• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Pangeran Diponegoro Putra Sultan Yang Dididik Para Ulama Menjadi Tokoh Bangsa

by Admin
19 Juli 2023
in Uncategorized
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Ada berita kalau Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengusulkan akan memindahkan makam Pangeran Diponegoro yang ada di Makassar ke Yogyakarta.

Usulan Prabowo soal pemindahan makam Pangeran Diponegoro disampaikan saat rapat kerja nasional (Rakernas) XVI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (13/7/2023).

Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan izin, khususnya pada masyarakat Sulsel untuk pemindahan makam Pangeran Diponegoro.

Pemindahan makam Pangeran Diponegoro ke Jogja tidak mungkin terjadi, sebab kata Raden Hamzah keturunan kelima Pangeran Diponegoro, yang juga menjadi penjaga makam, “Sebelum Pangeran Diponegoro wafat sudah perpesan agar dimakamkan ke Kota Makassar.”

Baca Juga

Menjawab Tuduhan Tasawuf Sesat

Adab Dalam Dzikir

PWNU Banten Siap Dukung Seluruh Program PBNU

Mengenal Syekh Yaqut Arsy

Istiqomah Dengan Madzhab Ahli Sunnah Wal Jama’ah

Pemindahan makam Pangeran Diponegoro ke Jogja tidak mungkin terjadi.

Sontak saja, pemberitaan tersebut memicu kegaduhan di jagat dunia maya, dunia medsos.

Berita ini juga ditanggapi oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X. “Kalau Saya, nggak usah,” terang Sultan saat ditemui wartawan di Jogja, Jumat (14/7/2023).

Mari kita tengok lagi sejarah bangsa Indonesia dimana para tokoh-tokoh Pahlawan kemerdekaan banyak hasil didikan oleh para ulama Nusantara, satu diantaranya Abdul Hamid, sebagaimana yang pernah ditulis oleh Dr. Sudjatmoko yang pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Tokyo Jepang.

Ada seorang santri juga penganut tarekat yang sangat ditakuti penjajah Belanda bernama Abdul Hamid. Lahir di Dusun Tegalrejo, kecamatan Tegalrejo Yogyakarta, 11 November 1785.

Abdul Hamid pertama kali mondok di Tegalsari Jetis Ponorogo kepada KH. Hasan Besari. Kemudian ngaji kitab kuning kepada Kiai Taftazani Kertosuro.

Ngaji tafsir Jalalain kepada KH. Baidlowi Bagelen. Kiai Baidlowi wafat dimakamkan di Glodegan Bantul Yogyakarta.

Terakhir Abdul Hamid ngaji ilmu hikmah kepada KH. Nur Muhammad Ngadiwongso Salaman Magelang.

Abdul Hamid adalah putra Sultan Hamengkubuwono ke-III dari istri Pacitan Jawa Timur. Nama lengkapnya Kiai Haji Bendoro Raden Mas Abdul Hamid Ontowiryo Mustahar Herucokro Senopati Ing Alogo Sayyidin Pranotogomo Amirul Mukminin Khalifatullah Tanah Jawi Pangeran Diponegoro Pangeran Goa Selarong.

Tetapi lebih populer dengan panggilan Pangeran Diponegoro.

Pangeran Diponegoro sangat pemberani dalam berperang melawan penjajah Belanda selama lima tahun 1825-1830.

Pangeran Diponegoro wafat dan dimakamkan di Kampung Melayu Wajo Makassar Sulawesi Selatan dekat pantai Losari.

Tepat pada tanggal 28 Maret 1830, Pangeran Diponegoro berhasil ditangkap Belanda di Magelang. Diponegoro diundang oleh Letnan Hendrik Merkus de Kock ke wisma Karesidenan di Magelang untuk menandatangani perjanjian perdamaian dan mengakhiri permusuhan. Beliau ditangkap karena kebuntuhan dalam negosiasi setelah menolak untuk mengakui statusnya sebagai pemuka agama umat Islam se Pulau Jawa.

Lalu Pangeran Diponegoro diasingkan ke Manado. Setelah itu dipindahkan ke Makassar, Pangeran Diponegoro menjalani masa pengasingan hingga meninggal dunia 8 Januari 1855 di Makassar.

Penulis: Nurul Azizah, penulis buku Muslimat NU Militan Untuk NKRI, minat hub 0851-0388-3445

ShareTweetShare
Previous Post

Muhammadiyah Itu NU, Kalau Dirujuk Dari Kitab Asalnya

Next Post

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

Related Posts

Menjawab Tuduhan Tasawuf Sesat

25 Mei 2023
441

Adab Dalam Dzikir

7 Juni 2022
213

PWNU Banten Siap Dukung Seluruh Program PBNU

12 April 2022
210

Mengenal Syekh Yaqut Arsy

25 Maret 2022
403

Istiqomah Dengan Madzhab Ahli Sunnah Wal Jama’ah

10 Januari 2022
127

Mendakwahi Diri Dan Dakwah Tauladan

21 November 2021
148

Dalailu al-Ihtifali ‘Ala Maulidi Rasulillah SAW

12 Oktober 2021
124

RMI Cetak Santri Jago Digital Melalui Kompetisi 4.0

12 Juli 2021
81

Hibah Dan Litigasi Pesantren

25 Juni 2021
104
Next Post

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

Paling Banyak Dilihat

Berita

Gemilang di MTQ Banten, Santri Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Borong Juara Pertama Cabang Lomba Kitab Kuning

by Admin
23 Juli 2026
15

​TANGERANG — Santri Pondok Pesantren Salafiyah Nahdlatul Ulum, Kresek, Kabupaten Tangerang, kembali menunjukkan keunggulannya dalam penguasaan literasi keislaman klasik di...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Gemilang di MTQ Banten, Santri Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Borong Juara Pertama Cabang Lomba Kitab Kuning

PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.5k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.1k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.5k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25