• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Santri Hikmah

Khususiat Sang Nabi

by Admin
17 Oktober 2023
in Hikmah, Opini, Pesantren, Santri
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Hamdan Suhaemi

Kenapa kita perlu merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, bahkan sebisa mungkin memeriahkan perayaan tersebut. Ini soal perasaan cinta pada sang purnama alam itu, ini soal perasaan rindu pada sang nurul alam itu, dan ini soal perasaan memuliakan pada sayyidi waladi Adam tersebut. Tanpa dalil pun, tidak sama sekali ada larangan untuk merayakan kecintaan padanya itu.

Dalam diri Nabi Muhammad SAW memiliki khususiat yang membedakannya atas manusia lainnya, dan atas para rasul selainnya. Muhammad SAW diutus bukan sekedar untuk kaumnya, bukan hanya untuk bangsanya, bukan pula untuk Arab semata, tetapi Muhammad SAW diutus untuk seluruh alam semesta, untuk seluruh bangsa jin dan manusia. Ia adalah rahmatan lil’alamin.

Apa saja khususiat Sang Nabi tersebut, diantaranya adalah “khotamu al-Anbiyai wa al-Rusuli” bahwa Nabi Muhammad SAW itu penutup para nabi dan rasul. Maka tidak ada nabi dan rosul setelah Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga

Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

Tantangan Muktamar NU ke-35: Masukan dan Harapan Untuk Ketua PWNU dan PCNU

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

عن عبدالله بن عمرو بن العاص قال صلى الله عليه وسلم ” أنا محمد النبي الأمي لا نبي بعدي أوتيت جوامع الكلم و خواتمه “

Artinya: dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash bahwa Rasulullah SAW telah bersabda “Aku Muhammad adalah Nabi yang ummi (tidak bisa menulis dan membaca) tidak ada nabi setelah aku, apa yang diturunkan untukku adalah seluruh kalam dan pamungkasnya”. (H.R. Imam Ahmad).

Khususiat Nabi yang berikutnya adalah “tafdliluhu ala al-Anbiyai wa al-Mursalin wa al -Kholaiqi” keutamaan Nabi Muhammad SAW diatas para nabi, para rosul, dan seluruh makhluk sejagad raya. Sungguh kemuliaan ini sulit tertandingi oleh siapapun dan kekuatan manapun dari makhluk sejak Nabi Adam hidup hingga akhir dunia nanti. Karena itu mencintai kemuliaannya, selalu berdasarkan ketulusan hati, dari dasar itulah ekspresi kecintaan nampak kita lihat pada momentum tertentu seperti merayakan maulid Nabi, merayakan maulid Nabi Muhammad SAW sama artinya meresapi secara ekpresif kemuliaannya. Sebab Nabi SAW adalah tauladan yang bagus (Uswatun hasanah).

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: و انا أكرم الأولين و الآخرين على الله و لا فخر

Artinya: “dan aku adalah yang paling mulia dari orang-orang terdahulu dan orang-orang di kemudian menurut Allah, dan tidak ada yang mengungguli”. (H.R. Imam Tirmidzi).

Kemudian khususiat Nabi itu, adalah “Umumu risalatihi ilaa al-Jinni wa al-Insi wa al-‘Arobi wa al-‘Ajami”, bahwa seluruh risalahmya untuk bangsa jin, bangsa manusia, untuk bangsa Arab dan bangsa selain Arab.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم
وكان النبي يبعث إلى قومه خاصة وبعثت إلى الناس عامة .

Artinya: setiap nabi diutus untuk kaumnya secara khusus, sedangkan aku diutus untuk manusia seluruhnya. (H.R. Imam Bukhori dan Muslim).

Khususiat yang terakhir adalah “Ja’lu ummatihi Khoira al-Umami”. Khususiat ini yang kemudian menempel pada diri umatnya yang menurut Allah SWT adalah umat yang terbaik, posisi umat terbaik dari seluruh umat manusia yang pernah hidup sejak Nabi Adam hingga berakhirnya dunia. Tak habis-habisnya rasanya untuk memuliakan dan mencintai sang Nabi akhir zaman tersebut. Sebab ini dalil yang sesungguhnya, yakni dalil cinta pada sang Nabi.

Akhir kata, bahwa merayakan Maulid Nabi adalah ungkapan cinta dari umatnya untuk Sang Musthofa (nabi pilihan), sekali lagi tidak perlu dalil untuk sebuah penghormatan, kecintaan dan kerinduan.

Editor: Didin Syahbudin

ShareTweetShare
Previous Post

Begini Cara Alawi Bin Tahir Al-Haddad Mempertahankan Nasab Ba Alawi

Next Post

Bahaya Wahabisme Bagi Indonesia

Related Posts

Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

13 Agustus 2026
43

Tantangan Muktamar NU ke-35: Masukan dan Harapan Untuk Ketua PWNU dan PCNU

12 Agustus 2026
40

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

2 Agustus 2026
307

Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia

2 Agustus 2026
68

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

20 Juli 2026
83

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

16 Juli 2026
163

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

16 Juli 2026
293

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

6 Juli 2026
190

Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara

29 Juni 2026
145

Penjabaran Psikologis: Festival Su’ul Khotimah Klan Habib Baalwi dan Muhibbinnya

24 Juni 2026
125
Next Post

Bahaya Wahabisme Bagi Indonesia

Paling Banyak Dilihat

Opini

Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

by Admin
13 Agustus 2026
43

Penulis: Rifky Zulkarnaen J. Baswara Tanggal 13 Juli 2024 penulis telah menguraikan permasalahan penggunaan diksi ‘habib’ yang saat itu banyak...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

Tantangan Muktamar NU ke-35: Masukan dan Harapan Untuk Ketua PWNU dan PCNU

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia

جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

Telah Terbit Buku Kiai Imad 1000 Halaman Lebih: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.6k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.1k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.6k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25