• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Pustaka Karya Sastra

Tesisnya Kiai Imad Menunggu Antitesis, Tapi Antitesisnya Malah Caci Maki, Kapan Jadi Sintesis?

by Admin
26 Mei 2024
in Karya Sastra, Kitab, Opini, Pustaka, Santri, Tokoh, Ulama
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Sebuah penelitian sejarah nasab dari kitab-kitab kuno telah dipelajari, diteliti, disimpulkan kemudian ditulis dengan seksama sesuai metodologi penelitian ilmiah dan telah berhasil dibukukan. Buku tersebut berjudul : “membongkar skandal ilmiah, Genealogi dan Sejarah Ba’alwi. Finalisasi keterputusan genealogi Ba’alawi kepada Nabi Muhammad SAW oleh Kiai Haji Imaduddin Utsman Al Bantani.

Dalam buku itu diterangkan bahwa klan Ba’alawi yang berasal dari Tarim, Hadramaut Yaman mengaku sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW melalui jalur Ahmad bin Isa bin Muhammad Naqib bin Ali al-Uraidi bin Ja’far as Sadiq bin Muhammad Al Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Fatimah binti Muhammad SAW. Untuk klaim mereka banyak menulis kitab mulai abad ke 9 hijriah. Dalam kitab tersebut mereka berupaya menyambungkan Ubaidillah dengan silsilah genealogi keluarga Nabi Muhammad SAW. Ternyata klaim tersebut tidak mempunyai landasan historis dari sumber sezaman atau sumber historis Ba’alawi.

Bahwa Ahmad bin Isa terbukti tidak pernah hijrah dari Madinah ke Yaman. Sumber-sumber eksternal yang dekat dengan masanya Ahmad bin Isa menerangkan bahwa Ahmad bin Isa menempati sebuah desa di Madinah yang bernama Surya. Dari sumber yang sezaman tidak ditemukan bahwa Ubaidillah anak Ahmad bin Isa. Dari sinilah diketahui bahwa tesis Kiai Imad benar-benar teruji keilmiahannya.

Orang yang tidak gemar membaca sejarah nasab Ba’alawi dari kitab-kitab nasab kuno pasti tidak mau mempelajari hasil penelitian Kiai Imad.

Baca Juga

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

Penulis salut terhadap hasil penelitian ini, baru kali ini ada tesis dari penelitian sejarah kuno, luar biasa.

Draf buku penelitian Kiai Imad sudah berbentuk PDF berada di dalam HP, sewaktu-waktu bisa membuka dan membaca. Cuma ya tulisannya kecil, harus ekstra hati-hati, jangan sampai membacanya loncat-loncat.

Bagaimana beliau bisa menulis secara detail, penulis membaca tesisnya Kiai Imad, sudah ada tahapan penelitian sejarah yaitu :
1). Pemilihan topik, dengan merumuskan sebuah sejarah yang akan dibahas. 2). Heuristik atau pengumpulan sumber penelitian 3). Verifikasi data atau sumber penelitian. 4). Interpretasi (penafsiran). 5). Historiografi atau penulisan sejarah. Semua sudah tertata rapi dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Banyak orang belum faham makna tesis dalam penelitian Kiai Imad. Menurut Kiai Imad tesis itu ada makna khusus dan umum. Makna khusus untuk tugas akhir menyelesaikan tugas program Pascasarjana (S2). Sedangkan makna umum adalah menurut filsafat dialektika yaitu tesis, antitesis dan sintesis.

Tesis adalah simpulan dari hasil penelitian berdasarkan data-data yang bisa dibuktikan kebenarannya yang didukung oleh argumen-argumen untuk diungkapkan. Tesis mengandung metode pengumpulan data, analisis dan pengolahan data dan menyajikannya dalam hasil karya ilmiah. Antitesis adalah pandangan kritis terhadap tesis. Sintesis menyelesaikan konflik antara tesis dan antitesis (berkolaborasi ) dengan merekonsiliasi kebenaran umum antara keduanya dan membentuk simpulan baru.

Seharusnya masyarakat tahu tesisnya Kiai Imad dan memberi pandangan kritis terhadap tesis tersebut bukannya mencaci maki bahkan menghujat.

Sebenarnya kebenaran yang disampaikan Kiai Imad sudah diketahui masyarakat luas, tetapi ada saja pihak-pihak yang sengaja melakukan framing negatif. Katanya : “tesis tersebut belum teruji bahkan tidak lulus ujian.”

Tesisnya Kiai Imad sudah teruji kebenarannya. Akan tetapi kebenaran itu bersifat tentatif, jika ada pihak yang ingin mengujinya lagi ya silahkan.

Semoga masyarakat bisa menerima tesisnya Kiai Imad dengan senang hati dan tetap menjaga persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia.

Penulis: Nurul Azizah, penulis buku Muslimat NU Militan Untuk NKRI.

ShareTweetShare
Previous Post

Living Sunnah, Otoritas Keagamaan Dan Konstruksi Nasab Ba’Alwi

Next Post

Ba ‘Alwi Takutlah Kepada Allah, Jangan Kepada Tes DNA

Related Posts

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

26 Oktober 2026
17

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
25

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

20 Oktober 2026
54

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
130

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

15 Oktober 2026
61

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

14 Oktober 2026
95

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
410

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

13 Oktober 2026
79

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

9 Oktober 2026
67

Tokoh-Tokoh Ba’alwi Tidak Masuk Pengurus PBNU 2026-2031

1 Oktober 2026
266
Next Post

Ba 'Alwi Takutlah Kepada Allah, Jangan Kepada Tes DNA

Paling Banyak Dilihat

Opini

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

by Admin
26 Oktober 2026
17

Oleh: Ubaidillah Tamam Munji (Dosen UIN Walisongo Semarang dan Pengasuh Pesantren As Shuffah_Rembang) Dalam tulisan ini, saya ingin menjelaskan klaim...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Fakta Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.3k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25