• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Pustaka Kitab

Menelaah Kitab Al-Qawl Al Mufid Karya Syaikh Imaduddin Utsman Al Bantani

Merupakan salah satu karya tulis yang tertuang dalam bentuk natsar (prosa) di bidang ilmu fiqih dengan dilengkapi referensi dari berbagai kitab-kitab klasik para ulama.

by Admin
20 Juli 2021
in Kitab, Pustaka
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Tokoh-Tokoh Fiktif Yang Disebut Dalam Sejarah Hadramaut

اَلشَّخْصِيَّاتُ الوَهْمِيَّةُ المذكورة في تاريخ حضرموت

Kitab Al-Manhajussawi Karya Ba’Alwi dan Kutipan Palsu: Pelajaran Untuk Gus Ajir Ubaidillah

Pengakuan Akademik Prof. Ahmad Zahro atas Penelitian Genealogi Kiai Imaduddin: Ketelitian yang Mengguncang Kesahihan Nasab Ba Alawi

Imaduddin Utsman Al-Bantani Membongkar Kepalsuan Nasab Ba’alwi

Oleh: Hisam Husaeni

Satu dari sekian banyak ulama dunia yang memiliki karaktereristik luar biasa dalam karya tulis yang menarik untuk dipelajari ialah Al-alim as-Syaikh Imaduddin Utsman al Bantani.

Sosok ulama muda ini sepanjang harinya beliau abdikan untuk mengajarkan para santrinya berbagai disiplin ilmu agar kelak mereka dapat meneruskan perjuangan beliau dalam menghidupkan dan menegakan panji-panji agama Islam yang berlandaskan aqidah Ahlu Sunnah waljamaah dengan di dasari ilmu dan akhlakul karimah yang luhur.

Kita patut bersyukur dan bangga atas dedikasi intlektual para ulama yang telah mencurahkan berbagai macam ilmu yang beliau miliki. Keikhlasan serta keridhoan mereka dalam menyampaikan dakwah patut kita pelajari dengan sebenar-benarnya. Berkat dakwah merekalah kita dapat beragama tanpa ada paksaan, kita diajarkan saling menghormati tanpa harus membedakan ras, agama, dan warna kulit. Bagi kita mereka bagaikan pelita dalam gulitnya zaman, mendoakan tanpa harus diminta, bahkan dengan kelapangan dadanya, mereka selalu menerima keluh kesah problematika yang sedang kita alami dengan sikap terbuka.

Diantara karya tulis yang dapat kita baca dan perlu kita pelajari ialah fiqih kontemporer yang membahas tentang problematika umat mengenai pengeras suara (speaker) dengan judul kitab “al-Qowl al Mufid fi hukmi mukabbiri shout fi al masajid”.

Ia adalah salah satu karya tulis yang tertuang dalam bentuk natsar (prosa) di bidang ilmu fiqih dengan dilengkapi referensi dari berbagai kitab-kitab klasik para ulama.

Menurut keterangan yang terdapat didalam kitab al-Qawl al Mufid bahwasanya Kitab ini selesai ditulis pada waktu duha hari kamis tanggal 18 bulan dzulhijjah pada tahun 1439 H di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum cempaka kresek Tangerang Banten.

Dalam kehidupan sehari-hari, seorang santri yang dididik dipondok pesantren tidak akan terlepas dengan kajian kitab klasik karya para ulama yang membahas berbagai macam ilmu baik tentang fiqih, nahwu, dan lain-lain. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin meningkat, para santri mulai kesulitan untuk menjawab setiap problematika mengenai pengeras suara (speaker) yang dialami masyarakat. Kemudian terciptalah sebuah karya tulis yang berjudul al-Qawl al Mufid fi hukmi mukabbiri al Shout fi al masajid. Salah satu karya tulis ulama muda dari tanah banten yaitu Syaikh Imaduddin Utsman al Bantani, ia adalah pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum, dengan tujuan agar para santri dapat membantu menyelesaikan problematika umat yang sedang mereka alami mengenai pengeras suara.

Dalam kitab tersebut penulis menjelaskan tentang berbagai macam hukum menggunakan pengeras suara (speaker) yang berdasarkan ijtihad ulama. Kitab ini memiliki 14 fashol, diantara yang dibahas dalam kitab ininadalah tentang disunnahkan adzan menggunakan pengeras suara (speaker) pada masjid jami’ (masjid yg biasa digunakan shalat jum’at), tetapi jika jarak masjid jami’ itu jauh maka diperbolehkan adzan menggunakan speaker di masjid setempat.

Selain itu dijelaskan pula bahwa jika adzan dari masjid jami’ dengan menggunakan pengeras suara tidak dapat terdengar sedangkan dari masjid tetangga adzan menggunakan pengeras suara dapat terdengar maka tidak disunahkan adzan menggunakan pengeras suara dari masjid itu.

Didalam kitab itu dijelaskan pula sunah adzan menggunakan pengeras suara bagi kafilah (rombongan berkendaraan unta di padang pasir) yang berada di padang pasir.

Tidak diperbolehkan adzan menggunakan pengeras suara (speaker) ketika jama’ah dari masjid jami’ telah melaksanakan shalat berjamaah dan telah keluar dari masjid jami’ itu. Karena dikhawatirkan adanya sangkaan bahwa adzan dari pengeras suara itu penanda dari datangnya waktu shalat yang baru.

Tidak diperbolehkan adzan menggunakan pengeras suara bagi kaum perempuan.

Menggunakan pengeras suara (speaker) luar masjid tidak semestinya digunakan pada waktu shalat kecuali shalat jum’at dikarenakan shalat jum’at merupakan syiar.

