• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Tasawuf Dan Pembebasan

by Admin
15 September 2023
in Opini, Santri
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Latar Permenungan

Memasuki zaman dimana manusia sudah tidak mengikatkan diri pada yang gaib, itu artinya memebebas dengan rasionalitas, meski karena keterpaksaan atau keterasingan memilih yang riil. Manusia punya pilihan bebas dalam memaknai hidupnya meski ditemukan sudah tidak bersama dengan kredo agama. Sebab spiritualitas tidak hanya dari sumbu ajaran agama atau superioritas para utusan Tuhan, melainkan pencarian rasa batin untuk kemudian menuangi ” lobang ” jiwanya.

Kini manusia, sudah tidak tertarik pada substansi dan pendalaman nilai benar dari agama. Agama bisa ternilai dari seberapa banyak ungkapan- ungkapan dan simbol agamis semata. Seperti penggiringan pada “kopong “nya inti ajaran, menjauhkan dari hakikat seoalah tengah mendekatkan pada rontoknya spritualitas agama.

Problem manusia relasinya agama, hidup dan harapan-harapan hidup sepertinya selalu nampak menghindari makna yang benar beragama. Semakin tertarik pada pengakuan-pengakuan interpersonal sebagai yang saleh dan agamis dengan dukungan media online. Miris sekaligus kritik atas kebiasaan-kebiasaan ini yang tercipta melalui proses formalitas dan institusionalisasi agama.

Dasar Tasawuf

Mengenai tasawuf, beberapa sufi menyandarkan pengertian dan dasar-dasarnya kepada ayat-ayat Al-Quran. Ajaran tasawuf diidentikkan dengan ajaran Islam walaupun agama lain juga memiliki hal yang serupa dengan tasawuf. Berikut adalah ayat-ayat Al-Quran yang berkenaan dengan dasar tasawuf menurut para sufi:

QS Al Baqarah : 115

ولله المشرق والمغرب فاينما تولوا فثم وجه اﷲ ان الله واسع عليم

“Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

QS Al Baqarah : 186

و اذا سالك عبادي عني فاني قريب اجيب دعوۃ الداع اذا دعان

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

QS Qof : 16

ولقد خلقنا الانسان و نعلم ما توسوس به نفسه و نحن اقرب اليه من حبل الوريد .

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”

Jalan Tasawuf

Menurut Imam Abu al-Qosim al-Junaidy bahwa jalan tasawuf yang harus diikuti itu dengan paripurna dan lengkap, terutama sesudah melewati kemampuan menguasai kesempurnaan atas aqidah dan syariat.

Tasawuf, dibangun dengan delapan adab dan akhlaq para Nabi, yaitu kedermawanan kanjeng Nabi Ibrahim Alaihissalam ( As), keridhaan Kanjeng Nabi Ishaq As kesabaran kanjeng Nabi Ayyub As, isyarahnya kanjeng Nabi Zakariya As, keterasingan kanjeng Nabi Yahya, pakaian wol ( shuf ) kanjeng Nabi Musa As, pengembaraan kanjeng Nabi Isa As, dan kefakiran ( faqir ila rahmatillahi ) Kanjeng Nabi Muhammad Saw.

Sayidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib Ra ( radliya Allahu anhu ) telah memberi keterangan bahwa jalan tasawuf yang dilalui perlu mengenalinya dengan ilmu batin, dan ilmu batin itu efektifitasnya pada kemanfaatan dan kemaslahatan makhluknya gusti Allah Swt. Sang sayyid ini mengutip sabda Rosulullah Saw.

العلم علمان فعلم باطن في القلب فذلك هو العلم النافع

Yang dimaksud ilmu batin dan tentunya yang bermanfaat menurut ulama sufi adalah salah satu rahasia Allah Swt yang dimasukkan oleh Allah ke dalam hati para kekasihnya ( auliya ) sekali-kali tidak bisa diketahui oleh manusia dan jin,malaikat sekalipun.

Ilmu batin inilah yang kita maksud sebagai petunjuk dalam memasuki dan menapaki jalan tasawuf.

و علّمناه من لدنّا علما

kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi kami.

Tasawuf Mencerahkan

Berawal dari determinasi lingkungan orang beragama acapkali menemukan jawabsn atas permenungannya dari guru,sahabat dan agen ideologis. Memposisiksn sebagai yang terpisah dalam wilayah batiniyah seseorang justeru mengantarkan pada taklidisme buta. Kebenaran selalu tercermin pada kesucian sang figur tertentu.

Dalam ajaran kaum sufi, aqidah adalah yang paling fundamental dijadikan standar baku, dan bersihnya aqidah menjadi syarat memasuki wilayah sufisme yang luas. Kemudian sudah sempurnanya menjalankan syariat, maka sufisme adalah tapal batas dari proses kontemplasi ( muroqobah ila Allahi ) dengan Tuhan.

Baca Juga

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

Menyelaraskan Genetika dan Kitab Suci: Jejak DNA Neanderthal dan Denisovan Pada Manusia Modern

Mendiagnosa NU

Kiai Imad Menerima Titipan Mushaf Al-Qur’an Era Kekaisaran Utsmaniyah dari Gus Hakam Tambakberas

Peluk Sayang Untuk Gus Yahya dan Nahdliyin Kultural: Muktamar 35 Jombang

Dalam perspektif ulama Ahli Sunnah wal Jamaah, tasawuf menghindari zindiq, meluaskan ” wadah ” batiniyah, mengamalkan syariat. Tasawuf yang benar tidak akan keluar dari dasarnya yakni al-Quran dan hadits. Sebab tasawuf adalah jalan menuju kemuliaan dari kehinaanya prahara hidup.

