• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Pesantren

Menengok Batin Membedah Jiwa

Batin, sebenarnya yang dimaksud jati diri manusia itu, jauh atau dekatnya dengan dzat yang maha agung. Lihat dan tengoklah kedalaman dan keluasan batin.

by Hamdan Suhaemi
12 Januari 2021
in Pesantren, Ulama
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Sosok Gus Aziz Jazuli, Alumni Tarim yang Berani Angkat Isu Nasab: “Ilmu Itu untuk Menguji Kebenaran”

Kisah Sahabat yang Shalatnya Harus Diulang Berkali-kali atas Perintah Rasulallah ﷺ

Melawan Hegemoni Ba’alwi: Menuju Dekolonisasi Mental Pesantren

Alidin Assegaf Tegas Walisongo Dan Keturunannya Bukan Marga Habib B Alwi: Riziq Syihab Tetap Mengemis Keturunan Walisongo Agar Percaya Bahwa Mereka Adalah Ba Alwi

Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Kota Serang, RMI-NU Banten
Ini, tentang batin kita yang banyak menyimpan cita-cita yang tersimpan, harapan yang tumbuh, tekad yang mendasari sikap, prinsip memilih antara benar dan salah, buruk dan baik, kemudian di batin pula terdapat luasnya makna manusia. Batin, sebenarnya yang dimaksud jati diri manusia itu, jauh atau dekatnya dengan dzat yang maha agung. Lihat dan tengoklah kedalaman dan keluasan batin.

Imam Ghazali dalam kitabnya Al-Arbain fi Ushulid Dîn menjelaskan, ada tiga kriteria yang perlu dipenuhi seseorang sehingga mereka bisa mendapatkan keindahan paras batin, yaitu ilmu, kemampuan, dan kebersihan hati dari aneka cacat.

Pertama, ilmu. Maksudnya, orang yang ingin mendapatkan keindahan paras batin perlu mempunyai keilmuan yang cukup tentang Allah, malaikat, rasul, kitab Allah, keajaiban-keajaiban kerajaan Allah dan ilmu-ilmu yang dibawakan oleh Nabi secara detail.

Kedua, kemampuan. Seseorang harus mampu mengalahkan diri sendiri dengan memecahkan syahwat, keinginan-keinginan nafsunya, lalu membawanya ke jalan lurus, juga mampu membawa hamba-hamba yang berada di sekitarnya dengan trik jitu sehingga mereka menapakai jalan yang lurus.
Ketiga, kebersihan hati. Paras hati menjadi indah jika didukung dengan kebersihan jiwa dari kebodohan, pelit, dengki, dan sifat-sifat buruk sejenis. Kemampuan menggabungkan antara kesempurnaan ilmu, kemampuan, dengan dibarengi akhlak yang baik, merupakan kunci keindahan paras batin. Tiga kriteria tersebut merupakan sesuatu yang tidak dimiliki oleh hewan.

Jiwa, terkadang sepi, sunya, hening bahkan sering kesal, berontak melawan yang tak jelas, dan atau maju terdepan membela agama. Disamping manusia memilki karakter tersebut terdapat pula panca Indra sebagai sisi utama yakni “thabi’iyah ” .
Rabi’ah Al-Adawiah yang diyakini sebagai tokoh yang mengubah asketisme yang suram menjadi mistisisme cinta kasih yang murni. Pencapaian spiritual Rabi’ah itu tampak dalam sebuah cerita yang dikisahkan bahwa Rabi’ah sebagai tokoh asketik yang saleha pernah berlari melintasi Basrah dengan seember air di satu tangan dan obor menyala di tangan lainnya.

Kemudian ketika ditanya alasan perbuatannya tersebut, dia menjawab “Aku ingin menuangkan air ke dalam neraka dan mengobarkan api di surga, sehingga kedua selubung ini lenyap, dan tak seorang pun akan menyembah Tuhan karena takut akan neraka atau mengharapkan surga, melainkan semata-mata demi keindahan-Nya yang abadi.”
Yang kita tangkap dari kesan mendalam dari sufi agung satu ini adalah menyembah Tuhan bukan karena takut api neraka, tapi karena hilangnya ridlo Tuhan. Jiwa-jiwa kaum sufi adalah keluasan bak samudera, menghampiri sekaligus belajar membedah jiwa.

Oleh : KH. Hamdan Suhaemi

Tags: hamdan suhaemijiwakajianmenengok batinsufitasawuf
ShareTweetShare
Previous Post

Pengurus Baru RMI-NU Banten Dilantik, Langsung Bersilaturahim Ke Gubernur

Next Post

Sejarah Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU

Related Posts

Sosok Gus Aziz Jazuli, Alumni Tarim yang Berani Angkat Isu Nasab: “Ilmu Itu untuk Menguji Kebenaran”

9 April 2026
132

Kisah Sahabat yang Shalatnya Harus Diulang Berkali-kali atas Perintah Rasulallah ﷺ

26 Maret 2026
74

Melawan Hegemoni Ba’alwi: Menuju Dekolonisasi Mental Pesantren

25 Maret 2026
78

Alidin Assegaf Tegas Walisongo Dan Keturunannya Bukan Marga Habib B Alwi: Riziq Syihab Tetap Mengemis Keturunan Walisongo Agar Percaya Bahwa Mereka Adalah Ba Alwi

24 Februari 2026
181

Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

24 Februari 2026
133

المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

7 Februari 2026
89

تعرف على الشيخ عماد الدين عثمان البنتني، عالم إندونيسي ألف أكثر من 20 كتاباً باللغة العربية.

6 Februari 2026
109

Bantah Riziq Syihab, Dr. KH Abbas Bili Yahsyi: Habib Ba ‘Alwi Bukan Penyebar Islam di Indonesia

5 Februari 2026
129

Indonesian Fiqh Experts of Majma’ Fuqaha Jawa Declare Baalwi Lineage Invalid on Sharia, Historical, and Genetic Grounds

3 Februari 2026
105

Mendukung Tesis KH. Imaduddin Utsman Terhadap Nasab Ba’alawi

22 Januari 2026
206
Next Post

Sejarah Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) NU

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Berita

Haul H. Abdul Gani, Ulama Milyuner Dari Kresek Tangerang Di Hadiri Wamenag RI

by Admin
4 Mei 2026
80

TANGERANG – Haul tokoh dari Kresek Tangerang, H. Abdul Gani bin H. Muhammad ke-50 yang di laksanakan di Masjid Abdul...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Haul H. Abdul Gani, Ulama Milyuner Dari Kresek Tangerang Di Hadiri Wamenag RI

Kisah Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang Mendapat Bintang Salib Dari Penjajah Belanda

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

The Beginning of Baalwisasi-Yamanisasi: Penyelewengan Definisi Habib dan Ahlul Bait

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
70.9k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.9k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.3k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25