• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Pesantren

Menelaah Babe Nenem Karya Kiai Syanwani Sampang

Satu dari sekian ribu ulama Nusantara yang memilki karakteristik genuine tersebut adalah almarhum al-Arif Billah al-Bahru al-Fahhamah Syaikh Muhammad Syanwani bin Abdul Aziz Sampang Tirtayasa (KH. Syanwani) atau kita mengenalnya dengan sebutan Yai San, atau Abah Mamat. Sosok ulama besar ini sepanjang hidupnya telah mencurahkan jiwa raganya untuk kemuliaan Islam, untuk ilmu, untuk bangsa dan negara.

by Hamdan Suhaemi
12 Juli 2021
in Pesantren
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Kyai Hamdan Suhaemi

Riwayat Penulisan

Kita patut berbangga atas dedikasi intelektual ulama Nusantara yang sepanjang hidupnya membaca, menulis dan menyampaikan ilmu-ilmu agama Islam kepada kalangan santri didiknya, dan kepada semua umat. Keikhlasan mereka dalam mencerahi kita, tidak bisa kita anggap enteng. Sebab kehadiran mereka di tengah kita adalah pembimbing, penasihat, sekaligus dengan kebesaran jiwanya mau mendoakan, bahkan seringnya menerima keluhan problematika hidup kita dengan sikap terbuka.

Satu dari sekian ribu ulama Nusantara yang memilki karakteristik genuine tersebut adalah almarhum al-Arif Billah al-Bahru al-Fahhamah Syaikh Muhammad Syanwani bin Abdul Aziz Sampang Tirtayasa (KH. Syanwani) atau kita mengenalnya dengan sebutan Yai San, atau Abah Mamat. Sosok ulama besar ini sepanjang hidupnya telah mencurahkan jiwa raganya untuk kemuliaan Islam, untuk ilmu, untuk bangsa dan negara.

Diantara curahan ilmunya itu tertuang dalam bentuk tulisan yang hingga kini masih kita baca, kita kaji yaitu ” Babe Nenem”. Satu karya tulis bentuk nadhoman bidang ilmu shorof ini cukup dikenal luas, bukan hanya bagi kalangan santri-santri beliau, tetapi ternyata kalangan umum pun mengenalinya, bahkan mau menyimpan copianya.

Menurut keterangan Ibu Hj. Afifah Alawiyah binti KH. Syanwani, bahwa saat penulisan nadham “Babe Nenem” itu beliau menyaksikan sendiri, saat masih usia 12 tahun sekitar tahun 1963. Di tahun tersebut Kiai Syanwani mengawali perjuangan dan pengabdiannya mendidik dan mengajarkan agama. Waktu itu santri yang mengaji kepadanya baru 20 orang berasal dari kampung-kampung sekitar Tirtayasa dan Pontang, bahkan ada santri yang berasal dari Bogor dan Lampung.

Apa itu Babe Nenem

Karya tulis Kiai Syanwani ini berbentuk nadham dan diberi judul sesuai bait awal, dengan tulisan huruf Arab tapi isinya bahasa Jawa Serang Banten, atau sering kita sebut Arab Pegon. Babe Nenem, ini dimaksud oleh KH. Syanwani untuk mempermudah santri Ashhabul Maimanah agar cepat memahami wazan dan mauzun-nya kata (lafadz) Arab, untuk cepat mengenali rumusan warna dan bab, mujarrod dan mazid, bina mutaad dan lazim, juga di luar bina soheh yaitu bina mu’tal (ada huruf ‘illatnya) yang rumusan tersebut bagian dari dasarnya ilmu Shorof.

Babe Nenem karya KH. Syanwani
Babe Nenem karya KH. Syanwani

Dalam Babe Nenem tersebut ada 27 bait, menjelaskan tentang wazan dan mauzun dari tsulasi mujarod ( ثلاثي مجرد ) jumlahnya ada 6 bab, sedangkan tsulasi mazid ( ثلاثي مزيد ) ada 14 bab, juga menjelaskan tentang wazan dan mauzun ruba’i mujarrod ( رباعي مجرد ) yang jumlahnya hanya 1 bab, namun ada mulhaqnya ada 6, dan ruba’i mazid ( رباعي مزيد ) jumlah bab-nya ada 3 berikut mulhaqnya yang masing-masing dari warna 1 mulhaqnya ada 8, sementara warna kedua dari ruba’i mazid itu mulhaqnya ada 10 , dilanjutkan penjelasan tentang bina ( البناء ) baik bina soheh ( بناء صحيح ) hingga macam-macam bina mu’tal ( بناء معتال ) seperti bina mitsal ( بناء مثال ), bina naqish ( بناء ناقص ), bina ajwaf ( بناء اجواف ), bina lafif ( بناء لفيف ), bina mahmuz ( بناء مهموز ), dan bina mudlo’af ( بناء مضاعف ).

Baca Juga

Sosok Gus Aziz Jazuli, Alumni Tarim yang Berani Angkat Isu Nasab: “Ilmu Itu untuk Menguji Kebenaran”

Melawan Hegemoni Ba’alwi: Menuju Dekolonisasi Mental Pesantren

Isra Mi’raj di Pesantren Sidadung: Spirit Santri Putri Menjemput Cahaya dan Amanah Peradaban

RMI PWNU Banten Siapkan Program Pemberdayaan Ekonomi Pesantren Sesuai Amanat Undang-Undang

17 Perbedaan Ajaran Nahdlatul Ulama dan Ajaran Habaib: Kritik Kepada KH Ma’ruf Khozin Yang Menyatakan Kesamaan Ajaran NU & Baalawi

Titik tekan dalam nadham di atas adalah memudahkan untuk mengenali wazan ( وزن ) dan mauzun ( موزون ) dari asal usul suatu lafadz Arab. Ini merupakan rumusan dari ilmu shorof, dan hasil dari penjelasan wazan dan mauzun itu nanti ditashrif, agar mengenal bentuk-bentuk wazan lainnya. Dengan harapan agar nanti menemukan kata Arab tidak ragu lagi untuk dibacanya meskipun tanpa harkat ( حركة ) atau syakel ( شكل ).

