Oleh: Didin Syahbudin
Penulis dan peneliti sejarah Islam, Imaduddin Utsman Al-Bantani, menerbitkan buku terbaru berjudul Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer. Buku setebal 108 halaman yang diterbitkan oleh Nahdlatul Ulum Banten pada Mei 2026 ini mengangkat kajian kritis mengenai tokoh Sayid Usman bin Yahya dengan pendekatan historiografi berbasis sumber primer.
Dalam buku tersebut, penulis menelusuri berbagai dokumen sejarah, surat-menyurat kolonial, laporan Christiaan Snouck Hurgronje, serta karya-karya sezaman untuk menguji berbagai narasi yang berkembang tentang peran Usman bin Yahya di masa Hindia Belanda. Penulis berargumen bahwa kajian sejarah harus dibangun di atas bukti primer dan verifikasi ilmiah, bukan sekadar narasi yang berulang tanpa dukungan dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut KH Imaduddin, buku ini hadir sebagai kontribusi bagi pengembangan sejarah kritis di Indonesia. Ia menyoroti pentingnya membedakan antara hagiografi yang bersifat pengagungan tokoh dan historiografi yang berbasis fakta serta sumber sezaman. Selain membahas Usman bin Yahya, buku ini juga mengulas posisi sosial-politik klan Ba’alwi di Nusantara berdasarkan sejumlah arsip dan penelitian sejarah yang menjadi rujukan penulis.
Buku Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer diterbitkan oleh Nahdlatul Ulum Banten dan ditujukan untuk kalangan akademisi, peneliti, mahasiswa, serta masyarakat yang memiliki perhatian terhadap kajian sejarah Islam dan historiografi Indonesia. Penulis berharap karya tersebut dapat memperkaya diskursus ilmiah sekaligus mendorong budaya kritis dalam membaca klaim-klaim sejarah yang berkembang di ruang publik.
Berikut buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer”: