• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home KH Imaduddin al Bantani

Musnad Palsu, Syekh Salim Bin Jindan Dan Pendapat Ulama Yaman Tentangnya

by Admin
7 Juni 2024
in KH Imaduddin al Bantani, Kitab, Opini, Pustaka, Tokoh, Ulama
4 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Syekh Salim bin Jindan, adalah ulama Ba’alwi pertama yang menyebut dalam kitabnya bahwa Walisongo adalah keturunan Ba’alwi. Walisongo dalam manuskrip-manuskrip tua Nusantara abad 17 disebut merupakan keturunan Syekh Jumadil Kubro terus tersambung ke Musa al Kadzim. Namun sekitar tahun 1940-an baru ditulis oleh ulama Ba’alwi semacam Syekh Salim bin Jindan bahwa Walisongo berasal dari keluarga Ba’alwi. Lalu bagaimana ulama Ba’alwi yang tinggal di Yaman menilai sosok Syekh Salim bin Jindan yang banyak menulis kitab-kitab nasab itu.

Doktor Muhammad Badzib dalam Akun Media Sosial Saluran Telegramnya yang diposkan tanggal 16 Mei 2024 menyebutkan bahwa kitab-kitab Syekh Salim bin Jindan “la yuhtajju biha wala yu’tamadu alaiha” (tidak dapat dijadikan dalil dan tidak dapat dijadikan pegangan). Doktor Badzib mengutip pendapat Abdullah Alhabsyi dalam kitabnya “Maashadir al fikri al Islami fi al Yaman”.

Abdullah Muhammad Al-Habsyi menyebut bahwa kitab-kitab Syekh Salim bin Jindan tidak baerfaidah dan dalam kitab-kitab itu ada “Mujazafah” (ucapan kacau dan tanpa referensi); didalamnya pula ada “al-khaltu” (ucapan rusak dan igauan orang yang tidak sadar) (h. 558).

Selain Abdullah Al-Habsyi, menurut Badzib, Sagaf Ali al Kaf pun berpendapat yang sama, bahwa kitab-kitab Syekh Salim bin Jindan dalam ilmu nasab penuh dengan “akadzibu la yu’tamadu alaiha” (kedustaan dan tidak dapat dijadikan pegangan).

Baca Juga

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

Tedi Isyaratkan Ada Reshuffle Kabinet, Kiai Imad Usul Presiden Copot Nusron Terkait Korupsi Kuota Haji

Selain kedua ulama itu, masih banyak ulama lain yang menilai kitab-kitab Syekh Salim bin Jindan dalam nasab sebagai kitab-kitab yang tidak bermutu. Badzib menyebut juga seorang ulama yang bernama Masyhur bin Hafidz yang menyatakan bahwa Syekh Salim bin Jindan adalah seorang “hatibu lailin” (orang yang berbicara dengan semua yang terlintas dalam benaknya). Dan seorang peneliti bernama Ziyad al Taklah dan Doktor Sa’id Tulah keduanya mempunyai tulisan tentang Salim bin Jindan dan khyalan-khayalannya dalam menciptakan sanad-sanad hadits yang tidak berdasar.

Menurut Badzib, seorang professor dan pengacara, Fu’ad Tarabulsi menceritakan kepadanya, bahwa nama-nama yang disebut oleh Ibnu jindan dalam kitabnya-kitabnya banyak nama-nama fiktif “la wujuda laha” (tidak ada wujudnya). Badzib menyebutkan contoh: Syekh Salim bin Jindan menyebut bahwa sebagian dari guru-gurunya adalah seseorang yang disebut sebagai anak Al allamah Jamaluddin al Qasimi al Dimisyqi. Orang ini sama sekali tidak pernah ada yang tahu sebagai bagaian dari keluarga Al Qasimi. Keluarga Al Qasimi sendiri tidak mengenalnya.

Syekh Salim bin Jindan pula, menurut Badzib, memperlihatkan adanya kitab-kitab musnad keluarga Ba’alwi dan mengatakan bahwa kitab musnad itu manuskripnya terdapat di perpustakaan “Arif Hikmat”. Kitab-kitab musnad itu, menurut Ba’dzib adalah kitab musnad palsu dan tanpa dasar. Di perpustakaan “Arif Hikmat” yang ia sebutkan itupun tidak ada. Bahkan, di seluruh perpustakaan yang ada di atas muka bumi ini pun tidak ada, kecuali di rumah Salim bin Jindan, Kata Badzib.

Yang dilakukan Syekh Salim bin Jindan Itu, menurut Badzib, dijelaskan oleh teks langka yang terdapat dalam surat pribadi Alwi bin Taher Al-Haddad kepada muridnya Profesor Ali Ba’bud yang menyatakan, bahwa Ibnu Jindan mengidap penyakit Malecholia: ia membayangkan hal-hal yang tidak ada, lalu menduga keberadaannya, kemudian menulis imajinasi itu. Masyarakat yang tidak mengetahui kondisi kesehatannya menerimanya begitu saja sebagai informasi yang dapat dipercaya.

Sayangnya, menurut Badzib, orang-orang yang mengutipnya tidak berusaha untuk mengkonfirmasi dari mana sumber-sumber Syekh Salim bin Jindan ketika menulis kitabnya itu. Jika mereka melihat lebih dekat, mereka akan menemukan bahwa dia mengutip dari dokumen-dokumen palsu yang baru ditulis, yang ditulis orang-orang fiktif.

Dalam akun Telegramnya itu pula, Badzib memperlihatkan tulisan Aiman Al Habsyi tentang Salim Bin Jindan dengan judul: “Attahdir Min Ansab Ibni Jindan” (peringatan tenang nasab-nasab Ibni Jindan). Dalam tulisannya itu, Aiman diantaranya menyatakan bahwa ia bertanya kepada pamannya, Abu Bakar bin Ali al Masyhur, tentang kitab-kitab Ibnu Jindan, lalu pamannya menyatakan bahwa ia bertanya kepada Abdul Qadir Ahmad al Saqaf, maka ia berkata: “Salim bin Jindan orang baik, tetapi pendapatnya dalam nasab dan sejarah tidak boleh menjadi pegangan”.

Aiman al Habsyi pada mulanya hendak men-tahqiq kitab karya Syekh Salim bin Jindan yang berjudul “Al Dur al Yaqut”, ketika melihat didalamnya penuh dengan “musibah besar”, maka ia mengurungkan niyatnya. Bahkan, menurut Aiman, dalam kitabnya tersebut nasab-nasab Ba’alwi pun banyak “musibah besar”.

Dari uraian di atas, penulis mengajak kita semua untuk berhati-hati membuat kesimpulan ilmiah tanpa sumber-sumber yang kuat. Seperti kesimpulan Walisongo adalah keturunan Ba’alwi berdasarkan kitab-kitab Syekh Salim bin Jindan, sementara para ahli dibidangnya berpendapat bahwa Salim bin Jindan ketika meriwayatkan berita tentang nasab dan sejarah tidak dapat diterima. Ia banyak memetik riwayat nasab dan sejarah itu dari ruang hampa tanpa adanya sumber. Termasuk riwayat Syekh Yasin Padang yang menjelaskan tentang Syaikhona Khalil Bangkalan yang diterima dari Salim bin Jindan. Harus benar-benar dikaji dengan logika ilmiah dari mana Syekh Yasin Padang menerima banyak sekali riwayat tentang nasab dan guru-gurunya. Jika ia mendapatkannya hanya dari satu pintu, yaitu pintu Salim bin Jindan, maka yang demikian itu masuk dalam apa yang disebut oleh Aiman Al-Habsyi sebagai “musibah besar.

Begitupula tentang cerita hayal adanya sanad-sanad hadits keluarga Ba’alwi atau kitab-kitab musnad, semuanya telah diakui oleh pakar sejarah Yaman sendiri, semisal Badzib, bahwa kitab-kitab itu tidak pernah ada.

Penulis: Imaduddin Utsman Al Bantani

ShareTweetShare
Previous Post

KH. Tb. Hamdi Ma’ani Rusjdi Mata Hati Nahdlatul Ulama dari Menes

Next Post

Negara, Kelola Tambang dan NU

Related Posts

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

25 April 2026
42

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

22 April 2026
125

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

21 April 2026
47

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

18 April 2026
58

Tedi Isyaratkan Ada Reshuffle Kabinet, Kiai Imad Usul Presiden Copot Nusron Terkait Korupsi Kuota Haji

10 April 2026
91

Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

9 April 2026
71

Sinopsis Kitab: AL-FATḤ AL-MUNĪR FĪ SYARḤ MANẒŪMAH AL-TAFSĪR

8 April 2026
68

Muktamar NU 2026 and The Art of Letting Go

7 April 2026
40

Sinopsis Kitab Manāhij at-Tajdīd fī Naqd ar-Riwāyah fī al-Ḥadīth wa at-Tafsīr wa at-Tārīkh wa al-Ansāb Karya Syaikh Imaduddin Ustman al-Bantani

5 April 2026
82

Dari Perjalanan Menuju Ilmu, Menyerap Wasiat Seorang Guru (Sinopsis Kitab Al-Aqwal al-Munirah karya K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani)

5 April 2026
46
Next Post

Negara, Kelola Tambang dan NU

Paling Banyak Dilihat

KH Imaduddin al Bantani

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

by Admin
25 April 2026
42

Pada tanggal 21 April 2026, Riziq Syihab membuat sebuah video yang menjelaskan silsilah keluarganya dengan judul “Pemaparan Silsilah Keluarga Datuk...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
70.8k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.9k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.3k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25