• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home KH Imaduddin al Bantani

Fakta DNA Teroris Usamah bin Ladin Sebagai Sepupu Ba’Alwi: Kenapa Tidak Mengaku Cucu Nabi

by Admin
2 November 2025
in KH Imaduddin al Bantani, Opini
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Sebuah fakta ketika terungkap kadang memang sangat menyakitkan. Baalwi yang sudah ratusan tahun mengaku keturunan Nabi Muhammad SAW, hari ini terbongkar kepalsuannya secara ilmiyah dari segala sisi. Tidak ada lagi bagi mereka tempat untuk menghindar kecuali mengharap orang-orang bodoh masih mau mempercayainya.

Siapa yang tidak kenal Usamah bin Ladin, seorang teroris internasional yang mengakibatkan ribuan nyawa manusia melayang ini ternyata adalah sepupu jauh klan Ba’alwi. Hasil tes DNA dari Muhammad bin Usamah bin ladin mengungkap fakta genetic adanya kakek Bersama jalur laki-laki antara Usamah bin Ladin dan klan Ba’alwi. Anehnya kedua sepupu garis laki-laki ini tidak kompak. Yang satu mengaku keturunan Nabi Muhammad SAW, yang satu lagi tidak.

Akun X Y-DNA Sequencing in Syria menampilkan hasil tes DNA Muhammad bin Usamah bin Ladin seperti berikut ini:

GM201>L89>L156>P15>L1259>L30>M406>PF3299>PF3293>PF3296>FT262973>PF3302>Y33232>Y32613

Baca Juga

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

Hasil tes DNA tersebut identic dengan DNA Ba’alwi dari Indonesia Agus Arslan Al-Habsyi. Ia terkonfirmasi sebagai keturunan G-M201, sebagaimana diumumkan oleh Familitreedna. Menurut peneliti BRIN, Doktor Sugeng Sugiharto, Dari 180 orang yang mengaku Ba’alwi ada 75 orang yang mempunyai induk haplogroup G-M201 dengan subclade Y32613, sementara sisanya berhaplogroup beragam dari O, E. R dan lain-lain.

Subclade Y32613 hidup 950 tahun yang lalu. Artinya orang-orang yang mempunyai subclade tersebut mempunyai satu kakek bersama 950 tahun yang lalu. Artinya pula antara leluhur Agus Arslan Al-Habsyi dan leluhur Usamah bin Ladin 950 tahun yang lalu adalah bersaudara. Hasil tes DNA Usamah bin ladin ini menambah kuat terbongkarnya kepalsuan nasab Ba’alwi, di mana dua orang bersaudara yang satu mengaku keturunan Nabi Muhammad SAW yang satu lagi tidak. Pengakuan klan Ba’alwi bahwa leluhurnya adalah seorang keturunan Nabi Muhammad SAW, sementara pengakuan keluarga Usamah leluhurnya adalah dari Bani Kindah.

Ketika leluhur Usamah bin Ladin dan Ba’alwi 950 tahun yang lalu adalah bersaudara, maka kita hitung: tahun ini adalah tahun 1447 H. kemudian kita kurangi 950 tahun, hasilnya adalah 497. Jadi keluarga Usamah dan Baalwi bertemu di kakek bersama yang hidup tahun 497 H. pertanyaannya siapakah kakek Ba’alwi yang hidup di tahun 497 Hijriah? Kita lihat di catatan keluarga Baalwi bahwa kakek Ba’alwi yang hidup di tahun itu adalah seorang “ulama besar” bernama Alwi bin Muhammad (lahir 450 H. wafat 512 H.). Alwi bin Muhammad dalam kitab keluarga Ba’alwi dicatat mempunyai dua anak yaitu Ali Khali Qasam dan Salim (Syamsudzahirah h. 70). Seharusnya Alwi bin Muhammad juga adalah kakek Usamah bin Ladin dari anaknya yang Bernama Salim.

Pertanyaanya, kenapa hari ini sislislah keluarga Baalwi dan Usamah berbeda. Kenapa keluarga Usamah bin Ladin tidak mempunyai kakek garis laki di 950 tahun yang lalu Bernama Alwi bin Muhammad. Jawabannya: salah satu di antara keduanya pasti ada yang berdusta. Pertanyaannya siapa di antara mereka berdua yang berdusta?

Berdasarkan penelitian penulis, yang berdusta adalah keluarga Ba’alwi bukan keluarga Usamah bin Ladin. Kenapa? Karena silsilah keluarga Ba’alwi yang mengaku bahwa Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubed adalah seorang sayyid karena Ubed adalah anak dari seorang Sayyid terkenal bernama Ahmad bin Isa tidak terkonfirmasi kitab-kitab nasab di masa hidupnya Alwi. Kitab-kitab nasab yang hidup di masa hidupnya Ubed, Alwi dan Muhammad, seperti kitab Tahdzibul Ansab, Al-Majdi, dan Muntaqilah tidak mencatat Ahmad bin Isa mempunyai anak Bernama Ubed. Kitab-kitab sejarah dari mulai abad ke-5 samapai ke-9 Hijriah pun tidak ada yang mencatat bahwa tahun 490 Hijriah ada seorang ulama nernama Alwi bin Muhammad.

