• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Kiai Tersandera Media Online

Ada kekhawatiran di benak saya ketika Ustadz yang rajin mengajar santri atau pelajar tidak fokus akibat matanya sering melototin info WA group.

by Admin
26 Januari 2022
in Opini
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Kiai Hamdan Suhaemi

Tulisan ini sekedar guyon, tidak perlu ditanggapi serius atau marah. Ini juga bukan menyinggung dan menghina seseorang, tetapi refleksi atas kesaharian kita yang tak bisa lepas dari menggenggam HP dan mata kita fokus padanya. Entah penting atau tidak yang jelas WA, Facebook, Twitter, Instagram lebih sering ditengok dari pada mushaf, dari pada kitab kuning, apalagi nengok buku.

Ini sekedar tulisan sederhana dan tak berbobot. Karena ingin menjawab kegelisahan saya yang merayapi jiwa. Kenapa hidup jadi begini, mengapa orang itu seperti itu?, Pertanyaan gelisah yang perlu dijawab dengan tulisan. Sebagaimana biasanya, saya ingin tulisan ini tidak tengah menyinggung orang. Sebab orang itu juga bisa jadi diri saya ini, intinya berlaku ibda’ bi nafsik.

Fakta bahwa sekarang tengah memasuki era digital, semuanya berbasis online itu tidak bisa kita bantah, kalangan tua, muda hingga bocah usia 3 tahun kita lihatnya sudah maniak pada smartphone. Keseharian yang terlihat tidak saja tinggal di kota, tetapi di pojok kampung pun hal ini sudah lumrah kita temukan, bahkan tukang angon kambing saja mainannya Hp.

Kita beranjak memasuki kehidupan yang berbasis online ini, itu artinya segala sesuatu serba digital. Gambaran kehidupan baru kita ini adalah terkenal dengan era 4.0 atau masyarakat 4.0. Pada society 4.0 atau yang lebih dikenal dengan industri 4.0, manusia baru mengenal teknologi, keterbukaan informasi dan kemudahan mendapat informasi adalah dampak positif dari era tersebut, sisi lain yang negatif ada kebebasan akses informasi tanpa tersaring, hingga memicu konflik pribadi antar pribadi atau pada kelompok tertentu, akibat informasi bohong atau hoax. Bahkan cenderung berisi fitnahan dan kebencian yang dilanggengkan melalui hoax.

Baca Juga

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

Menyelaraskan Genetika dan Kitab Suci: Jejak DNA Neanderthal dan Denisovan Pada Manusia Modern

Mendiagnosa NU

Kiai Imad Menerima Titipan Mushaf Al-Qur’an Era Kekaisaran Utsmaniyah dari Gus Hakam Tambakberas

Peluk Sayang Untuk Gus Yahya dan Nahdliyin Kultural: Muktamar 35 Jombang

Foto hanyalah ilustrasi dan sudah diijinkan

Seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat, pemanfaatan teknologi mulai ditingkatkan perannya dalam kehidupan manusia dan era society 5.0 adalah zaman dimana teknologi sangat dekat dengan kehidupan manusia.

Masyarakat 5.0 adalah masa depan baru umat manusia dengan pemanfaatan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan. Desa adalah ujung tombak kesuksesan era 5.0 yang harus dimulai dari bawah. Era masyarakat 5.0 pertama kali diperkenalkan oleh perdana menteri Jepang Shinzo Abe dengan tujuan menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan penyelesaian masalah sosial yang terintegrasi.

Kita dapati pemuka agama, dalam hal ini pemuka umat Islam, mulai dari ustadz hingga kiai tengah memasuki kehidupan dimana fenomena bebas nilai tengah terjadi, artinya masyarakat kini sudah bergeser pada apa yang dilihat bukan pada apa yang diucap. Ini jelas dampak dari era tersebut. Suka atau tidak suka, menolak atau tidak menolak, ini akan terus bergulir seiring waktu yang cepat dan tak kenal ampun. Berhenti sejenak adalah kemunduran peradaban manusia.

Ada kekhawatiran di benak saya ketika Ustadz yang rajin mengajar santri atau pelajar tidak fokus akibat matanya sering “melototin” info WA group. Kiai yang tengah mendidik, membimbing santrinya sudah tidak fokus mengajar kitab kuning karena tangannya tidak mau lepas dari Hp, semenit jeda mata sudah mulai lihat WA atau Facebook. Ada pandemi ketergantungan medsos di hampir orang, tak terkecuali ustadz dan kiai. Ini saya kira sudah dan akan membahayakan keistiqomahan mendidik dan mengajar.

Ulama sepuh yang jejaknya belum mampu kita teruskan, harus tertahan oleh ketergantungan kita pada sesuatu yang bukan menghidupkan agama, namun justeru pengamalan agama, ibadah dan mengajar tersandera oleh yang serba online, mengerikan sekali tentunya.

Serang, 24/1/22
Wakil Ketua PW Ansor Banten,
Ketua PW Rijalul Ansor Banten

ShareTweetShare
Previous Post

Mukerwil I Idaroh Wustho Jatman Provinsi Banten

Next Post

Menjepit Wahabisme Mencukur Radikalisme

Related Posts

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

10 September 2026
27

Menyelaraskan Genetika dan Kitab Suci: Jejak DNA Neanderthal dan Denisovan Pada Manusia Modern

7 September 2026
449

Mendiagnosa NU

4 September 2026
40

Kiai Imad Menerima Titipan Mushaf Al-Qur’an Era Kekaisaran Utsmaniyah dari Gus Hakam Tambakberas

29 Agustus 2026
185

Peluk Sayang Untuk Gus Yahya dan Nahdliyin Kultural: Muktamar 35 Jombang

28 Agustus 2026
317

Istana dan Bisyarah: Dinamika Kepemimpinan K.H. Miftahul Akhyar dan Gus Yahya Jelang Muktamar Ke-35

25 Agustus 2026
61

Maa Adrakamal Ulama: Menjaga Kualitas “Nisbat” Kiai dan Pengurus di Tengah Zaman Fitnah[1]

19 Agustus 2026
89

GUS KIKIN MONCER, PROF NAZAR TERJEGAL GERAKAN PENGARUS-UTAMAAN SANAD LOKAL

17 Agustus 2026
107

Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

13 Agustus 2026
134

Tantangan Muktamar NU ke-35: Masukan dan Harapan Untuk Ketua PWNU dan PCNU

12 Agustus 2026
57
Next Post

Menjepit Wahabisme Mencukur Radikalisme

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Berita

Gus Rafi Batalkan Nasab Baalwi Berdasar Kitab Internal Ba’alwi

by Admin
11 September 2026
90

Jakarta — Diskursus mengenai keabsahan nasab Ba'alawi kembali memanas setelah Gus Rafi Wiranegara memaparkan temuan kritis yang membatalkan klaim kenasaban...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Gus Rafi Batalkan Nasab Baalwi Berdasar Kitab Internal Ba’alwi

Mengenal Dr. Sugeng Pondang Sugiharto, S.P., M.Eng. Peneliti BRIN yang Namanya Mencuat Terkait Y-DNA Bani Hasyim

Dr. Nadine Al-Mewari: Realitas Genetik Klan Ba’alwi Hadhramaut Berada di Haplogroup G, Bukan J1 Quraisy

Ulama Negeri Jiran Malaysia Ustadz Noor Deros: Hujjah Kiai Imad Membatalkan Nasab Habaib Baalwi Kokoh

Pangeran Abdul Nasher Yaman Batalkan Nasab Baalwi

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.9k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.2k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.7k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25