• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Kyai Imad, RMI dan Bangkitnya Pesantren di Banten

Peristiwa pertempuran Soerabaya pada tanggal 10 November 1945 dua bulan setelah proklamasi kemerdekaan merupakan peran penting para kyai dan santri.

by Admin
16 Maret 2021
in Opini, Pesantren
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Tubagus Soleh, Ketum DPP Ormas Kerabat dan Sahabat Kesultanan Banten (Babad Banten)

Adalah fakta sejarah, Pesantren merupakan tonggak penting berdiri dan tegaknya NKRI. Perjuangan dan Komitmen Kyai serta Santri terhadap keutuhan NKRI adalah benar adanya.

Siapapun tidak bisa membantah, peristiwa pertempuran Soerabaya pada tanggal 10 November 1945 dua bulan setelah proklamasi kemerdekaan merupakan peran penting para kyai dan santri.

Resolusi Jihad Hadratussyekh Hasyim Asyari sebagai Ulama Kharismatik dan Petinggi NU menjadi tonggak penting semangat juang para santri dan umat untuk berjihad Hidup atau Mati. Dalam bahasa agama Isy Kariman aumut Syahidan , Hidup Mulia atau Mati Syahid.

Baca Juga

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

Seandainya saat itu Presiden Soekarno tidak menghadap kepada hadratussyekh dan meminta fatwa bagaimana mempertahankan Negara Republik Indonesia yang baru saja di proklamasikan, kita tidak tahu nasib Republik yang baru seumur jagung.

Pertempuran 10 Soerabaya 1945 menunjukan kepada dunia Internasional bahwa Republik Indonesia memang ada dan mendapat dukungan luas dari seluruh rakyat.

Kelicikan Belanda yang membonceng NICA untuk melucuti senjata para pejuang Republik gagal total dan kemenangan rakyat Indonesia yang notabene adalah buah perjuangan kaum Pesantren membuka mata dua internasional akan eksistensi Negara yang bernama Indonesia.

Jenderal Malaby dari Inggris pun harus meregang nyawa. Semangat juang para santri yang dikomandani oleh para Kyai begitu dahsyat dan trengginas. Kematian bukanlah yang harus ditakuti. Namun harapan akan “janji kemerdekaan” bagi anak cucunya kelak yang menjadi daya motivasi yang terus berkobar.

Itulah fakta sejarah perjuangan kaum Santri yang dipimpin para kyai. Dan itu adalah benar adanya. Jadi wajar saja bila di pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Haji Joko Widodo dan KH Makruf Amin memberikan apresiasi yang luar biasa kepada pesantren.

Perhatian pemerintah terhadap pesantren merupakan sesuatu yang wajar saja. Tidak perlu dipandang sebagai bentuk pengkooptasian pemerintah terhadap pesantren. Namun ini merupakan bentuk dari cara pandang yang seharusnya ada di pemerintah.

Pesantren sudah teruji mencintai NKRI tanpa pamrih. Ungkapan hubbul wathon minal iman , mencintai bangsa merupakan bukti nyata dari Iman kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi doktrin hidup dalam jiwa raga para santri hinggi kini.

Penanaman Cinta Tanah Air, Bangsa dan Negara di kalangan santri sejak dini sangat efektif. Dan ini kelak akan menjadi benteng hidup bagi NKRI. Sampai kapanpun NKRI akan tegak berdiri selama penanaman dan perawatan oleh pemerintah terhadap pesantren secara sungguh-sungguh diperhatikan.

Pemerintah harus memberikan perhatian serius kepada pesantren berupa UU atau perda yang memiliki kepastian hukum. Sehingga pemerintahpun tanpa ragu bertindak atas nama UU atau perda. Ada kepastian yang pasti.

Khusus untuk Provinsi Banten, kekuatan dan potensi pesantren sangat luar biasa dahsyatnya.

Rabithah Ma’had Islamiyah Nahdhatul Ulama (RMI PWNU) Banten yang diketuai oleh Kyai Haji Imaduddin Utsman –saya memanggilnya kang Kyai Imad– pengasuh Pesantren Nahdhatul Ulum Cempaka Kresek Tangerang menunjukan geliat pergerakan kaum Pesantren yang menjanjikan.

Kemampuan Komunikasi dan kemampuan konsolidasi internal kyai Imad kepada tokoh-tokoh pesantren nahdiyyin di berbagai peloksok Banten juga berbagai steakhorlder dan pemangku kebijakan kepentingan memberikan harapan baru bagi kaum pesantren.

Menurut saya, kaum Pesantren tidak boleh diam atau pasif. Tapi harus aktif dalam menentukan kebutuhan dan kepentingan pesantren terutama kepada pihak pemerintah yang memang memiliki kewajiban untuk memberikan perhatian sebagaimana seharusnya.

Pesantren harus dilindungi dengan UU dan Perda Pesantren khusus di Banten. Gubernur dan DPRD Banten harus sadar betul bahwa Banten adalah provinsi sejuta Santri. Komitmen Gubernur dan DPRD pada pesantren bisa dilihat dari keseriusan Gubernur dalam melahirkan perda Pesantren. Tanpa bukti itu agak sulit menunjukan indikator keberpihakan Gubernur dan DPRD Banten kepada Pesantren, Santri dan Kyai. Dan yang menjadi catatan khusus adalah pesantren moderat rahmatan lil alamin yang mengajarkan faham ahlussunnah wal jama’ah ala Nahdlatul Ulama.

Semoga di bawah kepemimpinan Kyai Imad, RMI PWNU Banten mampu menjadi rumah besar Pesantren sebagai Rahmah bagi semua anak bangsa. Amiin.

Tags: Ketua RMI BantenKH Imaduddin UtsmanPondok PesantrenPonpes Nahdlatul Ulum KresekRMI BantenSyeh Nawawi Banten
ShareTweetShare
Previous Post

RMI BANTEN Bantu PUPR Dan KEMENAG Bangun 600 Sanitasi Pesantren

Next Post

RMI Banten: Kami Mendukung Sepenuhnya INUBA

Related Posts

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
34

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

15 Oktober 2026
25

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

14 Oktober 2026
68

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
264

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

13 Oktober 2026
63

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

9 Oktober 2026
61

Tokoh-Tokoh Ba’alwi Tidak Masuk Pengurus PBNU 2026-2031

1 Oktober 2026
252

“Laknat Allah, Malaikat, dan Manusia”: Telaah atas Pemaknaan Hadis dalam Polemik Nasab Ba Alwi

16 September 2026
133

Klan Ba’alawi Melamar Putri Kiai, Ditolak Keluarga Jauh Dengan Alasan Kafa’ah: Nikah Tetap Sah?

14 September 2026
137

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

10 September 2026
144
Next Post

RMI Banten: Kami Mendukung Sepenuhnya INUBA

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Opini

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

by Admin
16 Oktober 2026
34

Oleh: Rifky Zulkarnaen J. Baswara Daftar Kunjungan Habib Umar bin Hafidz Habib Umar bin Hafidz berkunjung ke Muhammadiyah tgl 12...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.2k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25