Imam al-Jariri ( wafat 311 H ) yang dikutip dari kitab al-Risalah al-Qusyairiyyah telah mengajarkan ke kita bahwa :

الدخول في كل خلق سنيّ و الخروج من كل خلق دنيّ

Artinya: masuk dalam setiap moral yang luhur dan ke luar dari setiap yang rendah.

Memecah Kedangkalan

Jika ditanya, siapakah orang yang memiliki jiwa merdeka? Merekalah yang kini tengah memasuki jalan tasawuf, dimana mereka melepas belenggu ikatan batin atas manusia untuk kemudian tercurahkan atas Tuhannya.

Waktu bagi mereka ( kaum sufi, ahli tarekat ) adalah rasa manis dan tenang bersama Tuhannya dalam mabuk cinta denganya.

Kemerdekaan yang hakiki yang dirasakan para sufi adalah hikmah dari mujahadahnya mendekati sang pencipta. Karena itulah sang sufi tidak tengah mendiami dangkalnya paham agama. Namun kemahaluasan yang ditarik oleh wilayah ketuhanan yang maha luas.

Orang sekarang seandainya tahu bahwa jalan sufisme adalah jalan lurus menuju hakikat kemerdekaan dan nikmatnya ” bersama ” yang maha agung mungkin akan berbondong-bondong jika saja hal itu cepat diraih dan tampakan yang bagus menggiurkan. Tapi, tasawuf adalah sisi lain dari perjalanan murid-murid sufi menggapai makom kemuliaan dan ketinggian derajat hamba di sisi Tuhannya.

Dalam hidup yang pasti adalah kematian. Sementara kaum sufi dan para murid-murid sufi menikmati kematian sebagai cara untuk bertemu kekasihnya yaitu gusti Allah Swt. Sang pencipta alam semesta.

Oleh : Hamdan Suhaemi
Serang 15 September 2023
Wakil Ketua PW GP Ansor Banten
Ketua PW Rijalul Ansor Banten
Pengurus FKUB Provinsi Banten
Sekretaris Komisi HAUB MUI Provinsi Banten
Idaroh Wustho Jatman Banten

ShareTweetShare
Previous Post

Tabir Keluarga Jadid Mulai Terkuak

Next Post

نسب با علوي نسب باطل لا يعرف في كتب الانساب

Related Posts

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

10 September 2026
17

Menyelaraskan Genetika dan Kitab Suci: Jejak DNA Neanderthal dan Denisovan Pada Manusia Modern

7 September 2026
444

Mendiagnosa NU

4 September 2026
39

Kiai Imad Menerima Titipan Mushaf Al-Qur’an Era Kekaisaran Utsmaniyah dari Gus Hakam Tambakberas

29 Agustus 2026
182

Peluk Sayang Untuk Gus Yahya dan Nahdliyin Kultural: Muktamar 35 Jombang

28 Agustus 2026
316

Istana dan Bisyarah: Dinamika Kepemimpinan K.H. Miftahul Akhyar dan Gus Yahya Jelang Muktamar Ke-35

25 Agustus 2026
61

Maa Adrakamal Ulama: Menjaga Kualitas “Nisbat” Kiai dan Pengurus di Tengah Zaman Fitnah[1]

19 Agustus 2026
88

GUS KIKIN MONCER, PROF NAZAR TERJEGAL GERAKAN PENGARUS-UTAMAAN SANAD LOKAL

17 Agustus 2026
107

Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

13 Agustus 2026
133

Tantangan Muktamar NU ke-35: Masukan dan Harapan Untuk Ketua PWNU dan PCNU

12 Agustus 2026
54
Next Post

نسب با علوي نسب باطل لا يعرف في كتب الانساب

Paling Banyak Dilihat

Berita

Mengenal Dr. Sugeng Pondang Sugiharto, S.P., M.Eng. Peneliti BRIN yang Namanya Mencuat Terkait Y-DNA Bani Hasyim

by Admin
10 September 2026
11

Nama Dr. Sugeng Pondang Sugiharto, S.P., M.Eng. belakangan ini kerap menghiasi lini masa media sosial dan forum diskusi publik di...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Mengenal Dr. Sugeng Pondang Sugiharto, S.P., M.Eng. Peneliti BRIN yang Namanya Mencuat Terkait Y-DNA Bani Hasyim

Dr. Nadine Al-Mewari: Realitas Genetik Klan Ba’alwi Hadhramaut Berada di Haplogroup G, Bukan J1 Quraisy

Ulama Negeri Jiran Malaysia Ustadz Noor Deros: Hujjah Kiai Imad Membatalkan Nasab Habaib Baalwi Kokoh

Pangeran Abdul Nasher Yaman Batalkan Nasab Baalwi

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

RMI PWNU BANTEN DORONG PESANTREN PERKUAT TRANSFORMASI PENDIDIKAN DAN EKONOMI BERBASIS EKOTEOLOGI

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.9k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.2k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.7k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25