• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Penjelasan Singkat Tentang Qutub Menurut Pandangan Tarekat Syadziliyah

by Admin
22 Agustus 2024
in Opini, Pesantren, Santri
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jika membaca kitab tawasul Nurul Hidayah karya Syaikh Dimyati Cidahu ( terbitan tahun 2001 ), kita akan dapati penjelasan tentang nama kelompok-kelompok waliyullah yang masing-masing kelompok ada qutubnya, jumlahnya banyak, tiap ada yang wafat salah satu diantaranya dipilih jadi qutubnya, sederhananya qutub itu adalah ketua kelompok, atau pemimpin rombongan.

Ada kelompok wali yang dinamakan al-Nuqoba, ada juga al-Nujaba, al-Abdal, al-Afrad, al-Autad, al-Akhyar, dan ada pula kelompok waliyullah al-‘Imra, al-Malamitiyah, al-Imamain, al-Ghauts, Rijalullah, terakhir al-Aqtob. Kelompok waliyullah tersebut salah satunya adalah yang sampai derajat qutub.

Dalil tentang Wali

Setiap walinya Allah terdapat qutubnya dan qutub adalah juga waliyullah. Lalu apakah adanya wali Allah itu berdasarkan syari’at ?, ya dan itu berdasarkan sharihnya ayat Al-Qur’an dalam surat Yunus ayat 62.

Baca Juga

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ .

Artinya: Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Untuk memahami maksud ayat tersebut di atas, saya merujuk pada tafsir Ibnu Katsir.

ابن كثير : أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
يخبر تعالى أن أولياءه هم الذين آمنوا وكانوا يتقون ، كما فسرهم ، فكل من كان تقيا كان لله وليا : أنه ( لا خوف عليهم ) [ أي ] فيما يستقبلون من أهوال القيامة ، ( ولا هم يحزنون ) على ما وراءهم في الدنيا.

Artinya: Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini ( surat Yunus ayat 62 ) bahwa Allah memberi kabar bahwa sesungguhnya wali-walinya itu mereka yang beriman dan mereka pun bertakwa, seperti halnya ada yang menafsirkan bahwa setiap orang bertakwa itu dalam sisi Allah adalah kekasihnya. Sesungguhnya pula mereka tidak pernah takut dan sedih ketika menghadapi peristiwa kiamat, sebagai akhir dunia.

Dari tafsir itu kita pahami bahwa wali Allah itu ia yang istiqomah dalam takwanya dan secara istilahi takwa itu adalah.

امتثال أوامر الله و اجتناب نواهيه

Artinya: Menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala larangan-nya.

Penjelasan Tentang Qutub

Qutub menurut Imam al-Jurjani dalam kitabnya al-Ta’rifat ( hlm. 177 ) telah menjelaskan berikut ini.

القطب هو عبارة عن الواحد الذي هو موضع نظر الله في كل زمان أعطاه الطلسم الاعظم من لدنه

Artinya: Qutub itu dimaksud satu yang menjadi tumpuan untuk memandang Allah di setiap waktu, kepadanya diberikan anugerah keistimewaan yang besar dari sisi Tuhannya.

Menurut Syaikh Syamsuddin bin Kutailah ketika ditanya apa itu Qutub ? beliau telah menjelaskan.

الأقطاب كثيرة فإن كل مقدم قوم هو قطبهم و أما قطب الغوث الفرد الجامع فهو واحد.

Artinya: Qutub itu banyak, maka sesungguhnya tiap yang didahulukan dari para wali yaitu adalah qutubnya, sedangkan Qutub ghauts menyendiri dari kumpulan, karena ia sendiri.

Posisi Qutub tidak akan pernah meninggalkan sepuluh amaliah, baik bersifat dhahir maupun bathin, jika satu sikap yang ia tinggalkan atau luput, maqomnya sudah bukan Qutub lagi, dan hanya kalangan wali yang tahu qutubnya, orang awam macam kita tidak akan pernah tahu.

