• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Berita

KH. Ja’far Shadiq Fauzi Madura: Klan Ba’Alwi Memalsukan Nasab Walisongo ke Ba’Alwi

by Admin
5 Februari 2026
in Berita
3 min read
0

KH. Jafar Shadiq Fauzi Madura

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

RMI PWNU BANTEN DORONG SINERGI PEMBERDAYAAN PESANTREN, SAMBUT POSITIF RENCANA PERGUB BANTEN

Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

Pesantren Afiliasi NU di Bogor Disegel, KH Imaduddin: Gaya PKI Semacam Itu Harus ditindak Aparat

Seorang ulama dari Batuampar Madura, KH. Ja’far Shadiq Fauzi, Pengasuh Pesantren Abu Syamsuddin menyatakan bahwa Walisongo termasuk yang pertama menyebarkan Islam di Indonesia pada abad ke-15 M secara masiv. Mereka melanjutkan penyebaran Islam yang dimulai pada abad pertama Hijriah. Meskipun Islam memang memasuki Nusantara pada abad pertama Hijriah, menurut ja’far Shadiq, penyebarannya sangat lambat dan tidak meluas terutama di Jawa. Yang menjadi keheranan Ja’far Shadiq adalah adanya klaim hari ini dari Klan Ba’alwi bahwa Walisongo adalah merupakan keturunan Ba’alwi.

“Sayangnya, seperti kita ketahui sekarang keluarga Ba’alwi yang dikenal dengan Habib mengklaim bahwa Walisongo nasabnya merupakan bagian dari keluarga Ba’alawi, meskipun, seperti yang tercatat dalam manuskrip keluarga Walisongo, mereka telah menyatakan bahwa mereka bukan bagian dari keluarga Ba’alawi”, ujar Kiai Ja’far Shadiq dalam presentasi ilmiyahnya di Nadwah ke-1 Majma’ Fuqoha Jawa yang diselenggarakan 31 januari 2026 di Pesantren Al-Mubarak al-Arba’in Demak.

Kiai Ja’far Shadiq juga menyatakan, bahwa sebagai bagian keturunan Walisongo, ia menyatakan bahwa Walisongo bukan bagian dari Klan Ba’alwi.

“Oleh karena itu, kami menyatakan bahwa Walisongo bukan bagian dari keluarga Ba’alawi,” tegasnya.

Ia juga menyatakan Klaim bahwa keluarga Walisungo adalah bagian dari keluarga Ba’alawi, baru ditulis dan didokumentasikan dalam buku-buku Ba’alawi sejak tahun 1933 M. Klaim itu sama sekali tidak berdasar dan merupakan kebohongan yang terang-terangan. Orang Klan Ba’alawi yang pertama yang menyatakan garis keturunan Walisongo bagian dari Ba’alawi adalah Alwi bin Tahir dalam bukunya yang ditulis pada tahun 1933 M, berjudul “Tarikh Al-Abdil Malik” yang ditulis di Bogor, Indonesia. Kemudian Ahmad ibn Abdullah al-Saqqaf Ba’Alawi (wafat 1369 H) mengikutinya dalam bukunya, “Shaltanah Banten al-Islamiyah Bi Jazirati Jawah min jihhat al-Garbiyyah”, dan Salim ibn Jandan (wafat 1969 M) dalam bukunya, “Rawdat al-Wildan.”

Ketiga orang ini, menurut Kiai Ja’far, bertanggung jawab atas kejahatan sejarah ini. Kiai ja’far bertanya, bagaimana mereka mengetahui garis keturunan Walisongo hingga Ba’Alwi tanpa sumber apa pun. Misalnya, mereka menyatakan bahwa garis keturunan Syarif Hidayatullah adalah Ibn Abdullah Umdat al-Din Ibn Ali Ibn al-Husayn Jumada al-Kubra/Jamal al-Din Ibn Ahmad Ibn Abdullah Ibn Abd al-Malik Ibn Alawi Ibn Muhammad Sohib Mirbat. Dari sumber mana mereka mempelajari nama-nama fiktif ini? Bagaimana mereka tahu bahwa Abd al-Malik memiliki seorang putra bernama Abdullah, padahal Ali al-Sakran pada abad kesembilan Hijriah tidak menyebutkannya dalam Al-Burqa?

Misalnya juga, menurut Kiai Ja’far, Abd al-Rahman al-Masyhur, yang meninggal pada tahun 1902 M, tidak menyebutkan silsilah itu dalam bukunya, “Shams al-Zahira.” Ia juga tidak menyebutkan bahwa Abd al-Malik memiliki seorang putra bernama Abdullah, seperti yang disebutkan oleh ketiga orang tersebut. Jadi bagaimana mereka mengetahui Abdul malik mempunyai anak Bernama Abdullah pada abad keempat belas Hijriah sementara sebelumnya sama sekali tidak ada yang menyebutkan. Menurut Kiai ja’far, ini tidak masuk akal.

