• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Film Shaolin Jurus Dewa Mabok Melawan Tesis Kyai Imadudin

by Admin
23 April 2024
in Opini, Pesantren, Pustaka, Sejarah, Tokoh, Ulama
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Kisah Usman bin Yahya Meminta Jabatan Mufti Kepada Pemerintah Penjajah Belanda

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi bin Yahya

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt

Kisah Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang Mendapat Bintang Salib Dari Penjajah Belanda

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

Bagi pihak yg aktif mengikuti perdebatan nasab dari awal hingga hari ini, dipastikan akan menemukan jalan keluar dari pemikiran-pemikiran yang mengarah kepada merasa paling benar sendiri, tanpa menelaah seberapa urgenkah pembahasan nasab ini menjadi sebuah diskursus ilmu pengetahuan.

Urgensi bagi pencari kebenaran harus didasari dugaan-dugaan terlebih dahulu (dzoni), tidak kekeh mempertahankan argumentasi dalam berpendapat dengan cara menghujat dan mencaci maki hingga menghina berlebihan kepada lawan debat, dalam proses menelusuri nasab yang belum tuntas karena belum ada bantahan, yang dikeluarkan oleh perwakilan resmi Robithoh Alawiyah sebagai pembanding tesis kyai Imadudin yang telah mengerahkan tenaga maksimal untuk menggali sumber-sumber kitab dari para ulama, baik dari kitab-kitab sejarah, kitab-kitab nasab hingga tawaran tes DNA, tidak boleh ada upaya mengkebiri karya tulis dan memutuskan pendapat seseorang biarkan diskursus ilmu nasab ini terus berjalan.

Ibarat makanan di meja makan yang telah dihidangkan oleh pelayan restoran dengan beragam jenis makanan, belum dikatakan telah selesai makan bila belum habis apa yang dihidangkan untuk disantap. Kadang proses memakannya pun membutuhkan waktu lama, bisa saja ada kawan yang belum datang, atau pesanan yang belum tersaji semua hal itu butuh proses.

Kemungkinan besar menunggu hidangan utk disantap terlebih dahulu dengan ngobrol-ngobrol santai terlebih, atau juga ada yang kebelet ingin buang hajat kan harus menunggu sampai semua siap untuk makan.

Jangan sampai makanan yang sudah tersedia, cuma gara-gara dari obrolan ringan terjadi ribut-ribut akhirnya gagal menikmati makan enak di restoran.

Pembahasan nasab yang saat ini sedang berlangsung, jika ditarik kesimpulan dari analogi di atas, kita perlu sama-sama menjaga kajian nasab terlepas benar atau tidaknya pendapat seseorang harus menjadi hidangan nikmat dan lezat agar bisa dinikmati bersama, tentunya masing-masing pihak baik yang pro maupun yang kontra menunggu hasil akhir perdebatan dengan bercengkrama, rasanya semua pihak akan bisa merasakan nikmatnya sebuah ilmu tentang kajian nasab ini dan tentu akan menjadi ilmu tersendiri yang selama ini tidak pernah kita semua tahu dan openi.

Hujatan, cacian, hinaan yang awalnya dilakukan oleh Habib-habib muda telah memancing keresahan para pendukung tesis kyai Imadudin yang sedang berkonsentrasi ingin ikut menelaah dan meneliti kebenaran klan baalwi.

Dengan adanya serangan caci maki dan merendahkan ulama pribumi, terjadilah saling bersahutan dan saling serang dari masing-masing kubu.
Jika dibiarkan, ada kekhawatiran bisa menghilangkan objektifitas dalam mencari kebenaran, karena telah tertutup oleh taasubiyah terhadap pendapat masing-masing.

Bagi muslim Indonesia saya yakin sepakat, bahwa pewaris nabi adalah ulama dan orang yang takut kepada Allah hanyalah Ulama, sebagaimana Alquran mengatakan itu :

إنما يخشى الله من عباده العلماء إن الله عزيز غفور(سورة الفاطر: ٢٨)

“Hanya saja yang takut kepada Allah dari hamba-hambanya adalah Ulama, sungguh Allah itu maha gagah lagi maha pengampun”

: (العلماءُ) فهم أهل الخشية والخوف من الله .

Ulama adalah kelompok orang yang punya rasa takut dan kekhawatiran terhadap Allah.

Dalam tafsir albaidlowi juz 4/418 ، dan dalam kitab Fathul qofir hal.4/494

أن العلماء هم أهل الخشية ، وأن من لم يخف من ربه فليس بعالم .

“Sesungguhnya para ulama itu adalah mereka kelompok orang yang punya rasa takut, bahwa orang orang yang tidak merasa takut terhadap Tuhannya tidak bisa dikatakan orang berilmu”.

Dikatakan oleh Imam Abu Laits Assamarqondi, bahwa orang yang berakal adalah :

ينبغي للعاقل أن يكون عارفا بزمانه، حافظا للسانه، مقبلا على شأنه.

“Seyogyanya orang yang berakal, hendaknya bisa menjadi pribadi yang mengenal zaman, menjaga lisan dan bertindak sesuai keadaan.”

