• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Berita

Ba ‘Alawi Dan Kebo Kiai Slamet

by Admin
12 Oktober 2023
in Berita, KH Imaduddin al Bantani, Kitab, Manuskrip, Opini, Tokoh, Ulama
5 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

“Pintar itu perjuangan, namun Bodoh adalah Pilihan.”

Menyikapi masifnya pembelokan sejarah, hingga situs dan makam dari Mataram Islam (Surakarta Hadiningrat, Jogjakarta Hadiningrat, Pura Mangkunegaran & Pakualaman). Maka penulis melihat ini sebagai KEJAHATAN dan sekaligus KEKONYOLAN.

Kejahatan karena tentu saja ini perbuatan biadab. Bila membanggakan nasabnya sendiri saja itu perbuatan hina, apalagi merampok nasab orang lain diakui sebagai nasab dirinya.

Kekonyolan, karena data dan catatan di Keraton itu sangat kuat, lengkap & sistematis. Meminta isbat atau serat kekancingan nasab di era sekarang saja, salah satu syaratnya harus disaksikan keluarganya yang punya kekancingan nasab juga. Artinya ada penjamin, yang itu juga telah diakui syah sebagai kerabat Keraton. Sulit sekali ditembus. Kecuali kita konyol mau mencetak silsilah sendiri, distempel sendiri dan tidak peduli dengan kesaksian keluarga besar yang kita klaim tersebut. Yaaaah, mirip Robithoh Alawiyah lah. Nasabnya dikarang sendiri, distempel sendiri dan gak peduli dengan persaksian dari keluarga ahlil bait Nabi sedunia. Dan untuk masa mendatang saya yakin, Keraton juga akan menerapkan test DNA. Untuk mengantisipasi siapapun, baik yg sudah dapat serat kekancingan atau yang mau mengajukan agar tidak ada penyusup nasab.

Dalam trah Keraton Nusantara saya menyaksikan, sangat banyak yang diisi para  manusia hebat & cerdas. Yang nyata-nyata memberi sumbangsih peradaban bagi Nusantara modern. Ke depannya, untuk penentuan nasab selain memakai Kajian Pustaka, juga akan patuh pada kaidah Genetika. Jangan seperti sebelah, yang ANTI SAINS, atau setidaknya pura-pura gak faham sains. Ingat ini Abad 21 Bung, jangan mundur cara berpikirnya ke Abad 12. Mengaku Islam tetapi anti sains, maka sama dengan menghina Al Quran. Dimana disitu ayat pertama saja, kita disuruh MEMBACA. Yaitu tidak saja ayat Qouliyah tapi juga Kauniyah. Dan ada begitu banyak perintah untuk berpikir (afala ta’qilun). Dan infornasi dari Allah SWT tentang sains juga banyak di Al Quran. Misal dari mana datangnya Al Hadid (besi atau metal) sampai bisa ada di bumi. Atau Big Bang Theory (dentuman besar sebagai awal dari penciptaan semesta), hingga tentang bersatunya cairan awal penciptaan manusia

Baca Juga

Haul H. Abdul Gani, Ulama Milyuner Dari Kresek Tangerang Di Hadiri Wamenag RI

Kisah Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang Mendapat Bintang Salib Dari Penjajah Belanda

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

The Beginning of Baalwisasi-Yamanisasi: Penyelewengan Definisi Habib dan Ahlul Bait

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

(https://tafsirweb.com/11730-surat-al-insan-ayat-2.html).

Dan penciptaan manusia adalah sumbangan ‘cairan’ dari ayah & ibu. Jadi menafikkan nasab dari ibu juga perbuatan ANTI QURAN. Apa lupa pada sebuah nama ISA putra MARYAM? Jadi kaum patriarkhi sadarlah, nasab bisa disambungkan dari manapun, termasuk dari ibu. Karena ibu itu mulia, dan Islam memuliakan ibu 3x daripada ayah.

Lanjut…

Kecerobohan dari BA’ALAWI yang gegabah berurusan dengan Nasab Kerajaan Nusantara ini sangat fatal. Bagaikan membenturkan kepala ke batu cadas. Dan tentu saja memantik reaksi beragam. Dari para pakar sejarah, macam Prof. Peter Carey (Oxford University), hingga tentu saja pihak Keraton dan trah keturunannya.

Termasuk Mataram Islam yang sedang diperkosa habis-habisan, baik nasab hingga makamnya.

