• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Santri Hikmah

Cara Kiai Bersiap Untuk Hari Kematian

Tulisan ini mudah-mudahan dihitung amal baik oleh Allah yang Maha Kasih, dan menjadi sebab turunnya cinta-Nya kepada hamba yang lemah ini sehingga hamba mendapatkan husnul khotimah diakhir hidup hamba.

by KH. Imaduddin Utsman, MA
8 Juli 2021
in Hikmah, KH Imaduddin al Bantani
4 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

Setelah Ramadan dan Idul Fitri: Menjaga Jejak Kebaikan dan Menyambung Rantai Istiqamah

إثبات نسب عائلة الملك عبد الله الثاني ملك الأردن الى النبي محمد صلى الله عليه وسلم

HAPLOGROUP BANI HASYIM SUDAH KONSENSUS J1: MENJAWAB USAHA RUMAIL HIBUR BA’ALWI

Oleh: KH. Imaduddin Utsman al Bantanie

Kematian pasti datang. Namun kapan datangnya itulah yang tidak pasti. Sungguh indah Allah ciptakan ajal yang dibalut dalam misteri, sehingga menjadi ujian bagi kita agar setiap saat bersiap penuh seluruh. Berbahagialah orang yang diberikan penyakit sebelum datangnya ajal, sehingga ia dapat berpasrah kepada-Nya dengan sedikit demi sedikit organ-organnya tidak berfunggsi, namun lebih berbahagialah ia yang diberikan perasaan kepasrahan penuh seluruh untuk bersiap menghadapi mati kapanpun tanpa harus diberikan sakit terlebih dahulu.

Tulisan ini mudah-mudahan dihitung amal baik oleh Allah yang Maha Kasih, dan menjadi sebab turunnya cinta-Nya kepada hamba yang lemah ini sehingga hamba mendapatkan husnul khotimah diakhir hidup hamba.

Bagi pembaca yang rela menahan sabar sebentar untuk membaca tulisan ini, doa-doa indah juga penulis panjatkan agar kita semua selalu berada dalam cinta dan kasih sayang Allah SWT. semoga disisa hidup kita ini Ia Yang Maha Perkasa menulis ketentuan bahwa kita akan tetap dalam iman dan Islam sampai ajal tiba dan akan kuat menjalankan seluruh yang diperintah-Nya dan menjauhi seluruh yang dilarang-Nya, amin.

Berikut ini beberapa mutiara hikmah yang penulis ambil dari berbagai kitab para ulama solihin tentang persiapan menghadapi kematian.

Apa Yang Harus Kita Persiapkan Menghadapi Kematian:

