• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Arah Baru MUI Provinsi Banten

Kini setelah dua dasawarsa ada fenomena baru kepemimpinan MUI Banten masa khidmat 2021-2026, karena ketua umum terpilih KH. TB Hamdi Ma'ani merupakan Sang Kyai lengkap dengan lanskap tradisi santri yang mengitarinya. Beliau merupakan trah ulama kharismatik salah satu pendiri Mathlaul Anwar sekaligus juga yang memelopori kelahiran NU Banten dan pada akhirnya mampu menjadikan Banten sebagai tuan rumah muktamar NU yang dipusatkan di Menes kala itu, kini MALNU.

by Admin
6 Desember 2021
in Opini
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Semenjak Banten menjadi daerah otonom baru pada Tanggal 4 Oktober tahun 2000, berdasarkan UU No. 23 tahun 2000 tentang pembentukan Provinsi Banten, baru satu tahun kemudian tahun 2001 Majlis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten dibentuk. Pembentukan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan MUI Pusat Nomor 145/MUI/IV/2001 dan atas dasar surat tersebut MUI Banten menjalankan roda organisasi dan menyusun komisi-komisi diantaranya:

  1. Komisi ukhuwah islamiyah dan kerukunan antar umat beragama.
  2. Komisi pengembangan pendidikan islam dan kaderisasi ulama.
  3. Komisi pengembangan perekonomian umat.
  4. Komisi fatwa dan perundang-undangan.
  5. Komisi pengembangan dakwah islamiyah
  6. Komisi hubungan antar organisasi dan luar negeri.

Masa khidmat pertama MUI Banten, pada era itu terpilih sebagai ketua Umum Prof. KH. Wahab Afif M.A. untuk masa khidmat 2001-2006 dan 2006-2011 untuk periode kedua. Kemudian berdasarkan keputusan Formatur Musda III terpilih ketua Umum MUI Banten Dr. H. M Romly dan Sekretaris Umumnya Dr. Zakaria Syafe’i masa khidmat 2011-2016 dan terpilih kembali untuk masa khidmat kedua 2016-2021.

Kini setelah dua dasawarsa ada fenomena baru kepemimpinan MUI Banten masa khidmat 2021-2026, karena ketua umum terpilih KH. TB Hamdi Ma’ani merupakan Sang Kyai lengkap dengan lanskap tradisi santri yang mengitarinya. Beliau merupakan trah ulama kharismatik salah satu pendiri Mathlaul Anwar sekaligus juga yang memelopori kelahiran NU Banten dan pada akhirnya mampu menjadikan Banten sebagai tuan rumah muktamar NU yang dipusatkan di Menes kala itu, kini MALNU.

Mementum baru ini membawa angin segar bagi MUI Banten sebagai wadah ulama yang menjembatani Umat Islam khususnya, dengan umaro. Karena selama ini kultur yang dibangun pendekatan akademisi-birokratis karena dasawarsa pertama pemimpinnya akademisi, dan dasawarsa kedua adalah seorang birokrat.

Baca Juga

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

Akademisi dan birokrasi jelas secara psikologis berbeda dengan sang kyai yang banyak bergelut dengan permasalahan umat juga santri. Tradisi sang kyai karena terbiasa dengan populis sehingga pendekatannya tak melulu harus normatif tanpa mencermati konteks dan fenomena. Akhirnya tercatat MUI Banten dasawarsa pertama mengenghembuskan isu syari’atisasi Islam, dan dasawarsa kedua “pengharaman” tradisi Debus sehingga menimbulkan polemik di akar rumput.

MUI Banten sebagai wadah ulama seharusnya berdiri ditengah-tengah antara tekstualis fundamentalis vs kontekstual kulturalis. Sehingga menghasilkan win-win solution bagi umat.

Cara pandang moderat merupakan tawaran yang harus diusung untuk MUI Banten kedepan dan seyogyanya tak terjebak lagi dengan sektarian dengan label memberlakukan Syariat Islam.

Banten kaya akan tradisi adiluhung dalam kultur. Lantas apa jadinya lembaga yang dianak-emaskan penguasa sekaligus memiliki hak privillage itu kering kerontang dalam menghasilkan fatwa. Bukankah Sang Sultan Banten tempo dulu telah mampu mengawinkan budaya dan Islam ala Mbanten ini bisa dilihat dalam tradisi “Panjang Mulud”, syi’iran yang dibaca setelah salat tarawih. Dan tradisi mamaca hikayat tuan Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani.

Dalam tradisi kurikulum pesantren tradisional dikenal al-Awamil tata bahasa Arab bagi pemula dan disyarahi langsung oleh ulama kelahiran Banten Syeikh Nawawi Mandaya. Dari bermodal nahwu syaraf lengkap juga ushul fiqh-nya ulama Banten dinamis dalam mencerna wahyu juga hadits Nabi. Sehingga biasa melakukan salat hajat lidaf’il bala, sampai haul tuan Syeikh Abdul Qadir, juga tradisi manaqieb.

Demikian ulasan singkat ini, semoga MUI Provinsi Banten lebih populis tidak elitis.

Aa Bass
Ketua Lakpesdam PCNU Kab. Tangerang.

ShareTweetShare
Previous Post

Riwayat Liem Kiam Ong, Dalang Ruwat Dari Cikande

Next Post

Preman Agama, Doktrin Dan Kekerasan

Related Posts

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

26 Oktober 2026
17

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
25

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

20 Oktober 2026
54

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
130

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

15 Oktober 2026
61

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

14 Oktober 2026
95

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
410

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

13 Oktober 2026
79

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

9 Oktober 2026
67

Tokoh-Tokoh Ba’alwi Tidak Masuk Pengurus PBNU 2026-2031

1 Oktober 2026
266
Next Post

Preman Agama, Doktrin Dan Kekerasan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Opini

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

by Admin
26 Oktober 2026
17

Oleh: Ubaidillah Tamam Munji (Dosen UIN Walisongo Semarang dan Pengasuh Pesantren As Shuffah_Rembang) Dalam tulisan ini, saya ingin menjelaskan klaim...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Fakta Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.3k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25