• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Berita

PWNU Apresiasi Fatwa MUI Banten Terkait Baca Al-Qur’an di Trotoar

Sebenarnya tanpa fatwa pun kita faham bahwa aktifitas yang mengganggu fasilitas umum itu tidak boleh. Mungkin untuk mengingatkan yang lupa, MUI Banten mengeluarkan fatwa itu. Kami dari PWNU mengapresiasi fatwa itu, dan memang menurut kami hukumnya memang begitu.

by Admin
25 April 2022
in Berita, Ulama
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Serang Kota–Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Banten, KH. Bunyamin Hafidz apresiasi fatwa Majlis Ulama Indonesia (MUI) Banten terkait mengaji atau membaca al-Qur’an di atas trotoar dengan alasan utama menganggu pengguna jalan kaki dan dapat menyebabkan kecelakaan. Menurut Kiai Bunyamin, sebetulnya tanpa fatwapun seharusnya dimengerti bahwa mengganggu fasilitas umum itu tidak boleh.

“Sebenarnya kan, tanpa fatwa pun kita faham bahwa aktifitas yang mengganggu fasilitas umum itu tidak boleh. Mungkin untuk mengingatkan yang lupa, MUI Banten mengeluarkan fatwa itu. Kami dari PWNU mengapresiasi fatwa itu, dan memang menurut kami hukumnya memang begitu”, papar Kiai Bunyamin, Ahad, 24/04/2022.

Kiai Bunyamin juga berharap fatwa ini bisa dijadikan pedoman kaum muslimin di Banten dan daerah lainnya.

“Semoga umat Islam di Banten khususnya bisa menjadikan fatwa ini sebagai pedoman dalam beramal”, tutupnya.

Baca Juga

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi

Kisah Sahabat yang Shalatnya Harus Diulang Berkali-kali atas Perintah Rasulallah ﷺ

Melawan Hegemoni Ba’alwi: Menuju Dekolonisasi Mental Pesantren

PBNU Umumkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

PWNU Banten Salurkan Bantuan Air Minum Cibaduy ke Posko Mudik Banser Tangerang

Sebelumnya Komisi Fatwa MUI Banten mengeluarkan Fatwa nomor 2 tahun 2022 yang ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris komisi Fatwa MUI Banten, KH. Imaduddin Utsman dan Kiai Ahmad Irsyad Al Faruq, diketahui oleh KH.Tubagus Hamdi Ma’ani dan KH. Endang Saeful Anwar sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Umum MUI Banten.

Keputusan komisi fatwa MUI Banten tidak tidak mutlak haram, tapi dua hukum, yaitu makruh ada haram.

Dalam fatwa itu disebutkan Membaca al-Qur’an di trotoar hukumnya makruh jika trotoar masih bisa digunakan sebagai akses jalan, illat (alasan, red.) dari pemakruhannya adalah ihanah, yaitu termasuk tidak mengagungkan al-Qur’an, pendapat ini diantaranya adalah pendapat dari Syekh Nawawi al-Bantani, guru para ulama di Indonesia; illat kedua pemakruhan itu adalah membuat pengguna jalan tidak nyaman.

Sedangkan hukum membaca al-Qur’an di atas trotoar bisa menjadi haram juga dengan dua illat, pertama jika dengan sebab adanya jamaah membaca al-Qur’an itu pejalan kaki samasekali tidak bisa lewat di atas trotoar tersebut, sehingga untuk dapat berjalan ia harus ke jalan raya yang sangat beresiko tertabrak kendaraan yang lewat.

Alasan kedua membaca al-Qur’an di atas trotoar haram adalah pendapat ulama Darul ifta mesir, bahwa jika ada orang yang sedang mengerjakan kegiatan lalu kita membaca al-Qur’an di dekatnya, laku ia bisa mendengar bacaan kita tapi tidak bisa menyimak dengan hormat bacaan al-Qur’an itu, maka yang berdosa bukan orang yang tidak menyimak itu, tapi yang berdosa adalah yang membaca al-Qur’an, karena ia yang menyebabkan orang lain tidak memperhatikan al-Qur’an dengan hormat.

Editor: Kang Diens

ShareTweetShare
Previous Post

MUI Banten Keluarkan Fatwa Haram Membaca Al-Quran Di Atas Trotoar

Next Post

RMI 29 Kecamatan Se-Kab. Serang, Gelar Bukber Dan Santunan Anak Yatim

Related Posts

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi

18 April 2026
26

Kisah Sahabat yang Shalatnya Harus Diulang Berkali-kali atas Perintah Rasulallah ﷺ

26 Maret 2026
69

Melawan Hegemoni Ba’alwi: Menuju Dekolonisasi Mental Pesantren

25 Maret 2026
71

PBNU Umumkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

19 Maret 2026
157

PWNU Banten Salurkan Bantuan Air Minum Cibaduy ke Posko Mudik Banser Tangerang

17 Maret 2026
34

“Dari Masjid untuk Indonesia”, Posko Mudik DMI di Kab. Serang Layani Pemudik Hingga Sepekan Usai Lebaran

14 Maret 2026
38

Meluruskan Sejarah NU Yang Ditikung

12 Maret 2026
92

Ansor Kota Tangerang Kirim Surat Resmi ke Kapolres, Tegaskan Penolakan RJ dan Desak Penahanan Tersangka Kasus Ridha

3 Maret 2026
74

MELEPAS BAHAR SMITH POLRES METRO TANGERANG KOTA ADA APA?

25 Februari 2026
125

Alidin Assegaf Tegas Walisongo Dan Keturunannya Bukan Marga Habib B Alwi: Riziq Syihab Tetap Mengemis Keturunan Walisongo Agar Percaya Bahwa Mereka Adalah Ba Alwi

24 Februari 2026
180
Next Post

RMI 29 Kecamatan Se-Kab. Serang, Gelar Bukber Dan Santunan Anak Yatim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

KH Imaduddin al Bantani

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

by Admin
25 April 2026
33

Pada tanggal 21 April 2026, Riziq Syihab membuat sebuah video yang menjelaskan silsilah keluarganya dengan judul “Pemaparan Silsilah Keluarga Datuk...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
70.8k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.9k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.3k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25