• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home KH Imaduddin al Bantani

Ronsen Kuburan: Wali Atau Dukun

by Admin
13 Oktober 2023
in KH Imaduddin al Bantani, Santri, Tokoh, Ulama
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Berdusta bermimpi sesuatu, padahal ia tidak bermimpi sesuatu itu, lebih besar dosanya daripada berdusta biasa. Karena, ketika ia berdusta tentang mimpi, maka ia berdusta kepada Allah Swt, karena mimpi merupakan bagian dari nubuwwah.

Begitu pula jika seseorang mengatakan bahwa ia dapat melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat orang lain padahal ia tidak melihat apapun, maka yang demikian itu merupakan kedustaan yang paling besar di sisi Allah Swt.

عن ابن عمر رضي الله عنهما قال: قال النبي صلى الله عليه وسلم : «أَفْرَى الفِرَى أن يُرِيَ الرجل عينيه ما لم تَرَيَا».

“Sesungguhnya kedustaan yang paling dusta adalah ia mengesankan bahwa kedua matanya melihat sesuatu (yang sebenarnya) tidak ia lihat”. HR. Bukhari.

Baca Juga

Telah Terbit Buku Kiai Imad 1000 Halaman Lebih: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

Banyak dukun yang mengaku dapat meronsen sebuah kuburan leluhurnya yang telah dimakamkan ratusan tahun yang lalu. Sebenarnya ia tidak melihat apapun kecuali hanya dusta semata. Kedustaan itu dapat dibuktikan dengan, misalnya, ia salah dalam menebak alias dari leluhurnya, padahal alias itu silsilahnya tidak sama dengan silsilah leluhurnya. Misalnya lagi, Ia menebak suatu kuburan yang katanya itu kuburan leluhurnya dengan alias dari nama tokoh tertentu di suatu kota, padahal tokoh itu makamnya sudah ada di kota yang lain.

Di zaman sekarang, banyak dukun yang ingin manusia percaya bahwa ia ahli sufi dan ahli tarikat. Ia ingin orang percaya dirinya telah mencapai derajat kewalian, padahal ia hanya seorang dukun yang dalam jiwanya hanya ada nafsu duniawi dan kemasyhuran. Ia tidak menjalankan hidup seperti ulama pewaris Nabi Muhammad Saw; ia tidak mengajar santri; ia tidak membimbing orang awam dalam pengajian praktik ibadah; ia hanya membentuk jama’ah spiritual yang diberikan ceramah-ceramah berupa cerita-cerita dan dongeng-dongeng para wali seraya mengesankan pada jama’ahnya bahwa ia telah mencapai derajat seperti wali yang ia ceritakan; biasanya ia menjaga sikap wibawa dengan penampilan yang membuat kesan khusus kepada jama’ah, tidak layaknya seperti para kiai yang bersikap apa adanya dan egaliter. Dengan itu semua, kemudian jama’ahnya menjelma menjadi pengikut yang loyal pada dirinya dengan doktrin-doktrin sebelah pihak. Para jama’ah ini setiap waktu berharap ia mendapat keberkahan karena mengikutinya; walau tanpa ilmu apapun yang didapatkan yang membebaskannya dari kebodohan.

Tidak hanya sampai di situ, ia menceritakan hal-hal gaib pada pengikut setianya tentang keramat-keramatnya agar ditulis dan disebarkan kepada jama’ah. Cerita-cerita dusta sang dukun itupun kemudian dikemas menjadi konten di media sosial. Akhirnya, kisah-kisah itu bukan hanya dikonsumsi jama’ahnya, tetapi juga masyarakat secara luas. Semakin hari, jamaahnya semakin banyak. dan orang bodoh akan mengatakan, bukti bahwa ia seorang wali adalah jama’ahnya yang begitu banyak dalam setiap majelisnya. Padahal untuk yang demikian itu, sebuah grup musik pun dapat melakukannya. Apakah grup Slank itu anggotanya adalah para wali kekasih Allah, hanya karena setiap mereka pentas penonton dan muhibbin-nya ribuan? Lihat kaum yahudi bagaimana mereka menghormati pendeta mereka, apakah dengan itu berarti pendeta yahudi itu diridhoi Allah Swt? Tidak, sodare! Itu hanya gula-gula dunia. Yang tahu wali itu hanya Allah Swt. Orang lain menyebut wali itu hanya husnudzon saja, atau malah kesalahan semata, hakikatnya bisa jadi malah ia adalah musuh Allah swt. Apalagi jika tirai kedustaannya telah tersibak nyata.

