• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home KH Imaduddin al Bantani

Sepucuk Surat Cinta Untuk Rumail Abbas

by Admin
6 September 2023
in KH Imaduddin al Bantani, Kisah, Opini, Tokoh
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

Tedi Isyaratkan Ada Reshuffle Kabinet, Kiai Imad Usul Presiden Copot Nusron Terkait Korupsi Kuota Haji

Gus Rumail menyatakan dalam suatu kesempatan diskusi yang viral di Medsos, bahwa pendudukan Belanda di Indonesia adalah suatu pemerintahan yang sah. Ketika Habib Utsman bin Yahya bekerja untuk Belanda, maka ia hanya sebagai “PNS” biasa yang bekerja kepada pemerintahan yang sah. Ia tidak bisa disebut pengkhianat. Rumail juga mempertanyakan usaha-usaha kemerdekaan para pahlawan yang berjuang melawan Belanda di masa lalu. “Masih cukupkah alasan kita untuk memperjuangkan Indonesia, apa yang kita perjuangkan? Kemerdekaan. keKemerdekaan seperti apa?, Tanya Rumail. “Kemerdekaan di masa lalu seperti apa? sangat abu-abu”.

Ia juga, dalam kesempatan yang sama menyatakan: Sukarno itu tidak sehebat yang orang kira. Ia nampak hebat, hanya karena dikelilingi oleh orang yang bodoh yang tidak bisa membaca. “Kita melihat orang yang melawan VOC itu pahlawan, tapi bagi orang dimasa lalu mungin berbeda”, tegas Rumail. Pemberontakan para pejuang di masa lalu itu, misal untuk berperang dan membakar pendopo Belanda, menurut Rumail, dilakukan orang-orang bodoh yang diakalin orang lain.

Itulah paradigma berpikir Rumail Abbas dalam memandang Bangsa Indonesia dan para pahlawannya di masa lalu. Pandangan seorang keturunan imigran Yaman. Dalam suatu waktu, Ia menegaskan kepada penulis, bahwa ia berasal dari sebuah klan di Yaman. Ketika mendengar ungkapan-ungkapan Rumail itu, penulis bertanya dalam hati, apakah paradigma berpikir seperti itulah yang dimiliki keturunan imigran yaman hari ini?, atau ia hanya paradigma berpikir kebanyakan imigran Yaman di masa penjajahan, yang sisa-sisa paradigma berpikir itu masih diwarisi, diantaranya, oleh Rumail?, semoga semuanya salah. Karena kalau tidak, hari ini, mereka akan mengahadapi penulis dan seluruh putra-putri Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Karena bagi kami, Indonesia ini adalah tanah pusaka. Tanah warisan leluhur yang telah dijaga dan dirawat dengan cinta. Untuk mereka para leluhur di masa lalu, dan untuk keturunannya kami di hari ini.

Wahai saudaraku, Rumail: setiap pikiran, keringat dan air mata Sukarno dan kawan-kawan di masanya itu, bagi kami adalah “mesin penggerak” dari bahan bakar yang telah ada terpendam dalam dada setiap bangsa Indoneisa untuk memperjuangkan kemerdekaan. Sukarno, bagi kami, bukan orang biasa diantara orang-orang yang bodoh. Ia adalah sosok yang ditakdirkan Tuhan untuk merangkai semangat yang telah ada, dan menyulamnya menjadi perjuangan yang nyata. Sehingga kami, Bangsa Indonesia lalu merdeka. Kami suka cita, kami bahagia, kami merdeka.

Di hari bahagia kami, tanggal 17 Agustus 1945, mungkin ada yang menderita. Yaitu mereka, yang selama mereka tinggal di Indonesia, mengabdi kepada Belanda. Mereka khawatir, Bangsa Indonesia akan membalas dendam. Tidak, wahai saudaraku. Kami bukan bangsa pendendam. Kami bangsa Indonesia diajari akhlak mulia, budi pekerti yang luhur.

Kami Putra Samudera Pasai yang bijaksana; kami Putra Sriwijaya yang berperadaban; kami Putra Melayu yang santun yang tak kan hilang di bumi; kami Putra Pagaruyung yang bersendi adat, adat bersendi syara’; kami Putra Batak yang berkata apa adanya namun hati kami jernih sejernih air di Danau Toba; kami Putra Sekala Brak yang berbudi pekerti; kami Putra Kutai Martadipura yang berbudaya; kami Putra Luwu yang gagah perkasa dan baik hati; kami Putra Loloda yang pemberani dan tiada iri dengki; kami Putra Papua yang perkasa dan manis senyumnya; kami Putra Nusa Tenggara yang berwibawa; kami Putra Bali yang asri dan punya harga diri; kami Putra Majapahit yang mempersatukan nusantara dengan cinta; kami Putra Pajajaran yang silih asih, silih asuh dan silih wawangi.

