• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home KH Imaduddin al Bantani

Teori Gerakan Sosial

Gerakan sosial adalah tindakan-tindakan bersama (collective action) untuk mengadapi tantangan-tantangan kolektif yang didasarkan pada tujuan-tujuan bersama dan solidaritas sosial, dalam interaksi yang berkelanjutan dengan para elit, penentang dan pemegang wewenang.

by Admin
21 Juni 2021
in KH Imaduddin al Bantani, Opini
2 min read
0

KH Imadudin Utsman, MA., - Ketua RMI PWNU Banten

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam bukunya, Power in movement, Social movement and contentius politics, Sydney Tarrow mengemukakan pemikirannya tentang gerakan sosial yang dapat saya sarikan sebagai berikut:

Gerakan sosial adalah tindakan-tindakan bersama (collective action) untuk mengadapi tantangan-tantangan kolektif yang didasarkan pada tujuan-tujuan bersama dan solidaritas sosial, dalam interaksi yang berkelanjutan dengan para elit, penentang dan pemegang wewenang.

Gerakan sosial adalah gerakan yang bersifat menentang yang beroperasi dalam batas-batas legalitas suatu masarakat atau dapat pula bergerak secara ilegal sebagai kelompok underground groups (kelompok bawah tanah).

Tarrow menempatkan gerakan sosial di dalam kategori yang umum tentang politik perlawanan (contentius politics). Politik perlawanan bisa mencakup gerakan sosial, siklus penentangan dan revolusi.

Baca Juga

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk”

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah

Warga NU Wajib menyayangi 86 Marga Keturunan Nabi Muhammad SAW Ini: Laporan Untuk K.H. Miftahul Akhyar

Politik perlawanan terjadi ketika warga biasa sering bergabung dengan orang berpengaruh kemudian terjadi penggalangan kekuatan untuk melawan para elit, pemegang otoritas dan pihak-pihak lawan lainnya. Perlawanan seperti ini biasanya muncul ketika para elit melakukan ketidakadilan sosial atau dianggap tidak menghormati sendi-sendi adat istiadat dan agama. Ketika perlawanan didukung oleh jaringan sosial yang kuat dan digaungkan oleh resonansi kultural dan simbol-aimbol aksi maka politik perlawanan mengarah ke interaksi yang berkelanjutan dengan fihak-fihak lawan dan hasilnya adalah gerakan sosial.

BENTUK-BENTUK AKSI DALAM GERAKAN SOSIAL

Menurut Tarrow, Ada tiga bentuk dasar aksi dalam gerakan sosial: Violence (kekerasan), disruption (gangguan) dan konvensional.

Pertama violence (kekerasan), adalah bentuk aksi yang paling efektif untuk menarik perhatian pihak yang bertugas menjaga tatanan sosial. Bentuk inipula adalah aksi yang paling mudah dilakukan oleh kelompok kecil tanpa memerlukan koordinasi dan kontrol yang rumit.

Yang kedua disruption (gangguan). Aksi ini sebenarnya adalah ancaman kekerasan. Disruption merupakan tampilan nyata dari kekuatan determinasi gerakan. Dengan aksi duduk, berdiri, atau bergerak bersama para demonstrans menunjukan identitas dan memperkuat solidaritas mereka. Pada saat yang sama aksi mereka memberikan kesadaran kepada komunitas di luar mereka dan memaksa lawan untuk memperhatikan tuntutan mereka. Aksi disruption ini dilakukan oleh Mahatma Ghandi dalam menentang kolonialisme Inggris di India.

Aksi semacam ini juga sering dilakukan mahasiswa dengan menyandera mobil pertamina dalam tuntutan menurunkan harga BBM. Juga dilakukan oleh buruh dengan memblokade jalan tol Bandara dsb.

Yang ketiga adalah bentuk aksi konvensional yaitu dengan bentuk demontrasi damai. Taktik konvensional ini sangat minim resiko dan hanya memerlukan sedikit komitmen.

ShareTweetShare
Previous Post

Tiga Peran Strategis Dan Fungsi KPBB

Next Post

Sambutan Ketua RMI PWNU Banten Dalam RAKER RMI Banten Yang Ke-1

Related Posts

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

4 Juni 2026
24

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

3 Juni 2026
38

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk”

31 Mei 2026
53

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah

29 Mei 2026
125

Warga NU Wajib menyayangi 86 Marga Keturunan Nabi Muhammad SAW Ini: Laporan Untuk K.H. Miftahul Akhyar

28 Mei 2026
221

Gema Takbir Iduladha di Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Banten Berlangsung Khidmat

28 Mei 2026
30

Implikasi Pernyataan Gus Yahya: “NU Tidak Boleh Ingkar Nasab Baalwi”

28 Mei 2026
73

Cara Sederhana Memahami Pohon Genetik Y-DNA Bani Hasyim

21 Mei 2026
195

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi bin Yahya

14 Mei 2026
125

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt

14 Mei 2026
54
Next Post

Sambutan Ketua RMI PWNU Banten Dalam RAKER RMI Banten Yang Ke-1

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Berita

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

by Admin
5 Juni 2026
16

بقلم عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي (رئيس لجنة الفتوى في مجلس علماء اندونيسيا في محافظة بنتن)کتاب الروض الجلي في...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

Kitab “Al-Raudh Al-Jali fi Nasab Bani Alawi” yang Dinasabkan kepada Imam Murtadha Al-Zabidi adalah Kitab Palsu dan Manhul

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

Kitab “Abna’ al-Imam fi Misr wa asy-Syam al-Hasan wal-Husain” adalah Kitab Palsu dan Manhul

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.1k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.4k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25