الأربعة الظاهرة كثرة العبادة و التحقق بالزهادة و التجرد عن الإرادة و قوة المجاهدة

Artinya: amal-amal dhahir yang dilakukan oleh para wali termasuk qutubnya itu adalah banyak ibadah, dan bersungguh-sungguh dengan segala kezuhudannya, dan menyingkirkan dari keinginan dan kuatnya mujahadah.

Dari penjelasan Syaikh Syamsuddin dalam al-Mafakhiru al-Aliyah ( hlm. 19 ) kita bisa tahu, bukan mengenali mereka para wali, hanya sekedar tahu, dan mengetahuinya dari amal-amal dhahir seperti yang sudah dijelaskan di atas.

وأماالستة الباطنة فهي التوبة و الإنابة و المحاسبة و التفكر و الاعتصام و الرياضة

Artinya: dan adapun amal-amal yang bersifat batin ada 6 yaitu tobat, dan meninggalkan dosa dan salah, selalu muhasabah, banyak berfikir, dan menjaga dari pembuatan dosa, dan terus menerus riyadah.

Jika memahami amal-amalnya para wali tersebut terutama qutubnya, yang sudah dijelaskan di atas maka tidak ada penjelasan tentang Allah menahan azab atau menurunkan azab dengan minta izin Qutub. Karena setinggi apapun derajat Wali seperti Qutub al-Aqthob tidaklah mampu menangguhkan kehendak Allah, atau qadha dan qodarnya.

Mari kita pahami penjelasan Syaikh Ahmad Ibnu Athoillah al-Iskandari dalam Syarah Hikamnya ( hlm. 28 ).

ولذا قالوا كن طالب الاستقامة ولا تكن طالب الكرامة فإن نفسك تتحرك و تطلب الكرامة و مولاك يطلبك والاستقامة و لا تكون بحق مولاك اولى بك من أن تكون بحظ نفسك .

Artinya: dan karena itulah mereka ulama sufi menjelaskan ” posisikan kamu untuk mencari cara istiqomah dan jangan mencari karomah, maka sungguh jiwamu berkehendak dan mencari-cari karomah sementara Tuhanmu mengharapkanmu selalu dalam istiqomah dan tidak ada hakmu melebih hak Tuhanmu.

Syaikh Ibnu Athoillah al-Iskandari ini ingin memastikan bahwa tidak akan memperoleh anugerah karomah dari Allah S.w.t jika tidak melalui pencapaian istiqomah terlebih dulu. Karena Qutub adalah satu yang diutamakan dari kelompok wali-wali Allah, maka istiqomah itu menunjukkan sikapnya yang konsisten untuk banyak ibadah, takut terputus isytigalnya dengan Allah, maka batinnya para wali terutama Qutubnya akan selalu berupaya menjaganya. Inilah penjelasan yang sebenarnya dari perspektif tarekat Syadziliah.

Tegal Papak, 22 Agustus 2024

Oleh : Hamdan Suhaemi

ShareTweetShare
Previous Post

Lora Ismail Sudah Faham Metode Nasab Yang Membatalkan Ba’Alwi

Next Post

Rakerwil Hebitren Banten Bahas Program Strategis Ekonomi dan Bisnis Pesantren

Related Posts

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

26 Oktober 2026
16

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
25

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

20 Oktober 2026
54

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
130

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

15 Oktober 2026
61

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

14 Oktober 2026
95

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
410

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

13 Oktober 2026
79

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

9 Oktober 2026
67

Tokoh-Tokoh Ba’alwi Tidak Masuk Pengurus PBNU 2026-2031

1 Oktober 2026
265
Next Post

Rakerwil Hebitren Banten Bahas Program Strategis Ekonomi dan Bisnis Pesantren

Paling Banyak Dilihat

Opini

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

by Admin
26 Oktober 2026
16

Oleh: Ubaidillah Tamam Munji (Dosen UIN Walisongo Semarang dan Pengasuh Pesantren As Shuffah_Rembang) Dalam tulisan ini, saya ingin menjelaskan klaim...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Fakta Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.3k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25