• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Berita

Memahami Risalah Cempaka Wiraga

Ulama besar asal Lebak ini telah mewariskan kepada kita satu kitab risalah yang berisi tentang soal-soal keimanan, uluhiyat, dan kalimat tauhid. Ditulis menggunakan huruf Arab tapi dengan narasi Bahasa Sunda, dan disusun secara tanya jawab (dialektik).

by Hamdan Suhaemi
15 Juli 2021
in Berita, Pesantren
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Kyai Hamdan Suhaemi

Riwayat Singkat

Syaikh Nawawi Pasir Bedil lahir di Pamarayan di tahun 1860, cucu dari Kiai Ali. Orang Pasir Bedil Warung Gunung memanggil akrabya dengan panggilan Mama Nawawi. Nawawi yang juga keponakan dari regent Khambali, satu diantara ulama besar yang berpengaruh di zamannya.

Menurut pitutur dari Mama Aning bin Mama Enjan (cucu Mama Nawawi) bahwa kakeknya ini pernah menjadi Qodli Agung Kawedanan Warung Gunung Lebak sebelum pusat pemerintahan beralih ke Rangkas Bitung.

Ulama besar asal Lebak ini telah mewariskan kepada kita satu kitab risalah yang berisi tentang soal-soal keimanan, uluhiyat, dan kalimat tauhid. Ditulis menggunakan huruf Arab tapi dengan narasi Bahasa Sunda, dan disusun secara tanya jawab (dialektik).

Soal Keimanan

Mengawali tulisan di kitab risalah tersebut, Syaikh Nawawi Pasir Bedil mengurai tentang hukum syara’, hukum aqal dan hukum adat. Dalam hukum syara’ terdapat ketentuan hukum seperti wajib, haram, sunnah, makruh dan jaiz, sedangkan dalam praktik ibadah ada ketentuan shah dan bathal.

Kemudian di awal risalah itu diuraikan tentang hukum aqal, hukum aqal yang dirinci menjadi 3, yaitu wajib aqli, mustahil aqli dan jaiz aqli. Pada wajib aqli dibagi menjadi 2 bagian yakni wajib muthlaq dan wajib muqoyyad. Wajib muthlaq adalah adanya (eksistensi) tanpa didasari sebab, ini dimaksud sebagai eksistensi Tuhan. Pengertian bahwa adanya Tuhan secara nadhori itu wajib, dan disebut juga wajib nadhori bukan dloruri. Demikian pula terkait mustahil aqli yang didalamnya ada penjelasan tentang mustahil muthlaq dan mustahil muqoyyad, penjelasan tersebut kebalikan ( anti-tesa ) dari penjelasan wajib aqli seperti di atas.

Dalam penyebutan status seseorang beriman atau yang belum beriman, maka Mama Nawawi lebih lanjut menjelaskan tentang mukmin mukhlis ( مؤمن مخلص), mukmin fasik ( مؤمن فاسق ), non Islam ( كافر ) dan munafiq ( منافق ). Seorang mukmin mukhlis ada keteguhan serta kepasrahan untuk menjalankan perintah Allah dan meninggalkan laranganya, ini berbeda dengan mukmin fasiq, yang secara keimanan masih mengimani Allah namun tidak serta merta menjalankan syariatnya.

Soal Teologi

Kelanjutan dalam pemikirannya, terkait soal sifat-sifat Tuhan telah membaginya pada pengertian nafsiah, dalam nafsiah hanya 1 sifat Allah Swt yaitu wujud ( وجود ), bagian yang kedua adalah salbiyah yang isinya adalah sifat Allah Swt seperti Qidam (dahulu), Baqa (kekal), Mukholafatuhu (berbeda dengan mahluk), Qiyamuhu bi nafsihi (berdiri dengan sendirinya), dan sifat Wahdaniyat (tunggal).

Pada bagian yang lain, di risalah Cempaka Wiraga menguraikan tentang bagian yang ke-3 yaitu Ma’ani, dalam ma’ani ada sifat Tuhan yaitu Qudrat, Irodat, Ilmu, Hayat, Sama’, Bashar, dan Kalam. Terakhir di bagian ke-4 yaitu Ma’nawiyah, yang menghimpun beberapa sifat-sifat Allah yaitu sifat كونه قادرا , sifat كونه مريدا , sifat كونه عالما , sifat كونه حيا , sifat كونه سميعا , sifat كونه بصيرا , dan terakhir sifat كونه متكلما .

Baca Juga

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer”

Ramai Jemaah Ikuti Salat Iduladha di Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek dengan Penuh Kekhusyukan

Haji Habib bin Buja’, Pewaqaf di Makkah, Asli Keturunan Negeri Aceh Bukan Ba’Alwi

Isi Pernyataan Sikap Aliansi Umat Peduli Situs Mbah Bonang

Sifat yang wajib di diri Allah Swt ada 20 dan yang mustahil ada 20 sedangkan yang jaiz ada 1, semua dikelompokan dalam 2 bagian yaitu Istigna ( استغناء ) dan Iftiqor ( افتقار ). Pengertian Istigna adalah sifat-sifat Allah Swt yang menunjukan cukupnya dari butuhnya pada selain dirinya. Sementara Iftiqor diuraikan Mama Nawawi, yaitu sifat yang menunjukan butuhnya selaian Allah kepada adanya Allah Swt.