Penulis melihat, level kecerobohan seperti ini sesungguhnya tidak layak ditanggapi oleh sekelas Raja dan Pangeran. Karena KEBODOHAN itu ada tingkatannya. Tapi kebodohan tanpa literasi dan pemahaman akal sehat, adalah kebodohan paling rendah yang bisa dicapai manusia. Dan hanya muncul dari Kaum yang tidak terpelajar, atau malas belajar.

Imam Syafi’i : “Apabila kamu tak sanggup menahan lelahnya belajar, maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan !”

Menjadi pintar itu perjuangan, tapi bodoh adalah pilihan.

Dan mereka memilih bodoh dengan membenturkan kepala kepada batu cadas. Berharap batu cadasnya pecah, nyatanya kepala sendiri yang kopyor.

Apabila Raja dan para Pangeran Mataram tidak level menanggapinya, lalu siapa yang pantas? Jawabannya tidaklah sulit.

Karena kebodohan akut, biasanya diperibahasakan dengan “Seperti Kerbau yang dicocok hidungnya.” Sangat pas bila kebodohan ini levelnya sama dengan Kerbau.

Dan Mataram punya Kerbaunya. Namun ini bukan kerbau sembarangan. Yaitu kerbau yang berhubungan dengan Legenda Kebo Kyai Slamet.

Ijinkan kali ini saya menyampaikan Legenda. Masak Ba’alawi saja yang boleh mendongeng bombastis atas datuknya. Bisa Mi’raj 70x ke langit tiap malam, sampai ontanya hapal jalan di langit. Atau datuknya bisa memadamkan api neraka. Hingga pedang datuknya yang mampu mengusir serbuan komunis Rusia, padahal yang jadi pentolan komunis di Yaman adalah banyak dari Ba’alawi sendiri.

(https://youtu.be/ieDtrKLvC2M?si=Nd31ZzqZVLe8Rehb).

Owalah…kampret memang, gitu kok ada saja yang percaya.

KEBO KYAI SLAMET

Kebo Kyai Slamet adalah sapi ajaib yang konon bisa berbicara dan mengobati penyakit.

Sapi ini juga menjadi lambang perlawanan Mataram Islam Surakarta terhadap penjajah Belanda.

Kebo Kyai Slamet berasal dari peristiwa pengungsian Paku Buwono II, raja kedua Mataram Islam Surakarta, ke Ponorogo pada tahun 1742.

Ia pun meninggalkan keraton dan berlindung di Pondok Tegalsari, sebuah pesantren yang dipimpin oleh Kyai Hasan Besari.

Dalam penelitian, berjudul Penelusuran Sejarah Kebo Bule “Kyai Slamet” di Keraton Surakarta dan Kelahiran Kesenian Kebo Bule sebagai Media Dakwah Islam di Ponorogo, oleh Rudianto.

Diceritakan setelah sampai di Ponorogo, Paku Buwono II bersemadi.

Dalam semadinya, dia mendapat petunjuk tentang benda pusaka bernama Kyai Slamet.

Kyai Slamet adalah sebuah tongkat kayu yang berisi ilmu gaib dan kekuatan spiritual.

Tongkat ini disimpan di sebuah gua yang dijaga oleh seekor sapi putih kemerah-merahan.

Paku Buwono II pun berangkat menuju gua tersebut bersama Kyai Hasan Besari dan beberapa pengikutnya.

Di depan gua, mereka bertemu dengan sapi putih yang ternyata bisa berbicara.

Sapi itu menyambut Paku Buwono II dengan hormat dan memberitahu bahwa ia adalah pengawal Kyai Slamet.

Sapi itu juga mengatakan bahwa ia bersedia mengikuti Paku Buwono II sebagai tanda baktinya kepada raja Mataram Islam Surakarta.

Paku Buwono II pun masuk ke dalam gua dan mengambil tongkat Kyai Slamet.

Ia juga membawa sapi putih tersebut bersamanya.

Sapi itu kemudian diberi nama Kebo Kyai Slamet oleh Paku Buwono II.

(Selengkapnya di : https://intisari.grid.id/read/033808730/mengenal-kebo-kyai-slamet-sapi-keramat-yang-dikagumi-raja-raja-mataram-islam-surakarta?page=all)

Kebo bule (berwarna putih) tersebut sudah kembali ke tempatnya semula setelah mengalami luka-luka dalam perang melawan Belanda. Dalam rangka untuk menyembuhkan diri. Namun tak kunjung kembali, entah kapan akan kembalinya.

