• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Kena Virus Radikalisme Dan Terorisme, Pasti Jadi Goblok Mendadak atau Botol

by Admin
5 September 2023
in Opini
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Penulis : Nurul Azizah

Hati-hati di Indonesia ini terus dan terus ada orang-orang yang tidak suka dengan pemimpin negeri ini. Atau bahkan menolak Pancasila sebagai dasar negara.

Mereka ingin negeri ini hancur, ingin mengganti negeri yang damai menjadi negeri yang kacau. Kemiskinan ada dimana-mana, kebodohan merajalela, hancur kotanya hancur budayanya bahkan hancur peradabannya.

Virus radikalisme, intoleransi, dan terorisme terus dipupuk oleh oknum kelompok khilafah bani cingkrang cadar. Menurut Brigjen Pol. R Ahmad Nurwahid, M.M. Direktur Pencegahan BNPT RI, “bahwa virus yang berakar dari ideologi yang bisa memapar siapa saja, tidak melihat suku, ras, agama, tidak melihat profesi, bahkan tidak melihat kadar intelektualitas seseorang. Seorang Jendral, Profesor, kalau kena virus ini akan goblok mendadak.”

Baca Juga

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

Radikalisme merupakan gerakan (paham) yang dibuat oleh sekelompok orang yang menginginkan perubahan dari tatanan yang sudah ada.

Radikalisme telah menjadi lahan subur dengan ditandai munculnya kelompok dari paham baru termasuk paham agama yang mengatasnamakan Islam radikal.

Paham radikalisme dilakukan oleh kelompok ekstrimis yang berfikiran tertutup. Kelompok ini hanya patuh pada perintah guru dan kelompoknya, serta menutup diri dari masyarakat umum.

Di Indonesia gerakan radikalisme lebih pada permasalahan gerakan yang ingin mengubah ideologi negara. Tujuan utama dari gerakan radikalisme sejatinya ingin mengganti kekuasaan negara dengan cara menggulingkan pemerintahan dan politik yang sah.

Di Indonesia negaranya damai, walau banyak perbedaan, baik suku, agama, ras, dan lain-lain tidak ada masalah. Paham radikalisme diajarkan oleh kelompok radikal intoleransi di Indonesia. Mereka berkedok agama. Apalagi penduduk Indonesia mayoritas pemeluk Islam, mereka menyebarkan ajaran Islam radikal.

Pelaku radikalisme membentur benturkan agama dengan tujuan politik. Kalau orang sudah terpapar dengan paham radikalisme, maka munculah terorisme dengan mengatasnamakan jihad melawan kedzoliman.

Hati-hati saja untuk semua warga negara Indonesia. Paham radikalisme dan terorisme di Indonesia semata-mata ingin memperjuangkan berdirinya negara Islam Indonesia atau negara khilafah.

Indonesia sudah punya dasar negara Pancasila. Dasar negara ini diambil dari sendi-sendi kehidupan nenek moyang kita. Hidup gotong royong, rukun berdampingan dengan masyarakat yang multi etnis dan beragam agama. Kehidupan yang mengedepankan toleransi beragama dan saling menjaga kerukunan untuk kokohnya persatuan dan kesatuan negara.

Tidak ada pecah belah, saling menghina keyakinan beragama. Melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.

Kalau ada virus radikalisme, intoleransi dan terorisme seharusnya segera diatasi, dengan diingatkan kembali bahwa Dasar Negara Indonesia adalah Pancasila. Pahami sila demi sila dalam Pancasila. Ke-5 sila dalam Pancasila sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Mengapa di Indonesia marak dengan paham radikalisme dan terorisme? Ya karena di Indonesia mulai ada pengajian-pengajian dengan label “hijrah” kemudian “kembali ke sunnah” yang dibawa kelompok Wahabi Salafi. Kelompok ini menganut mazhab pemikiran Muhammad bin Abdul Wahab. Kelompok ikhwanul muslimin yang lebih dikenal dengan PKS. Kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang ingin mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi khilafah. Dan tentu banyak lagi kelompok radikalisme lainnya seperti FPI, NII, JAD, JI, ISIS dan lain-lain chile leaders-nya.

Bahayanya virus radikalisme dan terorisme sangat fatal bagi perkembangan otak manusia. Karena radikalisme dan terorisme muncul dari respon rasa frustasi dan pemberontakan. Hal ini bisa terjadi kalau seseorang salah memilih guru ngaji dan ikut pengajian dari ustad radikal intoleransi.

Orang yang sudah tercuci otaknya memahami agama secara kaku, sempit dan tekstual tanpa memahami konsep agama dari sumber lain.

Orang yang sudah kena faham radikalisme tiba-tiba menjadi bodoh atau goblok secara mendadak. Walaupun gelar doktor profesor sekalipun kalau sudah kecuci otaknya dengan paham radikalisme dan terorisme pasti otaknya jadi BOTOL alias bodoh dan tolol. Kayak zombi ke mana-mana alam pikirannya digerakkan oleh orang lain atau ustad guru ngajinya.

Wahai semua komponen anak bangsa berhati-hatilah dalam memilih guru ngaji. Ikutlah guru ngaji dengan kultur Nahdlatul Ulama atau kiai NU. Insya Allah kiai dan ulama NU sanad keilmuannya tidak diragukan lagi. Mereka memiliki guru yang langsung terhubung dengan Kanjeng Nabi. Kanjeng Nabi Muhammad SAW pembawa ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin.

Nurul Azizah, penulis buku ‘Muslimat NU Militan Untuk NKRI, minat hub 0851-0388-3445

ShareTweetShare
Previous Post

Mustahil Para Habaib Itu Bernasab Kepada Nabi Muhammad SAW

Next Post

Sepucuk Surat Cinta Untuk Rumail Abbas

Related Posts

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
9

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

20 Oktober 2026
52

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
125

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

15 Oktober 2026
56

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

14 Oktober 2026
93

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
404

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

13 Oktober 2026
77

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

9 Oktober 2026
67

Tokoh-Tokoh Ba’alwi Tidak Masuk Pengurus PBNU 2026-2031

1 Oktober 2026
265

“Laknat Allah, Malaikat, dan Manusia”: Telaah atas Pemaknaan Hadis dalam Polemik Nasab Ba Alwi

16 September 2026
147
Next Post

Sepucuk Surat Cinta Untuk Rumail Abbas

Paling Banyak Dilihat

Berita

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

by Admin
25 Oktober 2026
9

Penulis: Rifky Zulkarnaen J. Baswara Mukadimah Tulisan ini penulis tujukan khususnya kepada para pejabat  yang memiliki sedikit waktu untuk melakukan...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Fakta Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.3k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25