• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Kenapa Tesis Kyai Imad disenangi oleh NU Kultural?

by Admin
6 Juni 2024
in Opini
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

Oleh: Ahmad Suhadi

Tesis pada dasarnya ialah karya tulis ilmiah yang isinya memaparkan secara ilmiah yaitu logis dan sistematis suatu bahasan atau serangkaian gagasan yang merupakan hasil kajian berdasarkan fakta yang disampaikan secara akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.

Sejak hampir dua tahun lalu ada seorang kyai dari Banten yang sangat produktif menulis kitab dari mulai tulisan tentang sejarah, ilmu nahwu, ilmu shorof, ilmu bilaghoh, ilmu fiqih, ilmu Mantiq dan sebagainnya, sekitar hampir 30an kitab yang ia tulis dan karang baik dengan menggunakan bahasa Arab maupun berbahasa Indonesia. Bahkan yang sangat penomenal dan sangat menghebohkan saat ini yaitu terkait tentang nasab Ba’Alwi, yang katanya munqothi’un mardudun (terputus dan tertolak).

Menyoal tulisan kyai Imadudin tentang Nasab akhir-akhir ini yang dikatakannya tidak tersambung kepada Rosulullah SAW menjadi pemantik diskusi hingga debat antara yang pro Ba’Alwi dan yang kontra Ba’Alwi. Diskusi tentang nasab sering terjadi diruang-ruang publik, kejadian diskusi nasab malah sering terjadi di warung kopi hingga kampus perguruan tinggi, semua itu menjadi penomena penyebab hiruk kikuknya diskusi di ruang publik yang sangat mencerahkan.

Diskusi dan perdebatan diranah publik tentang nasab seakan-akan muncul akibat tesisnya kyai Imadudin, bahkan beliau difitnah sebagai pemecah belah. Kalau mereka sadar atas apa yang terjadi selama ini bahkan jauh sebelum munculnya tesis kyai Imadudin pasti akan sadar, betapa bahayanya doktrin cinta untuk sebuah faham ta’asubiyah yang bisa merusak tatanan peradaban Islam dimasa akan datang.

Penelitian nasab Ba’Alwi bukan karena kyai Imadudin dan pendukungnya benci kepada klan ba’lawi yang sering di panggil habib, atau ada keingin mengambil alih ruang dakwah mereka ditengah masyarakat, akan tetapi karena bermunculan akhir-akhir ini banyak penomena gelar habib digunakan sebagai klaim kalau mereka adalah sebagai dzuriyah Rosulullah yang paling shoheh, yang dimanfaatkan untuk Dawir atau berkeliling ketengah masyarakat melakukan pemalakan dari mulai memalak materi hingga istri yang telah bersuami.

Perilaku yang kurang baik dari klan ba’Alwi yang dawir di zaman sekarang, dan berdakwah untuk mendoktrin umat demi kepentingan kelompok mereka, maka sangat perlu dilakukan penelitian secara komprehensif dengan metodologi ilmu nasab, ilmu sejarah, ilmu pilologi dan diperkuat oleh sains modern demi mencari kebenaran nasab mereka; sebenarnya mereka keturunan siapa, dari mana mereka berasal, dan budaya siapa yang mereka gunakan?.

Maka dengan munculnya kyai Imadudin merupakan representasi kyai kampung, pemimpin pesantren asal kampung yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di akar rumput, sebagai intelektual muda, produktif, penulis kitab. Beliau mencoba melakukan menelitian keberadaan klan Ba’Alawi dengan tesisnya agar masyarakat Indonesia khususnya, bisa tercerahkan dan tidak melulu dijadikan objek kepentingan.