Adapun klaim Muhammad Diya Shihab di pinggir Shams al-Zahira bahwa garis keturunan ini ditemukan dalam pohon silsilah para sultan Palembang, yang ditulis pada tahun 1161 H, menurut Kiai Ja’far, ini adalah klaim palsu yang tidak dapat diterima oleh akal sehat. Karena bagaimana mungkin penduduk Palembang mengetahui nama Muhammad ibn Ali Sohib Mirbat Ba’Alawi, padahal penduduk Hadhramaut tidak mengenalnya pada zamannya?

Kiai Ja’far juga menjelaskan, apa yang dilakukan ketiga orang ini di Indonesia terkait garis keturunan Walisungo, mirip dengan apa yang dilakukan keluarga Ba’Alawi di Tarim, di mana mereka mengaitkan garis keturunan beberapa suku asli kepada Abu Bakar Shidiq, seperti al-Amoudi, padahal sebenarnya ia berasal dari suku Bani Muhammad ibn Nuh ibn Sayban, dan kepada Aqil ibn Abi Talib, seperti keluarga Bajaber, dan kepada Abbas, seperti keluarga Ishaq, dan kepada Ansar, seperti keluarga Khatib? Puluhan suku Hadhrami memiliki silsilah palsu yang dibuat untuk mereka, membelokan mereka dari silsilah asli mereka dan menempatkan mereka dalam silsilah selain silsilah mereka sendiri. Kemudian, setelah beberapa waktu, mereka yang memberikan silsilah palsu tersebut justru membatalkannya. Akibatnya, keturunan suku-suku tersebut menjadi bingung mengenai silsilah mereka dan sejarah leluhur mereka yang sebenarnya. Ini adalah ketidakadilan yang tak termaafkan.

Peneliti dan sejarawan Abdullah bin Saleh bin Ali Al Abu Tal’ah Al-Sharfi, seorang ulama dari Dammaj di kota Sa’dah di Yaman utara, menurut Kiai Ja’far, berkata: “Mereka yang memberi mereka silsilah palsu ini dan menyembunyikan silsilah asli mereka adalah orang-orang yang suatu hari nanti akan mengkritik dan mencemooh mereka, mengklaim bahwa mereka tidak memiliki silsilah. Jika mereka dihadapkan dengan silsilah palsu ini, mereka akan terbantahkan karena yang membantah inilah yang memalsukannya.”

Hal ini juga terjadi di Indonesia, di mana, seperti yang telah kami sebutkan, mereka memasukkan garis keturunan Walisongo sebagai Ba’Alawi dalam buku-buku mereka sejak tahun 1933 M, sementara Rabitah Alawiyah, pada tahun 2020 M, membantah garis keturunan keturunan Walisongo dalam surat resmi.

Siapa pun yang mengaku sebagai keturunan Walisongo, menurut Kiai ja’far, dan kemudian menerima bahwa mereka adalah Ba’Alawi telah merendahkan dirinya sendiri. (KD)

ShareTweetShare
Previous Post

Bantah Riziq Syihab, Dr. KH Abbas Bili Yahsyi: Habib Ba ‘Alwi Bukan Penyebar Islam di Indonesia

Next Post

تعرف على الشيخ عماد الدين عثمان البنتني، عالم إندونيسي ألف أكثر من 20 كتاباً باللغة العربية.

Related Posts

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
301

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

9 Oktober 2026
62

RMI PWNU BANTEN DORONG SINERGI PEMBERDAYAAN PESANTREN, SAMBUT POSITIF RENCANA PERGUB BANTEN

9 Oktober 2026
44

Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

8 Oktober 2026
91

Pesantren Afiliasi NU di Bogor Disegel, KH Imaduddin: Gaya PKI Semacam Itu Harus ditindak Aparat

3 Oktober 2026
207

Resmi, Ini Struktur Lengkap PBNU Masa Khidmah 2026–2031

1 Oktober 2026
156

BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

28 September 2026
131

Kitab Al-Syajarah Al-Thayyibah, Kitab Terbaru Karya K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani

24 September 2026
248

Kiai Hasan Sahal Gontor, Kiai Keturunan Sunan Gunung Jati Yang Sedang Viral: Kiai Palsu, Santri Palsu, Pesantren Palsu

21 September 2026
215

Pengajian Akbar MWCNU Kasemen: Teruskan Perjuangan Muassis NU, Ulama dan Umaro Bersinergi

17 September 2026
60
Next Post

تعرف على الشيخ عماد الدين عثمان البنتني، عالم إندونيسي ألف أكثر من 20 كتاباً باللغة العربية.

Paling Banyak Dilihat

Biografi

Biografi Abah KH. Junaidi, Sang Fakih dari Jati

by Admin
18 Oktober 2026
9

Oleh: Hamdan Suhaemi Riwayat Kelahiran Junaidi lahir dari ayah bernama Samar dan ibu bernama Jubaidah pada tanggal 2 Januari 1958...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Biografi Abah KH. Junaidi, Sang Fakih dari Jati

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.2k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25