• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home KH Imaduddin al Bantani

Ibnu Hajar Tidak Mengisbat Nasab Ba’Alwi

by Admin
4 Juli 2024
in KH Imaduddin al Bantani, Kitab, Opini, Pesantren, Pustaka, Sejarah, Tokoh, Ulama
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam kitab Tsabatnya Ibnu Hajar Al Haitami menyebut sanad khirqoh sufiyah Syekh Abu Bakar bin Abdullah Al-Idrus (w. 914). Benarkah dengan ia menyebut sanad itu, Ibnu Hajar mengitbat nasab Ba Alawi?

Dalam kitab Tsabat itu, Ibnu Hajar menyebutkan sanad Abu Bakar bin Abdullah Al idrus. Tetapi Ibnu Hajar mengakui bahwa ia tidak pernah bertemu dengan Syekh Abu Bakar tersebut. Ia mengatakan:

وهو وإن لم أَلقَهُ أيضاً لكني لقيتُ كثيراً من تلامذته ووقع بيني وبينهم ما يجوز لي الرواية عنه.

“Dan ia (Abu Bakar al Idrus), walau aku tidak bertemu dengannya lagi, tetapi aku bertemu banyak dari murid-muridnya. Dan antara aku dan murid-muridnya itu terjadi sesuatu (kesepakatan) yang akhirnya memperbolehkan aku untuk meriwayatkannya” (tsabat Ibnu Hajar al Haitami h. 195).

Baca Juga

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum?

Kedustaan-kedustaan Klaim Di Media Terkait Riziq Syihab

Perhatikan kalimat Ibnu Hajar al Haitami ketika ia menyebutkan sanad itu. ia hanya mengutip kalimat Abu Bakar al Idrus dengan kalimat: Qola al qutub Abu Bakar al Idrus (telah berkata Abu Bakar al Idrus). Jadi yang terdapat dalam kitab Ibnu Hajar itu bukan kata-kata Ibnu Hajar al Haitami, tetapi kata-kata Abu Bakar al Idrus. Ibnu Hajar hanya mengutipnya saja. Kutipan Ibnu Hajar sebagai mana di bawah ini:

ولنختم بطريقة جليلة عالية المقدار؛ لأن مشايخها من أولهم إلى منتهاهم من آل البيت، كل عن أبيه، قال القطب أبو بكر العيدروس لَبِسْتُها من القطب عبد الله العيدروس، من أبيه أبي بكر: وهو أبيه عبد الرحمن السقاف ، وهو من أبيه محمد، من أبيه علي، من أبيه علوي من أبيه الفقيه محمد الذي يتشعب منه أنساب بني علوي ، من أبيه علي ، من أبيه محمد ، من أبيه علي: من أبيه علوي ، من أبيه محمد ، من أبيه علوي من أبيه عبد الله من أبيه أحمد من أبيه عيسى ، من أبيه محمد ، من أبيه علي ، من أبيه جعفر الصادق من أبيه الباقر، من أبيه علي زين العابدين من أبيه سيد الشهداء الحسين، من أبيه علي، من رسول الله ﷺ عدد معلوماته أبداً

Lalu jika kalimat tentang susunan sanad itu bukan ucapan Ibnu Hajar, tetapi ucapanan Abu Bakar al Idrus, dari mana Ibnu Hajar mendapatkannya? Ternyata Syekh Abu Bakar Al-Idrus, menulis sebuah kitab yang berjudul “Al-Juz’ullatif fi Tahkimisyarif” . kalimat itu terdapat dalam kitab tersebut.

Silahkan baca cetakan kitab Al-juz’ullatif tersebut (halaman 493) yang dicetak dalam satu jilid bersama kitab Syekh Abu Bakar Al-Idrus lainnya, “Diwanul Adni”. Dua Kitab itu di cetak oleh Ahmad Muhammad Barokat melalui maktabah Darussanabil Damaskus dan Al-hawi Beirut cetakan pertama tahun 1432 H/2011.