Ada ciri-ciri kewalian yang diberitakan al-Qur’an dan bisa dirasakan oleh seseorang. Dan itu yang tahu hanya dia dan Allah. Yaitu ketika dalam setiap usaha yang kita lakukan selalu berniat baik kepada semua orang, dan dalam menjalankan kebaikan itu ia tidak ada rasa takut dan sedih: tidak takut ke depan akan ada resiko dalam memperjuangkan kebaikan dan kebenaran; tidak sedih akan yang telah menimpanya dari perjuangan itu. Itulah ciri kewalian utama. Jika dalam gerakmu selalu berniat baik; tiada rasa takut dan sedih; ketahuilah engkau telah memiliki ciri utama dari seorang wali Allah. Inilah yang diberitakan al-Qur’an tentang ciri kewalian.

Ciri wali yang lain yang diberitakan al-Qur’an adalah: ia selalu memasrahkan urusan kepada Allah. Dalam suka dan duka, dalam manis dan getir ia pasrahkan segalanya kepada Allah, ia memohon petunjuk kepada-Nya, sehingga hatinya tidak akan mudah terpengaruh kamuflase Dajjal dan pasukannya dalam menipu umat manusia. Kebaikan palsu yang diiklankan Dajjal akan mudah kau tolak. Kebenaran yang hakiki walau tersembunyi dalam celah yang curam, sulit ditemui orang lain, ketika engkau mendapatinya, engkau akan langsung mengenali tanpa ragu bahwa itulah kebenaran hakiki. Kebenaran yang hakiki itu datang dari Tuhan-mu, maka janganlah engkau termasuk orang-orang yang ragu.

Penulis: Imaduddin Utsman al-Bantani

Editor: Didin Syahbudin

Tags: ba alawiba alawi rungkadBa Alwibahar bin smithbin yahyabudaya nusantraDzuriyyahDzuriyyah Nabihabaibhabibhaluhanif alatasHRSisnad palsuKeturunan Nabiketurunan palsuKeturunan Rasulullahmakammakam palsumanuskripNasabnasab palsunasab rungkadpemalsuan nasabpemalsuan silsilahpembelokan sejarahpembongkaran makamRasulRasulullah SAWrekomendasi kepada negararumail abbasrungkadsanad ilmusejarah keratonSilsilah Habibsilsilah nasabsitus budayasumodiningrattest DNAthoha bin yahyaUbaidUbaidillahulamautsman bin yahya
ShareTweetShare
Previous Post

Ba ‘Alawi Dan Kebo Kiai Slamet

Next Post

Jawaban Untuk Gus Rumail Di Padasuka TV

Related Posts

Telah Terbit Buku Kiai Imad 1000 Halaman Lebih: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia

29 Juli 2026
61

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

16 Juli 2026
221

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

6 Juli 2026
158

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

4 Juni 2026
94

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

3 Juni 2026
95

Warga NU Wajib menyayangi 86 Marga Keturunan Nabi Muhammad SAW Ini: Laporan Untuk K.H. Miftahul Akhyar

28 Mei 2026
523

Cara Sederhana Memahami Pohon Genetik Y-DNA Bani Hasyim

21 Mei 2026
244

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

25 April 2026
276

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

22 April 2026
851

Kisah Sahabat yang Shalatnya Harus Diulang Berkali-kali atas Perintah Rasulallah ﷺ

26 Maret 2026
130
Next Post

Jawaban Untuk Gus Rumail Di Padasuka TV

Paling Banyak Dilihat

Berita

Telah Terbit Buku Kiai Imad 1000 Halaman Lebih: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia

by Admin
29 Juli 2026
61

Buku ini berjudul lengkap: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia (Kronik Dialektika Ilmiyah Terbongkarnya Kepalsuan Nasab Habaib Kepada Nabi Muhammad...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Telah Terbit Buku Kiai Imad 1000 Halaman Lebih: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia

Tablig Akbar PWI-LS di Pemalang Dipadati Puluhan Ribu Jemaah, Rhoma Irama Serukan Pentingnya Meluruskan Sejarah

Pesantren Nahdlatul Ulum Sabet Seluruh Juara Kitab Kasyifatussaja pada MTQ ke-55 Kabupaten Serang 2026

Gemilang di MTQ Banten, Santri Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Borong Juara Pertama Cabang Lomba Kitab Kuning

PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.5k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.1k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.5k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25