  1. Dari detik ini niatkanlah kita bertaubat akan segala dosa yang pernah kita lakukan, memohonkan kepada Allah yang Maha Ghofur semoga Ia menghapus catatan dosa itu dari buku amal kita. Lalu kita berazam kuat untuk tidak mau lagi berbuat dosa kepada-Nya.
  2. Renungkanlah, apa kedzaliman yang pernah kita lakukan, bila berupa hutang dan janji maka segeralah bayarkan, bila berupa menyakiti hati sesama segera kirim pesan kepadanya mohon dimaafkan atas segala kesalahan, terutama untuk orang-orang yang paling berjasa dalam hidup kita: guru, ibu, ayah, adik, kakak, isteri, anak, teman karib dan lain sebagainya.
  3. Tulislah wasiat ketaqwaan untuk orang-orang yang kita sayangi: anak, cucu, murid dan keluarga kita, agar mereka senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT., meneruskan silaturahmi dengan famili, guru dan sahabat-sahabat kita.
  4. Mulailah memegang tasbih, bacalah La ilaaha illallah sebanyak 70.000 kali dengan dicicil ketika waktu senggang kita. Bacaan ini adalah wasiat banyak ulama sebagai ataqah (penebus) kita dari neraka kelak. Lalu kita juga berwasiat kepada keluarga kita apabila nanti kita wafat, keluarga kita meminta beberapa ulama untuk mengataqahi lagi sebagai kehati-hatian, karena kita tidak tahu ataqah yang mana yang akan diterima. Ataqah seperti di atas disebut ataqah sughro. Bila memungkinkan kerjakan juga ataqah kubro yaitu membaca surat al-ikhlas sebanyak 100.000 kali. Cicil dan tulislah hitungannya.
  5. Berwasiat pulalah agar setelah wafat nanti, keluarga kita berkenan menjalankan fidyah, yaitu membagikan beras kepada fuqara dan masakin ukuran satu mud (kira-kira satu liter) setiap solat dan puasa dari seluruh umur kita dikurangi masa balig. Sebagai bentuk kehati-hatian, karena kita tidak tahu salat dan puasa kita apakah diterima atau tidak. Satu hari lima waktu solat berarti lima liter beras di kalli sebulan kemudian kali setahun, maka pertahun beras yang kita sodaqohkan adalah sebanyak 1.825 liter beras, kemudian kalihkan dengan umur kita. Bagi yang banyak hartanya sodaqohkanlah dalam bentuk beras yang sebenarnya kepada fuqoro dan masakin. Namun bagi yang kurang mampu bisa dengan cara fidyah biddaur (membayar dengan bertukar) yaitu cara yang dipakai ulama untuk membantu orang-orang miskin dapat membayar fidyah tanpa mengeluarkan uang. Untuk lebih jelas, bagi yang ingin menjalankannya bisa meminta kiayi setempat untuk menjalankannya cukup memohon dijalankan fidyah untuk ayah kita yang wafat, umpamanya, maka kiayi ini akan mengerti.
  6. Usahakan sebelum wafat, kita mempunyai amal jariyah. Yaitu berupa tanah yang kita wakafkan untuk kebaikan, misalnya mewakafkan sebidang tanah sawah yang hasilnya untuk para jama’ah mushola al hidayah, atau hasilnya untuk para kiayi yang mengajar al-Qur’an di kampung Jati, atau tanah yang diwakafkan untuk bangun pesantren, masjid, kantor NU, jalan dan sebagainya. Atau mewakafkan tanah sawah yang hasilnya untuk setiap anak di kampung kita yang mau menuntut ilmu di pesantren dan sebagainya. Tanah itu akan menjadi wakaf sampai hari kiamat dan pahalanya akan berjariyah (mengalir) kepada kita. Bagi para orang berilmu, ilmu juga termasuk amal yang akan terus berkesinambungan sampai hari kiamat.
  7. Wasiatkan pula kepada keluarga kita, jika memungkinkan, Ketika kita menghadapi sakarat, agar kepala kita ke arah utara dan posisi wajah kita menghadap kiblat karena kiblat adalah arah yang paling mulia. Bila tidak memungkinkan maka kepala kita ke arah selatan dengan wajah ke arah kiblat.
  8. Wasiatkan pula kepada keluarga kita agar dibacakan surat yaasin didalam sakit parah kita, karena yaasin banyak menyebut tentang hari kiamat, agar kita selalu mengingatnya. Juga hendaklah ada dari keluarga kita seseorang yang mendampingi kita untuk mengajari kita kalimat Laa ilaaha illallah, ketika kita sudah mengucapkan kalimat itu, maka tinggalkan dengan sunyi, agar akhir kata kita adalah kalimat tauhid. Bila kita bicara lagi hal yg lain, maka keluarga kita ajarkan kembali agar kita mengucapkan kalimat tauhid.
  9. Hendaklah rumah kita yang sedang sakit dibersihkan dari patung-patung, dan ketika sakarat hendaklah perempuan haid menjauh dari kita, karena malaikat enggan memasuki kamar yang ada patung, anjing dan orang junub atau haid.
  10. Bila sudah terasa dekat waktu kewafatan kita, maka bersihkanlah diri kita dengan memotong kuku, kumis yang lebat, bulu ketiak, bulu kemaluan dan mandilah yang bersih dan memakai minyak wangi.
  11. Hendaklah keluarga kita meletakan kita, setelah keluarnya ruh, dengan kaki kita menghadap kiblat, agar wajah kita menghadap kiblat di tempat yang aman dan nyaman dan ditunggui sampai dimandikan. Kemudian diikatkan kain dari rahang sampai kepala kita. Hendaklah pula seluruh tubuh kita ditutupi kain termasuk wajah kita.
  12. Hendaklah keluarga kita segera memandikan kita walaupun solat jenajah tidak segera dilakukan. Memandikan hendaklah ditempat yang sunyi dan beratap serta tidak dihadiri kecuali oleh keluarga dekat kita. Dan yang paling utama memandikan adalah isteri kita, karena ialah yang boleh melihat seluruh awrat kita.
  13. Baik sekali jika kita menyiapkan kain kafan yang dibeli dengan yakin dari harta yang halal yang sudah dicuci dan dipakai ibadah. Apalagi bila kain itu diberikan oleh orang yang solih. Juga tidak dimakruhkan kita menyiapkan tempat yang akan dipakai untuk makam kita.
  14. Hendaklah keluarga kita mengundang orang-orang yang solih ketika mensalati janajah kita dan memperbanyak undangan kaum musimin agar banyaklah doa yang akan kita dapatkan dari orang-orang yang solih. Kemudian hendaklah penguburan kita juga dihadiri oleh orang yang alim ahli dalam fikih agar memperhatikan ketika prosesi penguburan itu agar tidak ada yang salah secara hukum agama. Dan kemudian orang salih tersebut membacakan talkin untuk kita setelah penguburan selesai.
  15. Hendaklah keluarga kita, jika mampu, memperbanyak sodaqoh atas nama kita di hari wafatnya kita, dan hendaklah mereka memohon beberapa orang solih, biasanya di Banten sebanyak tujuh orang, untuk melaksanakan solat pakewuh setelah magrib.
  16. Hendaklah keluarga kita, jika mampu, mentahlili kita, dan memintakan do’a kepada tetangga selama tujuh malam untuk kita, dan memperbanyak sodaqoh untuk kita di malam-malam itu. Baik sekali jika memohon beberapa orang ahli membaca Al-Qur’an untuk selama seminggu itu terus membaca Al-Qur’an yang pahalanya ditujukan untuk kita.
  17. Semoga kita yang kurang amal ibadah ini diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT, dan amal ibadah yang sedikit yang kita lakukan diterima-Nya. Dan juga semoga kita husnul khatimah dan mendapatkan syafaat baginda Nabi Muhammad SAW, amin.
ShareTweetShare
Previous Post

