• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Mengenal Ilmu Manthiq (Logika)

Pokok bahasan Ilmu Manthiq itu ada 2 bagian, pertama al-tashowwur dan yang kedua al-tashdiq. Al-tashowur itu “idroku al nisbati kalamiyatan aw khobariyatan aw insyaiyatan“ dan juga itu diartikan sebagai pengertian memahami objek (materi) sebelum diteliti.

by Hamdan Suhaemi
19 Juli 2021
in Opini
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk”

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah

Gema Takbir Iduladha di Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Banten Berlangsung Khidmat

Implikasi Pernyataan Gus Yahya: “NU Tidak Boleh Ingkar Nasab Baalwi”

Oleh: Kyai M. Hamdan Suhaemi

Arti Manthiq

Kata manthiq berasal dari kata nathaqo (ucapan atau nalar) yang berarti waktu berucap dan juga bisa kita pahami sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari cara berfikir dengan logika yang benar, al-Jurjani menyebut ilmu manthiq itu “alatun qonuniyatun tu’shimu muro’ataha al dzihna ‘an al khothoi fi al fikri” (ilmu pengetahuan yang mengatur dalam menjaga akalnya dari kesalahan berfikir). Ilmu ini adalah satu dari ilmu alat (termasuk rumpun satra Arab) yang telah lama dikaji di umumnya pesantren salafi, terutama pesantren salaf yang concern terhadap pengembangan kajian ilmu alat (Sastra Arab).

Permulaan Ilmu Manthiq


Awal dari timbulnya ilmu manthiq diduga berasal dari penetrasi filsafat Yunani yang kemudian dibawa oleh orang-orang Persia yang secara geneologis telah mewarisi hegemoni filsafat Yunani di Persia sejak negeri itu ditaklukan oleh Alexander The Great dari Macedonia. Namun oleh para ilmuwan muslim seperti al-Kindi, al-Farabi, Ibnu ‘Arobi, al-Rozi dan lainnya ilmu manthiq diposisikan sebagai ilmu yang penting dalam upaya penggalian pengetahuan atas ayat-ayat qouliyah dan ayat kauniyah. Meski banyak pertentangan diantara ulama kala itu, namun secara pasti ilmu tersebut telah masuk menjadi dasar pijakan dalam membuka jalan untuk mengetahui segala hal yang terkait dengan alam (sains) dan terkait pula dengan kehidupan manusia (sosial).

Sejak itu pula dunia Islam untuk pertama kalinya membuka diri dengan spektrum filsafat sebagai basis intelektualisme dan sains Islam hingga kemudian efeknya sampai pada konsepsi teologis yang dibangun kuat oleh prinsip-prinsip manthiq atau ilmu logika. Firqoh Mu’tazilah salah satu golongan umat Islam yang men-declare logika (al-Aql) sebagai pedoman pertama di atas al-Quran.

Pokok Pembahasan

Pokok bahasan Ilmu Manthiq itu ada 2 bagian, pertama al-tashowwur dan yang kedua al-tashdiq. Al-tashowur itu “idroku al nisbati kalamiyatan aw khobariyatan aw insyaiyatan“ dan juga itu diartikan sebagai pengertian memahami objek (materi) sebelum diteliti. Seperti dalam Risalah al-Syamsiah bahwa al-tashowur diartikan sebagai hushulu shuroti al-syaii fi al-‘aqli ( adanya rupa atau bentuk dari objek di akal fikiran). Selanjutnya di dalam bahasan tashowur ada prinsip tashowur maudlu’, tashowur faqoth, dan juga tashowur mahmul, sedangakan merangkai dengan mengaitkan hubungan-hubungan dari beberapa objek disebut al-hukm ( hukum), jika telah terjadi penentuan hukum tersebut apakah nanti al-ijab atau al-salab, maka uraian yang terkategori tashowur tersebut bisa menjadi tashdiq dan sampai seterusnya pada objek atau materi (mahiyah) berikutnya. Ketika telah menjadi tashdiq hal itu diposisikan pada beberapa analisa seperti apakah masuk al-nadhory ataukah masuk ke al-dlorury. Sementara ulama mutakhirin (ulama generasi akhir abad 13 M) mengurai tashdiq adalah idroku mahiyati al-syaii ma’a al-hukmi fiha (menemukan objek sesuatu serta ada ketetapan di dalamnya).

