• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home KH Imaduddin al Bantani

Menjawab Sang Pembela Ba Alwi

by Admin
7 Januari 2024
in KH Imaduddin al Bantani, Kitab, Manuskrip, Peristiwa, Pustaka, Tokoh, Ulama
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

Kitab Al-Syajarah Al-Thayyibah, Kitab Terbaru Karya K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani

كتاب الشجرة الطيبة في اثبات نسب بني قتادة تأليف: عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي القادري

Itsbat Nasab Bani Qatadah dan Raja Yordan

Klan Ba’alawi Melamar Putri Kiai, Ditolak Keluarga Jauh Dengan Alasan Kafa’ah: Nikah Tetap Sah?

Gus Rumail Abbas (sebagai pembela Ba Alwi, selanjutnya disebut pembela), telah mengirimkan sebuah buku setebal limapuluhtiga halaman kepada penulis. Buku itu berjudul “Menakar Kesahihan Pembatalan Ba Alawi”. Penulis saat ini berada di luar provinsi dalam rangka menghadiri undangan sebuah PCNU di Jawa (orang Banten jika menyebut Jawa, maksudnya bukan Banten, DKI dan Jabar. Ia menunjukan sebuah daerah di Jateng dan DIY atau Jatim). Karena itu, penulis belum melihat buku itu dalam versi cetak yang terkonfirmasi telah sampai di kantor kelurahan Pondok Pesantren NU Cempaka, Kresek, Tangerang, Banten.

Rupanya, selain versi cetak, Gus Rumail pun mengirim buku tersebut dalam versi PDF via seorang kiai di Jatim. Dalam kendaran, penulis mencoba membuka versi PDF itu, dan Agaknya, buku ini bukanlah buku jawaban sepesifik terhadap duabelas pertanyaan yang penulis ajukan. Didalamnya diawali oleh masih adanya narasi apologetic tentang gugatan teori kitab sezaman, yang dari situ penulis pesimis akan apakah buku Gus Rumail ini mewakili bagi jawaban seharusnya dari tesis pembatalan penulis terhadap nasab Ba Alwi.

Tulisan yang penulis tulis di atas kendaraan ini, merupakan tulisan awal dari masalah-masalah yang menurut penulis laik ditanggapi pertamakali berdasar lompatan-lompatan bacaan penulis terhadap buku pembela itu.

Ketika abad ke enam hijriah telah terverifikasi membatalkan nasab Ba Alwi, baik versi Abdullah mauapun versi Ubaidillah, pembela perlu menghadirkan antithesis abad ke enam tersebut. Kitab-kitab nasab dan sejarah abad itu, juga diperkuat oleh kitab nasab abad selanjutnya sampa abad ke sepuluh, menganulir pengakuan ketersambungan nasab Ba Alwi di abad ke sembilan Hijriah. Cara baca penulis dengan melompat, dilakukan untuk mencari dalil peruntuh benteng tesis abad ke enam itu, karena perdebatan tentang kaidah-kaidah disaratkan atau tidaknya kitab sezaman biarlah menjadi domain para pemuja taklid yang berbasis husnuzon saja. Anak-anak gen-Z kita yang kehidupannya telah berbasik tehnologi AI (Artificial Intellegence), akan mentertawakan orangtuanya yang ketika melihat kabel listrik bertegangan tinggi lalu menyuruhnya untuk memegangnya dengan berbasis husnuzon bahwa listrik itu tidak akan menyengatnya karena ia hanya benda mati; atau ketika kita melihat kertas putih lalu kita menyuruhnya berhusnuzon bahwa warna kertas itu sebenarnya adalah merah. Kaidah-kaidah yang tidak logic akan ditinggalkan zaman dan ditertawakan peradaban.

Setelah penulis melompat kepada tulisan pembela tentang manuskrip, penulis melihat bahwa pembela telah berusaha mendapatkan rudal penghancur kuatnya benteng pertahanan abad enam hijriyah yang membatalkan nasab Ba Alwi sebagai keturunan Nabi Muhammad Saw.

Di halaman enambelas, pembela menyuguhkan sebuah narasi yang katanya terjemahan dari sebuah naskah yang ia temukan:

“(Naskah ini) milik Abi al-khair Muhammad ibn Ali al-Mawazini (w.tt), didapatkan secara qiro’at pada tahun 655 H. di Masjidilharam dari al-faqih al-Abid Umar Abu al-Qasim ibn Said al-Din ibn Ali Dzafari (w.667 H.)”.

Narasi itu katanya didapat dari sebuah manuskrip yang menyebut nama Faqih Muqoddam dengan judul :
“kitab al-Arba’in al-Musnad li al-Imam al-Faqih Muhammad ibn Ali al-Alawi, dikeluarkan oleh Umar al-Abid ibn Sa’d al-Din ibn Ali al-Dzafari (w.667 H.)”.

Di halaman kedua, kata pembela, ia menemukan narasi yang menyebut Faqih Muqoddam beserta silsilah nasabnya sampai Ahmad bin Isa.