Untuk mencari titik temu dalam menyikapi polemik nasab ini agar hati dan pikiran kita bisa berimbang, yaitu meletakan permasalahan secara proporsional artinya membahas akhlak dan nasab ditempatkan pada porsinya, yaitu Allah menilai seseorang bukan karena rupa, tidak melihat pada tubuh atau jasad, juga tidak melihat pada wajah kalian, tetapi Dia melihat pada hati kalian dan amal kalian”, jelas Allah menilai seseorang bukan karena Nasab atau garis keturunan.

Meletakan porsi secara proporsional harus kembali terhadap anjuran Nabi SAW :

عن أبي هُريْرة عَبْدِ الرَّحْمن بْنِ صخْرٍ رضي الله عَنْهُ قَالَ: قالَ رَسُولُ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: “إِنَّ الله لا يَنْظُرُ إِلى أَجْسامِكْم، وَلا إِلى صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وأعمالكم “رواه مسلم.

“Dari Sahabat Abi Huroiroh rodhiallohu ‘anhu, yakni Abdurrohman bin Shokr mengatakan: Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda;
“Sejatinya Alloh (laa yandhuru ila ajsamikum) tidak melihat pada tubuh atau jasad kalian, juga tidak melihat pada wajah kalian, tetapi Dia melihat pada hati kalian dan amal kalian”
(HR Muslim).

Dengan kembali menelisik ayat dan hadits di atas, biar keberkahan tidak runtuh dan kemanfaatan ilmu tidak tercerabut maka tidak boleh taklid buta dan tetap harus berada dalam rel kebenaran yang sudah diperintahkan Allah SWT, yaitu ILMU dan KETAQWAAN bukan karena ada garis Nasab.

Menurut hemat saya, marilah kita terus ikuti dan dukung perkembangan ilmu nasab ini, bukan pembenaran berdasarkan pendapat masing-masing dengan pembelaan membabi buta seperti Film Saolin dengan Jurus Dewa Maboknya.

Kalau benar apa yang dilakukan oleh para pendukung balawi menggunakan jurus Dewa Mabok tapi bisa mematahkan jurus ilmu dari pendukung Kyai Imadudin, berarti jurus dewa mabok yang dimainkan oleh para Muhibbin habaib sudah sangat terlatih dan sudah ada persiapan. Biasanya pelatih tidak perlu turun ke gelanggang pertandingan, cukuplah murid-murid yang sudah terlatih untuk menghadapi.

Penulis: Ahmad Suhadi

Tags: ba alawiba alawi rungkadBa Alwibahar bin smithbin yahyabudaya nusantraDzuriyyahDzuriyyah Nabiegalitergenetikahabaibhabibhaluhanif alatasHRSisnad palsukemanusiaankesetaraanKeturunan Nabiketurunan palsuKeturunan RasulullahKRT. FAQIH WIRAHADININGRATmakammakam palsumanuskripNasabnasab palsunasab rungkadpemalsuan nasabpemalsuan silsilahpembelokan sejarahpembongkaran makamRasulRasulullah SAWrekomendasi kepada negararumail abbasrungkadsanad ilmusejarah keratonSilsilah Habibsilsilah nasabsitus budayasumodiningrattest DNAthoha bin yahyaUbaidUbaidillahulamautsman bin yahya
ShareTweetShare
Previous Post

Kilas Balik Munculnya Kajian Nasab Tesis Kyai Imadudin Utsman al-Bantani

Next Post

Naifnya Sang Kiai Budak Ba’Alwi

Related Posts

Kisah Usman bin Yahya Meminta Jabatan Mufti Kepada Pemerintah Penjajah Belanda

15 Mei 2026
130

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi bin Yahya

14 Mei 2026
93

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt

14 Mei 2026
43

Kisah Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang Mendapat Bintang Salib Dari Penjajah Belanda

4 Mei 2026
219

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

1 Mei 2026
222

The Beginning of Baalwisasi-Yamanisasi: Penyelewengan Definisi Habib dan Ahlul Bait

29 April 2026
74

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

25 April 2026
180

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

22 April 2026
549

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

21 April 2026
106

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

18 April 2026
96
Next Post

Naifnya Sang Kiai Budak Ba'Alwi

Paling Banyak Dilihat

Sains

Hasil Tes Y-Dna Klan Ba’alwi Hadramaut: Konklusif Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

by Admin
24 Mei 2026
132

Klan Ba’alwi, sebuah komunitas yang berasal dari wilayah Hadramaut, Yaman, secara historis mengklaim garis keturunan paternal (patrilineal) mereka bermuara pada...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Hasil Tes Y-Dna Klan Ba’alwi Hadramaut: Konklusif Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

Cara Sederhana Memahami Pohon Genetik Y-DNA Bani Hasyim

Haji Habib bin Buja’, Pewaqaf di Makkah, Asli Keturunan Negeri Aceh Bukan Ba’Alwi

Isi Pernyataan Sikap Aliansi Umat Peduli Situs Mbah Bonang

Ditemukan Bukti Baru: Kasus Dugaan Perusakan Cagar Budaya Makam Sunan Bonang Dibuka Lagi

Studi Genomik mengenai Asal-usul Etnis Bangsa Arab dan Populasi Dunia Berdasarkan Asam Deoksiribonukleat (DNA)

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.9k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.4k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25