• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Memaknai Ritual Sa’i: Tirakat Laku Hidup Suami Dan Istri

Sikap terpuji muncul dari cinta kasih dan kerahmatan, sehingga apapun yang berhubungan denganku akan selalu aku puji. Jika aku hanya melihat sisi negatif dari makhluk sekitar, maka hal itu akan sangat menguras pikiran dan tenaga.

by Admin
18 Juni 2022
in Opini
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

Tedi Isyaratkan Ada Reshuffle Kabinet, Kiai Imad Usul Presiden Copot Nusron Terkait Korupsi Kuota Haji

Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

Oleh: Dr. KH. Mohamad Mahrusillah, MA
Khadim Ma’had Al-Hasaniyah Bani Zarkasyi Rawalini Teluknaga Tangerang, Ketua RMI PCNU Kab. Tangerang

Dari rangkaian sejarah peristiwa dalam ibadah haji membuatku berpikir tentang bagaimana aku menyikapi setiap peristiwa dalam kehidupanku. Setiap peristiwa kesemestaan yang menjadi bagianku akan senantiasa menginspirasiku jika aku menginsafinya, atau bisa saja menguras tenagaku jika aku meratapinya. Semua itu adalah tirakatku..!


Aku harus amati, dan sikapi semua peristiwa laku hidup secara baik, sebagaimana Nabi Ibrahim bersama istri dan anaknya mengamati dan menerima setiap peristiwa laku hidupnya meskipun secara akal terasa pahit. Mereka tetap berada pada aturan sistem yang diperintahkan Dzat Pemilik semesta.

Kisah tirakat laku hidup Nabi Ibrahim dan keluarganya diabadikan Tuhan menjadi satu ritual yang hanya memiliki rukun qalbi dn rukun tindakan, yaitu ibadah haji.

Langkah untuk mentirakati laku hidupku agar aku dapat mengakses kecerdasan semesatku yang selaras dengan tata kelola semesta, yaitu aku harus melihat sisi positif dan memandang hal yang terpuji dari setiap tindak lampah makhluk semesta, meskipun sisi tidak terpuji dari makhluk sangat jelas dipelupuk mata.

Misalnya; aku menggauli istriku dan mendidik anak-anaku dengan atas dasar titah aturan semesta, yaitu aku menyikapi, merahmati, memandang mitra mua’malahku dengan sifat terpuji, aku memperlakukan mereka dengan cinta kasih. Meskipun di sisi mereka ada hal-hal yang tidak terpuji.

Sikap terpuji muncul dari cinta kasih dan kerahmatan, sehingga apapun yang berhubungan denganku akan selalu aku puji. Jika aku hanya melihat sisi negatif dari makhluk sekitar, maka hal itu akan sangat menguras pikiran dan tenaga.

Tingkatan terpuji adalah aku yang tidak pernah berkomentar buruk kepada apapun termasuk kepada orang-orang memusuhiku, menggodaku, dan kepada orang-orang yang belum diberi hidayah oleh Allah swt, aku selalu tenang dan damai dengan balutan cinta kasih kepada mahkluk semesta. Inilah yang aku maksud jalan menuju hakikat laku hidup.

Aku yang memiliki sikap terpuji akan selalu menikmati dan menerima peristiwa apapun yang menjadi bagianku. Bahkan yang menurut pandangan banyak orang adalah sebuah kegagalan, aku akan selalu melihat sisi lain hari kejadian itu yang didalamnya terdapat sapaan Tuhan untukku.

Aku belajar dari kisah tirakat laku hidup Nabi Ibrahim yang rela meninggalkan Siti Hajar dan anak bayinya (Ismali) di tengah tanah tandus. Hal itu dilakukannya atas dasar tugas kehidupan yang diperintahkan Tuhan.

Jika peristiwa itu terjadi padaku, maka harus mentirakati medan naluri dan sentra pikiran agar netral untuk menerima titah itu.

Siti Hajar yang ditinggalkan suami untuk bertugas adalah tirakat laku hidup yang sungguh sangat istimewa. Ia dan suaminya menerima apapun yang menjadi titah Tuhan.

Di tengah padang tandus, Siti Hajar terus memohon kepada Allah agar diberi pertolongan yang diiringi kegigihannya dalam percarian sumber air dengan mengitari bukit Shafa hingga Marwah sambil memantau bayinya bernama Isma’il dari kejauhan.

Tiba-tiba ia melihat tanah yang terkena pukulan kaki sang bayi memancarkan mata air. Lalu sang wanita tangguh ini membendung mata itu sambil mengatakan zam-zam, yang artinya “kumpul-kumpul.”

Aku mengambil ibrah dari peristiwa ini bahwa aku tidak boleh berputus asa dalam situasi apapun dan dalam kondisi bagaimanapun. Itulah tirakat laku hidupku. Aku harus mampu menghadapi berbagai gejolak kehidupan dengan tabah dan optimis dengan berikhtiar dalam setiap keadaan apapun, dan selalu memohon pertolongan-Nya. Dialah Dzat Yang Maha Pemberi Rezeki kepada hamba-Nya.

Jiwa-jiwa tenang akan selalu menerima posisi apapun yang diamanatkan Tuhan kepadanya, sebagaimana Nabi Ibrahim yang menerima tugas apapun yang diperintahkan oleh-Nya. Aku meyakini bahwa tugas yang dilakukan dengan dasar kerahmatan dipastikan akan muncul penemuan besar dibidangnya.

Aku menyebutnya dengan bahasa keramat yang menjadi fasilitas yang diberikan Tuhan kepadanya. Aku harus bertugas dengan dasar kerahmatan, dan jadikan makhluk selain aku sebagai sahabatku.

ShareTweetShare
Previous Post

Penutupan MTQ Banjar Diwarnai House Music: Ketua Komisi Fatwa MUI Banten Tuntut Bupati, dan Kepala Kemenag di Copot

Next Post

Saweran Itu Budaya

Related Posts

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

22 April 2026
135

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

21 April 2026
51

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

18 April 2026
58

Tedi Isyaratkan Ada Reshuffle Kabinet, Kiai Imad Usul Presiden Copot Nusron Terkait Korupsi Kuota Haji

10 April 2026
92

Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

9 April 2026
71

Muktamar NU 2026 and The Art of Letting Go

7 April 2026
40

Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas

24 Maret 2026
625

Beruntungnya Orang yang Saling Memaafkan di Hari Raya Idul Fitri

21 Maret 2026
40

Memahami Klaim Nasab Suci: Pentingnya Verifikasi Data Sejarah dan Narasi Peradaban

15 Maret 2026
121

Titik Balik Thesis al Bantani, Konsensus dan Glorifikasi Nasab Ba’Alwi: Tiga Tahun  Gagal Raih Syuhra Wal Istifadlah (2023 2025)

11 Maret 2026
119
Next Post

Saweran Itu Budaya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

KH Imaduddin al Bantani

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

by Admin
25 April 2026
57

Pada tanggal 21 April 2026, Riziq Syihab membuat sebuah video yang menjelaskan silsilah keluarganya dengan judul “Pemaparan Silsilah Keluarga Datuk...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
70.9k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.9k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.3k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25