Lalu, apa yang ingin pembela jadikan dalil dari dua proposisi itu? Ia mungkin ingin mengatakan, bahwa naskah itu ditulis pada tahun yang tertera disana, yaitu tahun 655 H. walaupun tahun ini tetap tidak bisa menghancurkan benteng abad ke enam (tahun 597 H. yaitu tahun rampung ditulisnya kitab al-Syajarah al-Mubarokah), lebih dari itu, tahun itu tidak serta merta dapat dikatakan sebagai tahun penulisan manuskrip itu.

Siapapun, hari ini bisa menulis angka tahun yang diinginkannya, tetapi tetaplah angka tahun yang dihitung sebagai titimangsa penulisan adalah dari mulai penulisan itu, yaitu hari ini, bukan tahun berita yang dituliskan. Logika awam saja akan faham, jika hari ini kita tulis kalimat seperti ini:

“ini adalah wasiat Prabu Siliwangi Untuk anak cucunya di Banten agar jangan biarkan tanahnya direbut para pendusta. wasiat ini ditulis oleh anaknya yang bernama Pangeran Cakrabuana tahun 1445 Masehi”.

Tulisan itu, walau berangka tahun 1445 Masehi, tetap saja tulisan itu adalah tulisan tahun 2024 Masehi, bukan tahun 1445 Masehi, karena memang baru ditulis hari ini. mengenai apakah benar bahwa Prabu Siliwangi berwasiat seperti itu, atau apakah benar anaknya, Pangeran Cakrabuana, menulis kalimat itu, yang demikian itu hal lain yang juga dapat ditelusuri, diverifikasi dan dikonfirmasi kebenarannya.

Apalagi dicatatan kaki, pembela mengatakan bahwa naskah itu ditulis tanpa tahun penulisan. Ya rungkad. Bagaimana sebuah perdebatan titimangsa sejarah didalili oleh sebuah manuskrip bodong.

Dari limapuluhtiga halaman buku tersebut, nampaknya, temuan itulah yang paling menjadi andalan pembela untuk menyambungkan paksa nasab Ba Alwi kepada baginda Nabi. Dan itupun tertolak karena, seperti sanad hadits yang telah terbukti palsu itu, nampaknya manuskrip inipun sengaja diciptakan untuk kepentingan yang sama, yaitu ditenagai oleh melulu menyambungkan paksa nasab Ba Alwi.

Hal-hal lain yang perlu penulis tanggapi, akan penulis sampaikan pada tulisan berikutnya. Tentu, penulisan di tengah perjalanan ini tdak sefokus ketika menulis dalam indahnya keheningan dan nikmatnya kesendirian.

Penulis: Imaduddin Utsman al-Bantani

Tags: ba alawiba alawi rungkadBa Alwibahar bin smithbin yahyabudaya nusantraDzuriyyahDzuriyyah Nabihabaibhabibhaluhanif alatasHRSisnad palsuKeturunan Nabiketurunan palsuKeturunan RasulullahKRT. FAQIH WIRAHADININGRATmakammakam palsumanuskripNasabnasab palsunasab rungkadpemalsuan nasabpemalsuan silsilahpembelokan sejarahpembongkaran makamRasulRasulullah SAWrekomendasi kepada negararumail abbasrungkadsanad ilmusejarah keratonSilsilah Habibsilsilah nasabsitus budayasumodiningrattest DNAthoha bin yahyaUbaidUbaidillahulamautsman bin yahya
ShareTweetShare
Previous Post

Mendukung PBNU Menguatkan NU

Next Post

Mudahnya Melontarkan Tuduhan Demi Membela Polemik Nasab Ba Alwi

Related Posts

Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

8 Oktober 2026
134

Kitab Al-Syajarah Al-Thayyibah, Kitab Terbaru Karya K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani

24 September 2026
265

كتاب الشجرة الطيبة في اثبات نسب بني قتادة تأليف: عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي القادري

21 September 2026
221

Itsbat Nasab Bani Qatadah dan Raja Yordan

14 September 2026
387

Klan Ba’alawi Melamar Putri Kiai, Ditolak Keluarga Jauh Dengan Alasan Kafa’ah: Nikah Tetap Sah?

14 September 2026
159

Menyelaraskan Genetika dan Kitab Suci: Jejak DNA Neanderthal dan Denisovan Pada Manusia Modern

7 September 2026
531

RUMAIL KEMBALI BERDUSTA: TIDAK TAKUT BEDOSA BERBOHONG ATAS NAMA KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW YANG ASLI

4 September 2026
965

Pesantren Nahdlatul Ulum Banten menjawab Pesantren Al-Anwar Sarang Tentang Tes Y-DNA Terkait Batalnya Nasab Habaib Ba’alwi

2 September 2026
482

Kiai Imad Mendoakan NU di Hadapan Makam Mbah Wahab Hasbullah

29 Agustus 2026
159

جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

1 Agustus 2026
513
Next Post

Mudahnya Melontarkan Tuduhan Demi Membela Polemik Nasab Ba Alwi

Paling Banyak Dilihat

Opini

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

by Admin
26 Oktober 2026
17

Oleh: Ubaidillah Tamam Munji (Dosen UIN Walisongo Semarang dan Pengasuh Pesantren As Shuffah_Rembang) Dalam tulisan ini, saya ingin menjelaskan klaim...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Fakta Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.3k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25