Kisah Cinta Santri Banten Yang Penuh Lara Namun Sarat Makna

Next Post

Dimana Ruh Berada Sebelum Kiamat

Related Posts

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

25 April 2026
83

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

22 April 2026
194

Setelah Ramadan dan Idul Fitri: Menjaga Jejak Kebaikan dan Menyambung Rantai Istiqamah

21 Maret 2026
34

إثبات نسب عائلة الملك عبد الله الثاني ملك الأردن الى النبي محمد صلى الله عليه وسلم

6 Maret 2026
107

HAPLOGROUP BANI HASYIM SUDAH KONSENSUS J1: MENJAWAB USAHA RUMAIL HIBUR BA’ALWI

8 Februari 2026
322

تعرف على الشيخ عماد الدين عثمان البنتني، عالم إندونيسي ألف أكثر من 20 كتاباً باللغة العربية.

6 Februari 2026
108

DNA Berhaplogroup G, Apakah Klan Ba’Alwi Keturunan Budak Bani Hasyim?

23 Januari 2026
314

الاستفادة من الحمض النووي لنفي نسب الدخلاء على نسب النبي صلى الله عليه وسلم واجبة شرعا: رد الشيخ عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي على بعض قرارات مجلس المجمع الفقهي الاسلامي بمكة المكرمة بشأن البصمة الوراثية

12 Januari 2026
162

Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Al-Jawi Asy-Syafi’i Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

10 Januari 2026
263

لايجوز إثبات النسب بالشهرة والإستفاضة إذا وجد المعارض: رد الشيخ عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي على الشيخ ابراهيم بن منصور من علماء المملكة العربية السعودية

10 Januari 2026
122
Next Post

Dimana Ruh Berada Sebelum Kiamat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Opini

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

by Admin
1 Mei 2026
149

Tangerang, (30 April 2026) - Wilayah Kresek dan Tanara merupakan dua wilayah yang secara geografis berdekatan serta memiliki keterkaitan historis...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

The Beginning of Baalwisasi-Yamanisasi: Penyelewengan Definisi Habib dan Ahlul Bait

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
70.9k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.9k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.3k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25