Yang kami ingin hanya merdeka. Kami jaga, kami rawat dan kami kelola sendiri tanah, air, hutan dan udara warisan leluhur kami. Indonesia ini harta kami. Apa yang salah dari perjuangan orang yang menjaga harta bendanya. Nabi Muhammad Saw-pun menyatakan: siapa yang mati karena membela hartanya maka ia mati dalam keadaan syahid.

Wahai Saudaraku, engkau katakan: Pemerintahan Belanda ketika merampas tanah kami adalah pemerintahan yang sah. Jika rumahmu dirampas orang lain, lalu ia menguasai rumahmu, apakah ia lalu menjadi pemilik yang sah? Bagi perampas itu, dan antek-anteknya yang mendapat bagian harta dari rumah rampasan itu, mungkin akan mengatakan itu sah. Tapi tidak bagi dirimu pemilik rumah itu. Perampas itu adalah orang zalim yang wajib diusir dan dilawan, bila perlu dibunuh.

Pemilik rumah Indonesia ini adalah kami, wahai saudaraku. Kami nyatakan sekeras-kerasnya pernyataan, bahwa “Pemerintahan Belanda dan penjajah lainnya adalah tidak sah. Wajib diperangi. Wajib diusir”. Dan semua orang yang membela dan membantu Belanda ketika itu adalah penghianat, apapun alasannya. Dan yang dilakukan oleh leluhur kami di masa lalu, adalah perjuangan yang sah; mereka membakar pendopo Belanda itu tidak berdosa, dan mendapat pahala yang tiada tara; yang dilakukan leluhur kami di Surabaya, membunuh Malabi adalah jihad, berpahala surga. Dan itupula yang akan kami lakukan.

Jika hari ini, atau masa yang akan datang, ada orang-orang yang akan mengusik ke-Indonesia-an kami. Kami putra-putri Indonesia, dari sabang sampai Merauke, tidak akan tinggal diam. Ini janji kami. Untuk semua itu, kami akan korbankan apapun sebagaimana leluhur kami mengorbankan segalanya untuk kami hari ini. Seperti engkau mewarisi paradigama berpikirmu seperti di atas, begitu juga kami, mewarisi jiwa ksatria leluhur kami itu.

Setiap bangsa lain, yang hari ini hidup ditengah-tengah kami dengan sopan santun dan akhlakul karimah, akan kami jaga, akan kami lindungi, akan kami berikan kesempatan bereksistensi sesuai prestasinya dalam kehidupan, tetap dengan penuh sopan-santun dan jangan mengkerdilakan perjuangan leluhur kami, jangan mengusik kenusantaraan kami, peradaban kami yang luhur. Kami telah sepakat, dari Aceh sampai Papua, untuk ber-indonesia selama-lamanya; dalam suka dan duka; dalam segala keragaman kami. Bantu kami menjaga itu semua itu, wahai saudaraku, selama-lamanya.

Penulis: Imaduddin utsman al-Bantani
Editor: Didin Syahbudin

Tags: ba alawiBa Alwibahar bin smithbin yahyabudaya nusantraDzuriyyahDzuriyyah Nabihabaibhabibhaluhanif alatasHRSisnad palsuKeturunan Nabiketurunan palsuKeturunan Rasulullahmakammakam palsumanuskripNasabnasab palsupemalsuan nasabpemalsuan silsilahpembelokan sejarahpembongkaran makamRasulRasulullah SAWrekomendasi kepada negararumail abbasrungkadsanad ilmusejarah keratonSilsilah Habibsilsilah nasabsitus budayasumodiningrattest DNAthoha bin yahyaUbaidUbaidillahulamautsman bin yahya
ShareTweetShare
Previous Post

Kena Virus Radikalisme Dan Terorisme, Pasti Jadi Goblok Mendadak atau Botol

Next Post

Menakar Moral Ilmiah Klan Ba Alawi

Related Posts

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

25 April 2026
42

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

22 April 2026
124

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

21 April 2026
46

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

18 April 2026
58

Tedi Isyaratkan Ada Reshuffle Kabinet, Kiai Imad Usul Presiden Copot Nusron Terkait Korupsi Kuota Haji

10 April 2026
91

Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

9 April 2026
70

Muktamar NU 2026 and The Art of Letting Go

7 April 2026
40

Kisah Sahabat yang Shalatnya Harus Diulang Berkali-kali atas Perintah Rasulallah ﷺ

26 Maret 2026
70

Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas

24 Maret 2026
621

Beruntungnya Orang yang Saling Memaafkan di Hari Raya Idul Fitri

21 Maret 2026
40
Next Post

Menakar Moral Ilmiah Klan Ba Alawi

Paling Banyak Dilihat

KH Imaduddin al Bantani

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

by Admin
25 April 2026
42

Pada tanggal 21 April 2026, Riziq Syihab membuat sebuah video yang menjelaskan silsilah keluarganya dengan judul “Pemaparan Silsilah Keluarga Datuk...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
70.8k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.9k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.3k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25