• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Berita

Terbangunnya Kesadaran Pribumi Dengan Ilmu dan Akhlak

by Admin
14 Mei 2023
in Berita, Biografi, KH Imaduddin al Bantani, Kisah, Kitab, Manuskrip, Opini, Tokoh, Ulama
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Hamdan Suhaemi

Sudah lama anak negeri ini dijajah, ratusan silam dalam tekanan dan ketakutan. Begitu merdeka ternyata tidak merdeka seutuhnya, fisik boleh merdeka dari belenggu penjajahan Belanda atau penjajahan Jepang, tetapi pemikiran sepanjang sejarahnya selalu dipasung oleh anak negeri sendiri. Ketidaksukaan karena berbeda selalu menyeruak dibalik itu. Beda paham selalu jadi musuh atas paham tersebut, begitu seterusnya.

Kita ini bangsa yang plural, bukan hanya keyakinan, kepercayaan tetapi juga warna kulit, bukan hanya bahasa tetapi juga adat istiadatnya, semuanya dalam titik perbedaan masing-masing, tetapi disatukan oleh tekad bersama, disatukan oleh nasib yang sama, disatukan pula oleh cita-cita bersama. Dasar inilah bangsa Indonesia disatukan dalam payung bhineka tunggal Ika, sebagai falsafah yang tumbuh dari saripati kehidupan bangsa -bangsa Nusantara.

Belakangan, belenggu itu ada di doktrin agama dengan cara rapih, jenial, halus untuk dijadikan objek kapitalisasi kepentingan pribadi dan kelompok. Bangsa pribumi ini sudah lama tertidur dalam rantai cinta yang ternyata mematikan nalarnya yang harusnya merdeka. Rantai cinta itu bernama cinta habib cinta Rosulillah S.a.w, dan cinta Rosulillah S.a.w sama halnya cinta pada Gusti Allah S.w.t. hadits yang menjelaskan ini telah diperalat untuk kepentingan kelompok ras habaib di Indonesia untuk diistimewakan, didudukkan di atas kemuliaan sebagai dzuriyat Rosul.

Baca Juga

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Ini disebut titik nadir bangkitnya nalar kesadaran sebagai anak negeri pribumi asli yang punya hak mengatur negaranya, mengatur prihidupnya, mengatur nasibnya sebagai anak -anak alam semesta raya ini. Titik nadir kesadaran bahwa kita pribumi jauh lebih berhak, jauh lebih mulia, bahkan kitalah pemegang kedaulatan atas negeri yang kita cintai ini, persetan atas doktrin-doktrin cinta dan hormat atas habib, yang diidentifikasikan sebagai oknum habib yang telah berbuat kerusakan, mafsadat, pemecah belah persaudaraan sesama anak bangsa. Sudah saatnya anak negeri ini terbangun kesadarannya sebagai bangsa yang hebat, pintar dan beradab.

Yang kita lihat pada figur dan ketokohan seseorang bukan pada gelar habib yang secara epistemologis tidak terkonfirmasi sebagai cucu Nabi ( lihat kitab-kitab nasab abad 6,7,8 hijriah) tetapi lebih karena melihat kemanfaatan ilmunya, ajarannya yang dilandasi akhlakul karimah, sikapnya dan perlakuannya pada kita anak negeri ini. Habib tidak lebih mulia dari Tubagus atau Raden, tidak lebih terhormat dari Andi atau lora. Semua kemuliaan itu ternilai di titik ilmu dan akhlaknya.

Tuhan yang maha besar, Allah azza wa jalla telah memuji orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan, sebagaimana tersurat dalam surat Ali Imran ayat 18, yaitu.

شَهِدَ اللّٰهُ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۙ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ وَاُولُوا الْعِلْمِ قَاۤىِٕمًاۢ بِالْقِسْطِۗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Artinya : Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia (demikian pula) para Malaikat dan orang-orang yang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia, yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.

Lihat di kitab Adab al-Dunya wa al-Din pada bab Adab al-‘Ilm, sebagai berikut:

روي عن النبي صلّى الله عليه وسلّم أنّه قال: أوحى الله إلى إبراهيم عليه السّلام: إنّي عليم أحبّ كلّ عليم

Artinya: diriwayatkan dari Nabi Saw. beliau bersabda: Allah Swt memberi wahyu kepada Ibrahim as ” sesunggunya Aku (Allah ) maha mengetahui, Aku (Allah) mencintai orang-orang yang berilmu”.

