untuk memulihkan martabat sejarah bangsa Indonesia agar tidak lagi terjebak dalam aristokrasi agama yang bersifat rasis dan diskriminatif.

ShareTweetShare
Previous Post

DR. Saleh Basyari: Bung Karno Nasionalisasi Aset Ekonomi, Kiai Imad Nasionalisasi Sosial-Keagamaan

Next Post

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi bin Yahya

Related Posts

Tokoh-Tokoh Ba’alwi Tidak Masuk Pengurus PBNU 2026-2031

1 Oktober 2026
208

“Laknat Allah, Malaikat, dan Manusia”: Telaah atas Pemaknaan Hadis dalam Polemik Nasab Ba Alwi

16 September 2026
116

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

10 September 2026
129

Menyelaraskan Genetika dan Kitab Suci: Jejak DNA Neanderthal dan Denisovan Pada Manusia Modern

7 September 2026
504

Mendiagnosa NU

4 September 2026
52

Kiai Imad Menerima Titipan Mushaf Al-Qur’an Era Kekaisaran Utsmaniyah dari Gus Hakam Tambakberas

29 Agustus 2026
203

Peluk Sayang Untuk Gus Yahya dan Nahdliyin Kultural: Muktamar 35 Jombang

28 Agustus 2026
332

Istana dan Bisyarah: Dinamika Kepemimpinan K.H. Miftahul Akhyar dan Gus Yahya Jelang Muktamar Ke-35

25 Agustus 2026
68

Maa Adrakamal Ulama: Menjaga Kualitas “Nisbat” Kiai dan Pengurus di Tengah Zaman Fitnah[1]

19 Agustus 2026
101

GUS KIKIN MONCER, PROF NAZAR TERJEGAL GERAKAN PENGARUS-UTAMAAN SANAD LOKAL

17 Agustus 2026
115
Next Post

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi bin Yahya

Paling Banyak Dilihat

Berita

Pesantren Afiliasi NU di Bogor Disegel, KH Imaduddin: Gaya PKI Semacam Itu Harus ditindak Aparat

by Admin
3 Oktober 2026
168

BOGOR — Penyegelan Pondok Pesantren Darun Naim di Kabupaten Bogor yang mengidientifikasi diri sebagai bagian dari ormas Nahdlatul Ulama (NU)...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Pesantren Afiliasi NU di Bogor Disegel, KH Imaduddin: Gaya PKI Semacam Itu Harus ditindak Aparat

Tokoh-Tokoh Ba’alwi Tidak Masuk Pengurus PBNU 2026-2031

Resmi, Ini Struktur Lengkap PBNU Masa Khidmah 2026–2031

BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

Kitab Al-Syajarah Al-Thayyibah, Kitab Terbaru Karya K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani

Kiai Hasan Sahal Gontor, Kiai Keturunan Sunan Gunung Jati Yang Sedang Viral: Kiai Palsu, Santri Palsu, Pesantren Palsu

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.1k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.2k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25