Maka nama Alwi bin Muhammad ini jelas nama fiktif. Lalu siapa leluhur mereka yang hidup 950 tahun yang lalu itu? Jawabannya: Namanya tidak terdeteksi dan terverifikasi, yang jelas ia adalah seorang yang berhaplogroup G dengan subclade Y32613. Kita sebut saja Syekh G-Y32613. Dan Syekh G-Y32613 ini adalah kakek bersama yang menurunkan keturunan di antaranya Usamah bin Ladin dan Umar bin Hafidz.

Anehnya dua keturunan dari satu orang yang sama ini silsilahnya berbeda. Usamah mengaku keturunan Kindah sedangkan Umar bin Hafidz mengaku keturunan Nabi Muhammad SAW. Yang demikian itu menambah kuat terbongkarnya kepalsuan nasab Umar bin Hafidz. Karena keluarga Nabi Muhammad SAW harus berhaplogroup J1, sedangkan keluarga Umar bin Hafidz berhaplogroup G.

Apakah masih ada sepupu-sepupu Ba’alwi yang tidak mengaku sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW? Jawabannya masih banyak. Dan semuanya tidak mengaku keturunan Nabi Muhammad SAW. Kita ambil contoh keluarga Bothar di Oman.

Keluarga Bothar di Oman mempunyai subclade G-Z28113, sumber: https://www.familytreedna.com/public/baalawi?iframe=ydna-results-overview&srsltid=AfmBOoppJJf4dxSnPDpY31sf35mlao5WCE9yCavsN6XucXMJXhS5kEvW.

G-Z28113 merupakan subclade dari G-Y68554 (sumber: https://www.yfull.com/tree/G-Y32612/).

G-Y68554 milik keluarga Bothar bertemu dengan G-Y32613 milik keluarga Ba’alwi di sekitar 950 tahun yang lalu seabagai sepupu. Siapa leluhur Baalwi di sekitar 950 tahun yang lalu? Jawabannya adalah Alwi bin Muhammad. Sesuai versi tradisonal Baalwi, keluarga Bothar ini juga seharusnya sekarang mengaku keturunan Nabi karena ia sepupu garis laki keluarga Baalwi, pertanyaanya mengapa sekarang keturunannya di Oman tidak mengaku keturunan Nabi? Jawabannya karena pengakuan Ba’alwi sebagai keturunan Nabi baru muncul di tahun 895 Hijriah tanpa mengajak sepupunya dari keluarga Bothar.

Semakin lama fajar menyingsing semakin tampaklah indah wajah sang kekasih. Namun bersamaan dengan itu semakin tampaklah pula raut wajahnya yang tengah dalam duka. Bilakah malam tak pernah pergi; sang fajar tak pernah mengahampiri; dan matahari tak pernah menyinari; agar aku terus dapat bersama sang kekasih yang cantik riang gembira seperti wajahnya di kemarin hari; tanpa harus menerima kenyataan bahwa malam ini wajah riang itu telah berganti; senyum itu telah pergi. Kibin, sanggupkah engkau menerima kenyataan ini? Dari yang mencintaimu, Imaduddin Utsman Al-Bantani.

ShareTweetShare
Previous Post

Peringatan HSN 2025 di PP Nahdlatul Ulum Kresek Berlangsung Khidmat

Next Post

Pengakuan Akademik Prof. Ahmad Zahro atas Penelitian Genealogi Kiai Imaduddin: Ketelitian yang Mengguncang Kesahihan Nasab Ba Alawi

Related Posts

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

26 Oktober 2026
21

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
31

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

20 Oktober 2026
56

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
133

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

15 Oktober 2026
61

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

14 Oktober 2026
99

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
412

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

13 Oktober 2026
81

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

9 Oktober 2026
74

Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

8 Oktober 2026
138
Next Post

Pengakuan Akademik Prof. Ahmad Zahro atas Penelitian Genealogi Kiai Imaduddin: Ketelitian yang Mengguncang Kesahihan Nasab Ba Alawi

Paling Banyak Dilihat

Opini

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

by Admin
26 Oktober 2026
21

Oleh: Ubaidillah Tamam Munji (Dosen UIN Walisongo Semarang dan Pengasuh Pesantren As Shuffah_Rembang) Dalam tulisan ini, saya ingin menjelaskan klaim...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Fakta Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.3k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25