Bait-Bait Babe Nenem

Bait-bait dalam nadham Babe Nenem ini saya klasifikasi serta saya tulis contoh dari bait tersebut. Pertama adalah rumpun tsulasi mujarod ( ثلاثي مجرد ) yaitu.

بابي ننم تصريف ثلاثي مجرد # باب كع اول نصر ينصر في العباد
فيعدو وزن ضرب يضرب الجمال # باب فيع تلو فتح يفتح العمل

Kemudian bait dalam rumpun tsulasi mazid ( ثلاثي مزيد ) yaitu.

ورن ثلاثي المزيد باب فاتبلاس # ورن تلو فافات ليما ننم جلاس
ورنا اول بابي تلو زن اكرم # لن فرح لن قاتل كن عالما

Sedangkan bait dalam rumpun ruba’i mujarrod ( رباعي مجرد ) yaitu.

تصريف رباعي مجرد بابي سيجي # دخرج ملحقي ننم رف دي اجي

Bait-bait yang menjekaskan ruba’i mazid ( رباعي مزيد ) adalah terakhir dari penjelasan tentang wazan dan mauzun, atau bab dan warna dalam ilmu shorof. Yaitu.

ورن رباعي المزيد روباب تلو # ورن اول تدخرج ملحق والو
تحوقل تجهور تبيطر # تسلقى لن تجلبب تعشير

Terakhir adalah bait tentang bina ( البناء ) yang jumlahnya ada 9 bina. Yaitu.

صحيح مثال ناقص ففاتي اجواف # لفيف رورو مهموز تلو مضاعف

Dari bait-bait yang ditulis di atas itu, adalah contoh dari bait yang ada dalam nadham Babe Nenem. Biasanya didendangkan oleh santri pesantren Ashhabul Maimanah Sampang Susukan Tirtayasa Serang Banten dengan ritme Bahar Rojaz ( بحر رجاز )sesuai dengan ketentuan فاعل dan مستفعل dalam rumusan ilmu al-‘Arudl.

Penutup

Salah satu karya KH. Syanwani bin Abdul Aziz dari sekian puluh karyanya, nadham Babe Nenem menjadi yang paling dikenal terlebih dulu sebelum karya-karya nadham lainnya. Bahkan seolah nadham Babe Nenem identik dengan Sampang atau identik dengan pondok Sampang.

Ketika, nadham Babe Nenem ini dilagukan oleh santri alm. KH. Syanwani Sampang yang setelah mukim di tempatnya menjadi ustadz atau kiai yang telah punya puluhan, ratusan dan bahkan ribuan santrinya, nadham Babe Nenem tersebut berkumandang dengan riuh rendah suara santri yang memecah suasana di pagi buta di seluruh pelosok negeri.

Nadham Babe Nenem, adalah karya otentik dari ulama Nusantara yang sangat manfaat mengantarkan santri cepat memahami ilmu shorof. Semoga kemanfaatannya bisa dirasakan hingga akhir dunia ini.

Sampang, 11 Juli 2021
Wakil Ketua PW GP Ansor Banten
Ketua PW Rijalul Ansor Banten

ShareTweetShare
Previous Post

Paprahan, Adat Tolak Bala Masyarakat Ragas Serang Banten

Next Post

Agama Dan Pandemi

Related Posts

Sosok Gus Aziz Jazuli, Alumni Tarim yang Berani Angkat Isu Nasab: “Ilmu Itu untuk Menguji Kebenaran”

9 April 2026
93

Melawan Hegemoni Ba’alwi: Menuju Dekolonisasi Mental Pesantren

25 Maret 2026
71

Isra Mi’raj di Pesantren Sidadung: Spirit Santri Putri Menjemput Cahaya dan Amanah Peradaban

19 Januari 2026
73

RMI PWNU Banten Siapkan Program Pemberdayaan Ekonomi Pesantren Sesuai Amanat Undang-Undang

15 Januari 2026
46

17 Perbedaan Ajaran Nahdlatul Ulama dan Ajaran Habaib: Kritik Kepada KH Ma’ruf Khozin Yang Menyatakan Kesamaan Ajaran NU & Baalawi

12 Januari 2026
528

RMI PWNU Banten Gelar Digitalisasi Pesantren dan Pemberdayaan Ekonomi Umat Sambut Harlah ke-100 NU

8 Januari 2026
76

Peringatan HSN 2025 di PP Nahdlatul Ulum Kresek Berlangsung Khidmat

22 Oktober 2025
198

Menengok Sejarah Pesantren di Nusantara

13 Oktober 2025
168

Mengenal Ormas Islam PWI LS

7 Oktober 2025
1.2k

RMI PWNU Banten Gelar Rapat Kerja Perdana Masa Khidmah 2025 – 2030

29 September 2025
123
Next Post

Agama Dan Pandemi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

KH Imaduddin al Bantani

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

by Admin
25 April 2026
23

Pada tanggal 21 April 2026, Riziq Syihab membuat sebuah video yang menjelaskan silsilah keluarganya dengan judul “Pemaparan Silsilah Keluarga Datuk...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
70.8k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.9k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.3k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25