Akal fikiran yang menjadi subjek dalam ilmu manthiq adalah tartibu umuri al-ma’lumati li al ta’adda ila majhulin selanjutnya akan menelusuri 2 bahasan pokok seperti akan meneliti tashowur nadhory yang diartikan sebagai maa yahtaju ila al-ta’rifi ( pendefinisian objek ) dan tashowur dlorury yang diartikan sebagai maa laa yahtaju ila al ta’ammuri lakin bi hissihi ( tidak memerlukan definisi namun dengan empiris ), dan pada uraian-uraian dengan instrumen tashdiq yang nanti juga terbagi pada 2 tahapan, ada tashdiq nadhory yaitu maa yahtaju ila al-dalili ( penentuan objek/subjek yang membutuhkan argumen ), tashdiq nadhory ini pun sering dipakai dalam menguatkan dalil adanya Allah SWT ( eksistensi Tuhan ) seperti adanya alam semesta, dan alam semesta tersebut adalah baru ( karena makhluk ) merupakan dalil yang masuk dalam tashdiq nadhory, sedangkan tashdiq dlorury itu maa laa yahtaju ila al-dalili ( penentuan objek yang tidak membutuhkan dalil ) namun materi yang konkrit inheren dalam dalil.

Pada perkembangannya, sejak Ibnu Sholah mengumumkan anti atas kedudukan filsafat dalam Islam, dengan penguatan diktum Al Ghozali tentang “ kerancuan filsafat “ maka pada saat itu dunia Islam sudah meninggalkan filsafat sebagai ilmu dan sebagai pedoman li istinbathi al-hukmi dalam hubunganya dengan pelaksanaan syariat Islam.

Abad 12 M filsafat (logika dan rasionalisme) redup, namun sejak Spanyol (Andalusia) menjadi kiblat dunia Islam percisnya di abad 13 hingga abad 16, kultur kajian filsafat (manthiq) telah kembali hidup dengan ditandai oleh lahirnya ilmuwan, filsuf, dokter, arsitek, ulama dengan porosnya Ibnu Rusydi yang orang Barat memberinya titel Sang Komentator Agung filsafat Aristotelian, dari tangan Ibnu Rusydi (Averous) dan Ibnu Sina (Aveciena) terlahir pulalah banyak filsuf Barat seperti antara lain Duns Scotus, William Occam dan teolog-teolog Katolik, seperti Teolog Agung yang tersohor yaitu Thomas Aquinas ( penulis Summa Theoligia ).

Mewarisi Ilmu Manthiq ( Logika )

Jejak ini perlu menjadi pertimbangan kita sebagai generasi Islam yang lahir tanpa kultur filsafat (kini dominan kultur informatif) untuk mencoba menggairahkan semangat baru dalam mempelajari ilmu manthiq yang menjadi sumber dari filsafat tersebut. Urgensinya adalah dengan mempelajarinya kita akan melihat satu peradaban Islam yang tercerahkan dengan hidupnya peradaban filsafat yang di dalamnya ada inner dinamic untuk mengkawal peradaban Islam sebagai peradaban yang mencerahkan, peradaban yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan cita rasa kemulian manusia dalam hidup.

Sumber Bacaan:
Kitab al-Ta’rifat ( Imam Al Jurjani )
Kitab al- Risalah al-Syamsiah ( Imam Najmudin Umar bin Ali Al Qozwaini )
Kitab Tahrir al-Qowaidi al-Manthiqiyah ( Imam Quthbudin Mahmud bin Muhamad Al Razi )

ShareTweetShare
Previous Post

Ketua RMI Banten Usul Presiden Pimpin Rakyat Berdo’a Bersama Atasi Corona Secara Virtual

Next Post

Menelaah Kitab Al-Qawl Al Mufid Karya Syaikh Imaduddin Utsman Al Bantani

Related Posts

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

3 Juni 2026
78

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk”

31 Mei 2026
77

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah

29 Mei 2026
159

Gema Takbir Iduladha di Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Banten Berlangsung Khidmat

28 Mei 2026
34

Implikasi Pernyataan Gus Yahya: “NU Tidak Boleh Ingkar Nasab Baalwi”

28 Mei 2026
86

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi bin Yahya

14 Mei 2026
133

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt

14 Mei 2026
64

Kisah Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang Mendapat Bintang Salib Dari Penjajah Belanda

4 Mei 2026
275

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

1 Mei 2026
248

The Beginning of Baalwisasi-Yamanisasi: Penyelewengan Definisi Habib dan Ahlul Bait

29 April 2026
87
Next Post

Menelaah Kitab Al-Qawl Al Mufid Karya Syaikh Imaduddin Utsman Al Bantani

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Berita

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

by Admin
5 Juni 2026
55

بقلم عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي (رئيس لجنة الفتوى في مجلس علماء اندونيسيا في محافظة بنتن)کتاب الروض الجلي في...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

Kitab “Al-Raudh Al-Jali fi Nasab Bani Alawi” yang Dinasabkan kepada Imam Murtadha Al-Zabidi adalah Kitab Palsu dan Manhul

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

Kitab “Abna’ al-Imam fi Misr wa asy-Syam al-Hasan wal-Husain” adalah Kitab Palsu dan Manhul

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.4k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25