Masih berkait dengan sifat-sifat Allah yang ada dalam bagian Ma’ani ( معاني ) ada beberapa ta’alluqot (keterkaitan didalamnya) yaitu shuluhi qodim ( صلوحي قديم ), Qobdoh ( قبضه ), tanjizi hadis ( تنجيزي حادث ) dan tanjizi qodim ( تنجيزي قديم ). Semua ta’alluqot ini berlaku juga terhadap bagian-bagian dari sifat-sifat Allah yang sudah disebutkan di atas.

Kalimat Tauhid

Sakralitas kalimat tauhid ( لااله الا الله محمد رسول الله ) dalam berbagai pendapat ulama tidak sekedar melafalkan melalui dzikir semata namun kalimat itu harus menjadi helaan nafas, menjadi aliran darah, hingga menjadi dagingnya dalam daging, serta harus menjadi isi dalam hati.

Kalimat “La ilaha illa Allah” adalah Qothrotun minhu ( قطرة منه ) sedangkan kalimat ” Muhammadun Rosulullah ” adalah bahrun muhit ( بحر محيط ). Artinya kalimat bukan lagi yang profan tapi sudah termasuk pada yang sakral, sebab makna kalimat tauhid adalah makna ilahiyat yang dasarnya adalah tashdiq ( meyakini ), dan secara makna jabarut kalimat tauhid adalah manifestasi waktu yaitu 24 jam, karena huruf dalam kalimat tauhid berjumlah 24 huruf.

Sikap Mukmin

Dalam kitab Risalah Cempaka Wiraga, ditutup dengan pandangan sufistik untuk melengkapi sikap seorang mukmin dalam mengamalkan prinsip-prinsip tauhid tersebut yaitu sikap خاشعا (khusyu, tenang), متواضعا (merendah), خاءفا (takut pada Allah), زاهدا (berlaku zuhud), قانعا (merasa cukup), منفقا (memberi), ناصحا (saling nasihati), رحيما (welas asih), امرا (melakukan perntah Allah ), ناهيا (meninggalkan larangan), مسارعا (cepat melakukan amal), ملازما (menetapkan rutinitas ibadah), دالا (memberi petunjuk ke jalan yang benar), داعيا (mengajak kepada kebaikan dan kebenaran), ذو صمت (diam), ذا سكينة (tenang), حسن الظن (baik sangka), طلقا (sikap budiman), واسعا (jembar jiwa dan hati), لينا (menolong), متذللا (merasa hina di hadapan Allah SWT).

Penutup

Kitab risalah Cempaka Wiraga, menjadi penanda bahwa ada ulama Nusantara kita yang sudah sanggup dan mampu mengurai secara detil soal-soal Teologi Islam secara komprehensif.

Serang, 12 Juli 2021
Ketua PW Rijalul Ansor Prov Banten

ShareTweetShare
Previous Post

Istigosah, Menyalakan Hati Memohon Selamat

Next Post

Mengenal Hizib Nashor dan Ajian Jaya Sempurna

Related Posts

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

5 Juni 2026
33

KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer”

31 Mei 2026
305

Ramai Jemaah Ikuti Salat Iduladha di Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek dengan Penuh Kekhusyukan

28 Mei 2026
22

Haji Habib bin Buja’, Pewaqaf di Makkah, Asli Keturunan Negeri Aceh Bukan Ba’Alwi

20 Mei 2026
191

Isi Pernyataan Sikap Aliansi Umat Peduli Situs Mbah Bonang

19 Mei 2026
48

Ditemukan Bukti Baru: Kasus Dugaan Perusakan Cagar Budaya Makam Sunan Bonang Dibuka Lagi

19 Mei 2026
118

Sejalan Dengan Anti-Nekolim Presiden Prabowo, Gus Rocky Usulkan Kiai Imad Menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Sejarah Islam

14 Mei 2026
82

DR. Saleh Basyari: Bung Karno Nasionalisasi Aset Ekonomi, Kiai Imad Nasionalisasi Sosial-Keagamaan

14 Mei 2026
26

K.H. Imaduddin Utsman Al Bantani Sampaikan Surat Laporan Batalnya Nasab Habaib Kepada Presiden Prabowo

12 Mei 2026
131

K.H. Imaduddin Utsman Al Bantani Temui Kepala Staf Kepresidenan di Gedung KSP

12 Mei 2026
83
Next Post

Mengenal Hizib Nashor dan Ajian Jaya Sempurna

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Berita

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

by Admin
5 Juni 2026
33

بقلم عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي (رئيس لجنة الفتوى في مجلس علماء اندونيسيا في محافظة بنتن)کتاب الروض الجلي في...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

Kitab “Al-Raudh Al-Jali fi Nasab Bani Alawi” yang Dinasabkan kepada Imam Murtadha Al-Zabidi adalah Kitab Palsu dan Manhul

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

Kitab “Abna’ al-Imam fi Misr wa asy-Syam al-Hasan wal-Husain” adalah Kitab Palsu dan Manhul

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.1k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.4k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25