قلت : ألبسني شيخي ووالدي ، الشيخ الولي الكامل الفاضل ، قوت الكائنات ، عفيف الدين ، محيي النفوس والدروس ، عبد الله المكنى بالعيدروس بن أبي بكر رضي الله عنه ، كما ألبسه والده الشيخ الكبير أبو بكر السكران ، كما البته والده الشيخ ، إمام الحقيقة والطريقة ، عبد الرحمن السقاف ، كما ألبسه والده الشيخ الهمام محمد مولى الدويلة ، كما أنيه والده الصالح الولي علي ، كما ألبسه والده الولي العارف ، ذو العلوم والمعارف ، الخبر العلامة علوي بن محمد ، كما أليسه والده قطب الأقطاب ، الفرد الغوث ، الجامع بين علمي الشريعة والطريقة ، المتحلي بثمرات الحقيقة ، القدوة الرحلة في زمنه ، المشهور بالفقيه محمد بن علي ، مقدم التربة بتريم حرسها الله تعالى وسائر بلاد الإسلام ، وهو جد آل باعلوي ، ومنه يتشعب نسبهم الشريف ، كما ألبسه والده علي بن محمد ، كما أليسه والده صاحب مرباط محمد بن علي ، كم البه والده خالع قسم علي بن علوي – وعلي بن علوي هذا الذي ذكره الجندي والخزرجي واليافعي وحسين الأهدل وجماعة من المؤرخين أنه كان إذا صلى … يكرر السلام على النبي صلى الله عليه وسلم حتى يسمع رد سلام جده عليه أو كما قالوا ، انتهى – كما ألبسه والده علوي بن محمد ، كما أليه والده محمد بن علي ، كما أليه والده الإمام أمير المؤمنين علي بن أبي طالب ، كما ألبسه علوي ، كما ألبسه والده علوي بن عبيد الله ، كما أليسه والده عبيد الله بن أحمد ، كما ألبسه والده أحمد بن عيسى ، كما أليه والده عيسى بن محمد ، كما ألبسه والده محمد بن علي العريضي…

Perhatikan, susunan yang disebutkan Ibnu Hajar itu nama-namanya sama, hanya saja Ibnu Hajar banyak menghapus gelar-gelar yang tidak penting. Ia hanya menyebut nama tanpa gelar. Perhatikan pula lafadz Ibnu Hajar:

من أبيه الفقيه محمد الذي يتشعب منه أنساب بني علوي

(dari bapaknya yaitu alfaqih [al Muqoddam] Muhammad yang bercabang darinya nasab Ba’alwi).

kalimat tersebut mirip dengan kalimat Abu Bakar al Idrus dalam Al Juz’ullatif seperti berikut ini:

ومنه يتشعب نسبهم الشريف

(darinya bercabang nasab mereka yang mulia).

Mirip bukan?

Ini menunjukan kalimat-kalimat yang ditulis Ibnu hajar dalam kitabnya itu hanya menukil dari kitab Abu Bakar al Idrus.

Dari sana kita melihat bahwa kesimpulan Ibnu Hajar mengitsbat nasab Ba Alawi itu tidak benar. Ia hanya mencantumkan susunan silsilah sanad itu sesuai dengan yang ia dapat dari kitab “Al Juz’ullatif”. Dan kalimat seperti itu tidak bisa mengisbat nasab, sesuai dengan teori ilmu nasab.

Sebagai contoh, mari kita baca apa yang disebutkan seorang pakar nasab, Syekh Khalil Ibrahim, dalam kitabnya “Muqaddimat fi Ilmil ansab”:

النسب يثبت باربع طرق الاول الرقعىة اي المكتوب وشرط المكتوب أن يكون قطعي الدلالة صحيحا. فليس كل ما كتب صحيحا وليس كل ما يكتب يراد منه المقصود. فالنسب يثبت إذا وجد في رقعة أو كتاب بشرط أن يكون هذا المكتوب قطعي الدلالة على المقصود وليس من المؤتلف أي متشابه الأسماء

