• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Pojok Kaum Proletar

Kemerdekaan yang ke-76 tentu kita melihatnya tidak parsial adalah terbebaskannya dari ketertindasan dan belenggu kekejaman sistem penjajahan. Patut disyukuri, hari ini kita menjadi manusia merdeka.

by Hamdan Suhaemi
7 September 2021
in Opini
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Kyai M. Hamdan Suhaemi

Harinya kaum proletar adalah hari kesusahan, kesedihan dan kemiskinan. Miskin tanpa aset, tanpa kapital dan juga miskin secara struktur sosial. Yang terasa, keterpinggiran dari pengakuan sosial, keterasingan dari sistem nilai sosial. Kondisi sosial kaum ini dalam pandangan pengamat sosial Boy Raja Marpaung, bahwa strata kasta kehidupan sosial atau kelas-kelas masyarakat yang ada, proletar merupakan kelas yang paling bawah.

Jika kita mengingat di buku pelajaran sosiologi maka akan ada gambaran kelas-kelas masyarakat. Gambaran yang berbentuk piramida dan di bagi menjadi tiga bagian yakni, kelas di bagian teratas, kelas menengah dan kelas bawah. Proletar menempati bagian terbawah dari bagian kelas terbawah tersebut. Proletar atau kelas yang terbawah dari strata kehidupan sosial dan sisanya merupakan kaum borjuis dan kaum pemilik modal.

Proletar atau proletariat ini berasal dari kata latin proles yang artiannya kelas sosial rendah. Maka kaum proletar ini sering disamakan dengan para buruh, buruh tani, petani, gelandangan dan kaum miskin kota, karena merekalah yang menempati bagian terbawah dari segitiga piramida tadi. Namun dalam sejatinya kaum proletar ini merupakan kelas terbawah yakni mereka yang hanya mengandalkan otot nya atau sering kita sebut buruh.

Kemerdekaan yang ke-76 tentu kita melihatnya tidak parsial adalah terbebaskannya dari ketertindasan dan belenggu kekejaman sistem penjajahan. Patut disyukuri, hari ini kita menjadi manusia merdeka. Meski masih kita dapati ketersingkiran beberapa anak negeri ini dari limpahan kemerdekaan, di saat negara tengah memasuki situasi liberalisme ekonomi dan demokrasi liberal.

Kita tengok di pojok-pojok keterasingan kaum proletar tanpa kapital, tanpa kerja, tanpa penghasilan tengah meratapi nasib dan harapan hidup. Mang Becak, Bibi pembantu rumah tangga, mang petukang, mang buruh, abang bakso, mang pedagang sate, jompo-jompo yang masih terserak di sudut-sudut kehidupannya. Mereka tegar, tanpa keluh meski bercucur peluh. Hidup memang terus diperjuangan tapi tidak untuk nilai. Mereka hanya untuk menyambung nafas.

Terjangan virus ini semakin meluruskan kegetiran hidup mereka. Sudahlah susah untuk makan, susah untuk kebutuhan sandang dan papan, mereka juga tengah menghadapi bayang-bayang hitam kematian. Kita melihatnya dengan menggigit jari kuat-kuat.

Baca Juga

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk”

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah

Gema Takbir Iduladha di Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Banten Berlangsung Khidmat

Implikasi Pernyataan Gus Yahya: “NU Tidak Boleh Ingkar Nasab Baalwi”

Serang 7-9-21

Tags: HebitrenKaum ProletarNahdliyyinperda pesantrenPesantrenPWNU BantenRMI BantenRMI PWNU BantenRMI-NUrminuUlama Banten
ShareTweetShare
Previous Post

Dana Hibah Pesantren Banten Dibatalkan, Ketua RMI: Bukan Keputusan Ksatria

Next Post

Penceramah Bukan Mufti

Related Posts

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

3 Juni 2026
38

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk”

31 Mei 2026
53

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah

29 Mei 2026
125

Gema Takbir Iduladha di Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Banten Berlangsung Khidmat

28 Mei 2026
30

Implikasi Pernyataan Gus Yahya: “NU Tidak Boleh Ingkar Nasab Baalwi”

28 Mei 2026
73

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi bin Yahya

14 Mei 2026
125

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt

14 Mei 2026
54

Kisah Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang Mendapat Bintang Salib Dari Penjajah Belanda

4 Mei 2026
243

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

1 Mei 2026
238

The Beginning of Baalwisasi-Yamanisasi: Penyelewengan Definisi Habib dan Ahlul Bait

29 April 2026
82
Next Post

Penceramah Bukan Mufti

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Berita

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

by Admin
5 Juni 2026
16

بقلم عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي (رئيس لجنة الفتوى في مجلس علماء اندونيسيا في محافظة بنتن)کتاب الروض الجلي في...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

Kitab “Al-Raudh Al-Jali fi Nasab Bani Alawi” yang Dinasabkan kepada Imam Murtadha Al-Zabidi adalah Kitab Palsu dan Manhul

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

Kitab “Abna’ al-Imam fi Misr wa asy-Syam al-Hasan wal-Husain” adalah Kitab Palsu dan Manhul

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.1k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.4k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25