Menggunakan pengeras suara(speaker) hendaknya pada bagian dalam masjid pada waktu shalat ketika imam mempunyai ma’mum yang cukup banyak.

Tidak dimakruhkan membaca al-Qur’an didalam masjid dengan menggunakan pengeras suara (speaker) pada bagian dalam masjid. Dengan catatan bacaan itu tidak menggangu jama’ah yang berada didalamnya, ketika jama’ah merasa terganggu maka hukumnya makruh.

Tidak diperbolehkan membaca al-Qur’an pada waktu malam hari dengan menggunakan pengeras suara (speaker) luar setelah tsulusul lail awal sampai datangnya waktu shubuh.

Tidak diperbolehkan meletakan pesawat radio atau semacamnya untuk menyiarkan qur’an dengan suara yang tinggi didalam masjid pada hari jum’at sebelum datangnya imam.

Membaca al-qur’an menggunakan pengeras suara (speaker) pada bagian luar masjid itu bukanlah menghormati atau mengagungkan al-Qur’an. Dikarenakan banyak manusia yang tidak mendengarkan ketika suara al-qur’an itu keluar, bahkan lebih parah lagi ketika banyak yang masih berbincang-bincang tatkala al-qur’an itu dilantunkan.

Diperbolehkan mengajar dengan menggunakan pengeras suara (speaker) pada bagian dalam masjid selain pada waktu shalat.

Tidak diperbolehkan mengumumkan atau mencari barang yang hilang dengan menggunakan pengeras suara masjid.

Diperbolehkan mengumumkan kematian seseorang dengan menggunakan pengeras suara (speaker) didalam masjid.

Itulah beberapa hal yang dibahas dalam kita al Qawl al Mufid fi Hukm Mukabbir al Shaut fi al Masajid.

Dari berbagai macam karya tulis Syaikh Imaduddin Utsman yang menarik kita pelajari diantaranya ialah kitab al-Qowl al mufid ini, dikarenakan kitab ini banyak sekali menerangkan tata cara menggunakan pengeras suara dengan semestinya agar tidak mengganggu kenyamanan dan ketentraman bersama. Untuk mencapai hidup yang lebih baik.

Kitab al-Qawl al mufid ini merupakan salah satu kitab yang mencerminkan kepada kita semua bahwa kemashlatan bersama harus lebih kita dahulukan daripada kepentingan pribadi.

ShareTweetShare
Previous Post

Mengenal Ilmu Manthiq (Logika)

Next Post

Qurban Dan Kepedulian Sosial Kita

Related Posts

Tokoh-Tokoh Fiktif Yang Disebut Dalam Sejarah Hadramaut

11 Desember 2025
352

اَلشَّخْصِيَّاتُ الوَهْمِيَّةُ المذكورة في تاريخ حضرموت

10 Desember 2025
178

Kitab Al-Manhajussawi Karya Ba’Alwi dan Kutipan Palsu: Pelajaran Untuk Gus Ajir Ubaidillah

28 November 2025
646

Pengakuan Akademik Prof. Ahmad Zahro atas Penelitian Genealogi Kiai Imaduddin: Ketelitian yang Mengguncang Kesahihan Nasab Ba Alawi

16 November 2025
434

Imaduddin Utsman Al-Bantani Membongkar Kepalsuan Nasab Ba’alwi

17 September 2025
343

Khurafat Habaib Ba‘Alawi: 9 Klaim yang Perlu Diwaspadai

31 Agustus 2025
1.1k

إثبات الشيخ احمد بن محمد بن علوي المالكى لا يؤثر لبطلان نسب با علوي

24 Agustus 2025
443

جواب عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي لمقدمة أحمد بن عوض العماني في كتابه الكشف الستار عن الدلائل والآثار

30 Juli 2025
331

Jawaban KH Imaduddin Utsman Al-Bantani untuk Dr Muhammad bin Abu Bakar Bazdib Tentang Nasab Ba’alwi Yang Batil dan Aneh

22 Juli 2025
1.5k

اَلجَوَابُ النَجِيبُ من عمادالدين عثمان البنتني للدكتور محمد بن أبي بكر باذيب حول نسب باعلوي الباطل الغريب

22 Juli 2025
469
Next Post

Qurban Dan Kepedulian Sosial Kita

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Sejarah

الحمض النووي يجوز استخدامه لنفي النسب ولا يجوز لإثباته

by Admin
13 Januari 2026
7

(مسئلة)اذا مات أحمد وله ثلاثة ابناء ثم جاء عبيد وادعى انه ابنه من أم أخرى وليس له بينة بزوجية امه...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

الحمض النووي يجوز استخدامه لنفي النسب ولا يجوز لإثباته

17 Perbedaan Ajaran Nahdlatul Ulama dan Ajaran Habaib: Kritik Kepada KH Ma’ruf Khozin Yang Menyatakan Kesamaan Ajaran NU & Baalawi

الاستفادة من الحمض النووي لنفي نسب الدخلاء على نسب النبي صلى الله عليه وسلم واجبة شرعا: رد الشيخ عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي على بعض قرارات مجلس المجمع الفقهي الاسلامي بمكة المكرمة بشأن البصمة الوراثية

Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Al-Jawi Asy-Syafi’i Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

لايجوز إثبات النسب بالشهرة والإستفاضة إذا وجد المعارض: رد الشيخ عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي على الشيخ ابراهيم بن منصور من علماء المملكة العربية السعودية

KH Hafis Gunawan Ketua PWNU Banten di Harlah ke-100 NU: PWNU Banten Terus Adakan Pelatihan dan Kaderisasi NU yang Masif

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
70.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.6k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25