Cuma Ironisnya, gerakan pemikiran untuk mendobrak kebekuan berpikir dan pembodohan umat secara masif mulai ada yang membendung. Padahal sejak mulai muncul pemahaman bahwa pintu ijtihad telah tertutup, pemahaman agama yang terlalu tekstualis, mudah menyesatkan dan mengkafirkan orang lain yang berbeda pemikiran, hingga terlalu berlebihan mengkultuskan sosok seseorang yang dihormati. Sejatinya dengan munculnya diskursus nasab kebekuan berpikir harus mulai dicairkan bukan karena faktor ada unsur benci atau tidak benci, suka atau tidak suka, tapi hal ini sebagai gerakan ilmu dalam melakukan perubahan moral dan gerakan spiritual terhadap klan Ba’Alwi dan juga kelompok selain klan Ba’Alwi yang menjadi penyebab matinya sikap kritis akibat malas mikir.

Harus diketahui oleh semua pihak, bahwa pemikiran kyai Imadudin dan kawan-kawan yang mendukung beliau adalah sebagai bentuk untuk membendung kecongkakan dari kebodohan klan Ba’Alwi sendiri yang selama ini telah banyak memanfaatkan masyarakat sebagai objek kepentingan pribadi, kepentingan politik, hingga kepentingan merubah budaya bangsa. Tapi anehnya, masih saja ada masyarakat yang mengikuti mereka yang dikatakan sebagai Muhibbinnya(pecinta) klan Ba’Alwi, bahkan secara masif mereka melakukan perlawanan gerakan masyarakat arus bawah. Bahkan bisa dibilang upaya membendung gerakan perlawanan kaum intelektual di Grassroots yang dikomandoi kyai Imadudin dan kawan-kawan.

Membendung gerakan masyarakat arus bawah ini ada indikasi dilakukan oleh sebagian oknum elit pengurus NU struktural sendiri, padahal struktural punya beban tanggungjawab besar untuk jadi penengah bahkan jika diperlukan sebagai motor penggerak kebangkitan kaum intelektual dikalangan Nahdliyin. Menjadi sebuah kewajaran seharusnya NU struktural bisa menjaga warganya agar tidak menjadi korban kerusakan doktrin kejumudan dari pihak manapun, yang hal itu menjadi peluang besar terjadi penyimpangan ajaran aqidah ahlussunah waljamaah annahdliyah yang di gagas oleh para muasis NU.

Rasanya tidak berlebihan, jika gerakan pemikiran dan gerakan spiritual untuk menghidupkan kembali semangat dakwah Walisongo dan penelusuran ulang sejarah bangsa, sebagai bentuk perlawanan terhadap Ba’Alwi jumlahnya makin hari terus bertambah sehingga sulit untuk dibendung. Bisa dikatakan bertambahnya dukungan masyarakat terhadap tesis kyai Imadudin adalah gerakan NU Kultural yang sudah cukup lama terpendam. Masyarakat akar rumput merasa senang dan gembira ada orang yang mampu menjadi penggerak pemikiran dalam melawan kedzoliman yang mengatasnamakan doktrin agama dan kesucian nama Rosulullah SAW.

Tags: nu kulturalpolemik nasabtesis kiai imadtesis nasab
ShareTweetShare
Previous Post

الانوار المندورية في وجوب الحذر للمزورين في الانساب الهاشمية

Next Post

Tesis Nasab, Tuduhan Wahabi dan Posisi Kita

Related Posts

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

26 Oktober 2026
17

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
25

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

20 Oktober 2026
54

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
130

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

15 Oktober 2026
61

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

14 Oktober 2026
95

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
410

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

13 Oktober 2026
79

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

9 Oktober 2026
67

Tokoh-Tokoh Ba’alwi Tidak Masuk Pengurus PBNU 2026-2031

1 Oktober 2026
266
Next Post

Tesis Nasab, Tuduhan Wahabi dan Posisi Kita

Paling Banyak Dilihat

Opini

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

by Admin
26 Oktober 2026
17

Oleh: Ubaidillah Tamam Munji (Dosen UIN Walisongo Semarang dan Pengasuh Pesantren As Shuffah_Rembang) Dalam tulisan ini, saya ingin menjelaskan klaim...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Fakta Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.3k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25