Namun Kebo Bule pengawal pusaka Kyai Slamet tersebut memiliki keturunan, dan kini berjumlah sekitar 18 ekor. Yang terus dikembangbiakkan tiap generasi dan menjadi salah satu Pusaka Penting di lingkungan Keraton Surakarta Hadiningrat.

(https://www.detik.com/jateng/budaya/d-6192857/sejarah-kebo-bule-keraton-solo-hewan-klangenan-paku-buwono-ii-sejak-1725).

Jadi bagaimana, sepakatkah bahwa untuk menyikapi kebodohan dari pembelokan & perampokan sejarah ini cukup Kebo Bule Mataram?

Tentu saja tidak, Kebo Bule hanya simbolis saja. Bahwa bagi Mataram Islam, untuk melawan penjajah, kebonya saja ikut berjuang, apalagi segenap rakyatnya. 

Agaknya Mataram Bangkit perlu disimbollkan dan digelorakan REVOLUSI KEBO KYAI SLAMET.

Maka bisa dilihat, bagaimana kini mengalirnya kebangkitan seluruh Bani Mataram melawan kebodohan tersebut.

(https://youtu.be/mfPJX6dVFow?si=O07W6uGvLS7W2CAr)

Kita sepakat bahwa NKRI memang harga mati. Tapi sejarah leluhur kita juga harga mati yang harus kita bela selamanya. Tidak saja untuk kehormatan leluhur kita, tapi untuk seluruh anak-cucu hingga akhir zaman.

Mataram Brang Wetan, 12 Oktober 2023

Wassalam, Salam Sejahtera, Rahayu Nusantaraku.

Penulis: KRT. FAQIH WIRAHADININGRAT

Tags: ba alawiba alawi rungkadBa Alwibahar bin smithbin yahyabudaya nusantraDzuriyyahDzuriyyah Nabihabaibhabibhaluhanif alatasHRSisnad palsuKeturunan Nabiketurunan palsuKeturunan Rasulullahmakammakam palsumanuskripNasabnasab palsunasab rungkadpemalsuan nasabpemalsuan silsilahpembelokan sejarahpembongkaran makamRasulRasulullah SAWrekomendasi kepada negararumail abbasrungkadsanad ilmusejarah keratonSilsilah Habibsilsilah nasabsitus budayasumodiningrattest DNAthoha bin yahyaUbaidUbaidillahulamautsman bin yahya
ShareTweetShare
Previous Post

Silsilah Sunan Gunung Jati Ke Musa Al-Kadzim

Next Post

Ronsen Kuburan: Wali Atau Dukun

Related Posts

Haul H. Abdul Gani, Ulama Milyuner Dari Kresek Tangerang Di Hadiri Wamenag RI

4 Mei 2026
79

Kisah Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang Mendapat Bintang Salib Dari Penjajah Belanda

4 Mei 2026
87

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

1 Mei 2026
183

The Beginning of Baalwisasi-Yamanisasi: Penyelewengan Definisi Habib dan Ahlul Bait

29 April 2026
41

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

25 April 2026
94

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

22 April 2026
231

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

21 April 2026
83

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

18 April 2026
76

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi

18 April 2026
37

Tedi Isyaratkan Ada Reshuffle Kabinet, Kiai Imad Usul Presiden Copot Nusron Terkait Korupsi Kuota Haji

10 April 2026
99
Next Post

Ronsen Kuburan: Wali Atau Dukun

Paling Banyak Dilihat

Berita

Haul H. Abdul Gani, Ulama Milyuner Dari Kresek Tangerang Di Hadiri Wamenag RI

by Admin
4 Mei 2026
79

TANGERANG – Haul tokoh dari Kresek Tangerang, H. Abdul Gani bin H. Muhammad ke-50 yang di laksanakan di Masjid Abdul...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Haul H. Abdul Gani, Ulama Milyuner Dari Kresek Tangerang Di Hadiri Wamenag RI

Kisah Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang Mendapat Bintang Salib Dari Penjajah Belanda

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

The Beginning of Baalwisasi-Yamanisasi: Penyelewengan Definisi Habib dan Ahlul Bait

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
70.9k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.9k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.3k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25