Sahabat Kanjeng Nabi Mu’adz bin Jabal RA, pernah berujar.

تَعَلَّمُوْا الْعِلْمَ فَإِنَّ تَعَلُّمَهُ حَسَنَةٌ وَطَلَبَهُ عِبَادَةٌ وَمُذَاكَرَتَهُ تَسْبِيْحٌ وَالْبَحْثُ عَنْهُ جِهَادٌ وَبَذْلُهُ قُرْبَةٌ وَتَعْلِيْمَهُ لِمَنْ لَا يَعْلَمُهُ صَدَقَةٌ

Artinya: Belajarlah ilmu, sesungguhnya mempelajari ilmu adalah suatu kebaikan, mencari ilmu adalah ibadah, mengingatnya adalah tasbih, membahas suatu ilmu adalah jihad, bersungguh-sungguh terhadap ilmu adalah pengorbanan, mengajarkan ilmu kepada orang yang tidak memiliki pengatahuan adalah sedekah.

Imam Sufyan bin ‘Uyainah Radliyallahu Anhu, berpesan pada kita.

أَرْفَعُ النَّاسِ عِنْدَ اللّه مَنْزِلَةً مَنْ كَانَ بَيْنَ اللّهِ وَبَيْنَ عِبَادِهِ وَهُمْ الأَنْبِيِاءُ والْعُلَمَاءُ

Artinya : kedudukan tertinggi manusia di sisi Allah adalah para Nabi dan ‘Ulama (orang yang berilmu.

Dengan pijakan inilah, kita anak negeri sudah harus sadar sesadarnya bahwa pangkat, gelar, sebutan mulia lainya bukan sesuatu yang dibanggakan, bukan sesuatu yang ditonjolkan, bukan pula untuk memuluskan kepentingan, dan sekali lagi bukan untuk memperalat demi cuan dan pelayanan yang berlebihan. Tetapi gelar nasab, gelar kehormatan bukan titik tekan sebagai bangsa yang beradab. Pada titik ilmu, agama dan akhlak lah bangsa ini menjadi maju dan beradab dalam bingkai NKRI, dalam ikatan persaudaraan, dan dalam payung kesamaan sebagai bangsa Indonesia.

Orang Islam tidak boleh membenci karena beda agama dan keyakinan, orang Islam tidak boleh memaksa yang berbeda madzhabnya, orang Islam tidak boleh membenci yang berbeda partai dan organisasinya, karena organisasi hanya warna yang berbeda dalam upaya menghimpun kekuatan dan kebersamaan. Orang Islam harus tampil sebagai penggerak utama yang progresif revolusioner menuju Indonesia maju dan beradab. Pada ibu kandung negeri inilah segalanya kita mulai.

Serang 13 Mei 2023

Tags: ba alawi rungkadBa Alwibahar bin smithDzuriyyahDzuriyyah Nabihabaibhabibhanif alatasHRSKeturunan Nabiketurunan palsuKeturunan RasulullahNasabnasab palsunasab rungkadpemalsuan nasabpemalsuan silsilahRasulRasulullah SAWrekomendasi kepada negarasanad ilmuSilsilah Habibsilsilah nasabtest DNAUbaidUbaidillahulama
ShareTweetShare
Previous Post

Meneruskan Sanad Mewariskan Nasab

Next Post

Nasab Habib Ba Alawi Seperti Malam Likuran

Related Posts

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
6

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

24 Oktober 2026
31

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

23 Oktober 2026
57

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

22 Oktober 2026
100

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

20 Oktober 2026
52

Achmad Ubaedillah dan Hassan Wirayuda Raih Penghargaan Putra Terbaik Kabupaten Tangerang dalam Hubungan Internasional

19 Oktober 2026
80

Sejarah Hidup KH. Abdul Gani, Miliarder NU dari Banten

19 Oktober 2026
51

Lepas Jalan Sehat Sarungan Hari Santri Nasional 2026 di Pandeglang, Andra Soni Tegaskan Peran Strategis Santri bagi Banten

18 Oktober 2026
21

Biografi Abah KH. Junaidi, Sang Fakih dari Jati

18 Oktober 2026
24

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
125
Next Post

Nasab Habib Ba Alawi Seperti Malam Likuran

Paling Banyak Dilihat

Berita

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

by Admin
25 Oktober 2026
6

Penulis: Rifky Zulkarnaen J. Baswara Mukadimah Tulisan ini penulis tujukan khususnya kepada para pejabat  yang memiliki sedikit waktu untuk melakukan...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Fakta Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.3k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25