“Nasab itu bisa ditetapkan dengan empat cara: yang pertama adalah catatan (yang ditulis). Dan syarat catatan itu harus secara sahih “qat’iyyuddilalah” (dilalah yang qot’i). maka tidak setiap apa yang dicatat itu hukumnya sahih; dan tidak setiap apa yang tercatat itu diinginkan darinya tujuan (itsbat). Maka nasab itu bisa ditetapkan jika terdapat dalam catatan atau kitab dengan syarat catatan itu dilalahnya qot’I untuk tujuan (isbat). Dan catatan itu tidak termasuk ke dalam kategori nama yang mu’talif dan mutasyabih (nama yang mirip)” (Muqaddimat fi ‘Ilmil Ansab h. 58)

Dari narasi pakar ilmu nasab Syekh Khalil Ibrahim di atas, jelas bahwa tulisan Ibnu Hajar yang hanya menyebut sanad Abu Bakar al Idrus, yang terdapat di dalamnya nama Abdullah bin Ahmad bin Isa, secara ilmu nasab tidak bisa disebut mengitsbat. Ibnu hajar hanya mengutip apa adanya seperti yang terdapat dalam kitab milik Abu Bakar al Idrus. Jadi sama sekali tidak dapat dikatakan bahwa Ibnu Hajar itu telah mengitsbat nasab Ba’alwi, ia hanya mengutip tulisan dari seorang Ba’alwi.

Sebuah narasi dalam kitab bisa dikatakan mengitsbat nasab harus disyaratkan “qat’iyyuddilalah” (petunjuk yang jelas), seperti jika Ibnu Hajar mengatakan:

وهذه السلسلة صحيحة

(dan silsilah nasab ini sahih),

baru itu namanya mengitsbat. Sedangkan dalam kitab tsabatnya itu Ibnu Hajar sama sekali tidak menyebutkan kalimat-kalimat yang mengindikasikan ia mengitsbat nasab itu. kitabnya itu adalah kitab sanad keguruan bukan kitab nasab. ia hanya memberitakan bahwa sanad tarikat dari Abu Bakar al Idrus, katanya, susunannya seperti itu, sesuai yang ia tulis dalam kitabnya, Al Juz’ullatif”. Mengenai apakah benar atau tidak susunan itu, Ibnu Hajar tidak berkomentar.

Jadi jelas, pendapat yang mengatakan bahwa Ibnu Hajar telah mengitsbat nasab Ba’alwi adalah tidak benar.

Penulis: Imaduddin Utsman Al Bantani

ShareTweetShare
Previous Post

Rizieq Syihab Hasut Warga Bubarkan Panggung Dan Usir Penceramah: Ini Kiat Hukum Menghadapi “Teroris”

Next Post

Apa yang Menghambat Klan Habib Baalwi datang ke Podcast Rhoma Irama padahal Kalau Datang Pasti Menang?

Related Posts

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

21 April 2026
17

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

18 April 2026
42

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

17 April 2026
104

Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum?

16 April 2026
197

Kedustaan-kedustaan Klaim Di Media Terkait Riziq Syihab

10 April 2026
117

Tedi Isyaratkan Ada Reshuffle Kabinet, Kiai Imad Usul Presiden Copot Nusron Terkait Korupsi Kuota Haji

10 April 2026
66

Sosok Gus Aziz Jazuli, Alumni Tarim yang Berani Angkat Isu Nasab: “Ilmu Itu untuk Menguji Kebenaran”

9 April 2026
75

Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

9 April 2026
65

Sinopsis Kitab: AL-FATḤ AL-MUNĪR FĪ SYARḤ MANẒŪMAH AL-TAFSĪR

8 April 2026
63

Rizieq Syihab Mengaku Keturunan Si Pitung, Data Sezaman: Si Pitung Mencuri Setrika Baju

7 April 2026
259
Next Post

Apa yang Menghambat Klan Habib Baalwi datang ke Podcast Rhoma Irama padahal Kalau Datang Pasti Menang?

Paling Banyak Dilihat

Opini

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

by Admin
21 April 2026
17

Penulis: Rifky Zulkarnaen J. Baswara 12 Data Weaponizing Historis dan Sanad Ilmu Untuk Menundukkan dan Menjajah Pribumi Senjata utama Klan...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

Menjaga Marwah Sejarah: Fakta Autentik Trah Sunan Ampel dan Keadilan untuk Leluhur di Winongan yang Menjadi Korban

Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum?

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
70.8k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.9k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.3k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25