• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Berita

Pesan Ketua PWNU Jawa Tengah Terhadap Buku Muslimat NU Militan Untuk NKRI

by Admin
11 Juli 2023
in Berita
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Penulis : Nurul Azizah

Alhamdulillah Senin sore 10/7/2023 penulis bersilaturahmi ke kantor PWNU Jawa Tengah yang beralamat di Jalan Dokter Cipto No. 180 Semarang. Sebelumnya penulis sudah komunikasi lewat WhatsApp untuk menyerahkan buku “Muslimat NU Militan Untuk NKRI” kepada Ketua PWNU Jawa Tengah Drs. KH. Mohammad Muzamil.

Penulis diterima dengan santun oleh Kiai Muzamil. Beliau sangat senang sekali dengan terbitnya buku ke-2 ini. Buku ini terbit atas doa, izin, suport dan restu dari PWNU Jawa Tengah beserta jajarannya. Walau jarang ketemu, kami biasa komunikasi lewat WhatsApp.

Pesan beliau terhadap terbitnya buku ke-2, bahwa isi buku tersebut merupakan apresiasi penulis terhadap perkembangan NU dan ikut menjaga kedamaian NKRI yang majemuk. Isi tulisan dalam buku tersebut sebagai bukti nyata bahwa penulis ikut mewarnai perkembangan NU diera digital. Serta ikut menjaga eksistensi bangsa ini dari berita-berita hoak dan tipu daya yang sengaja dimunculkan oleh kelompok Wahabi Salafi, Takfiri, HTI, PKS, FPI, NII, JAD, JAT, ISIS dan chile leadersnya.

Baca Juga

KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer”

Ramai Jemaah Ikuti Salat Iduladha di Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek dengan Penuh Kekhusyukan

Haji Habib bin Buja’, Pewaqaf di Makkah, Asli Keturunan Negeri Aceh Bukan Ba’Alwi

Isi Pernyataan Sikap Aliansi Umat Peduli Situs Mbah Bonang

Ditemukan Bukti Baru: Kasus Dugaan Perusakan Cagar Budaya Makam Sunan Bonang Dibuka Lagi

Kiai Muzamil menuturkan sebagai badan otonom (banom) Nahdlatul Ulama pada segmen perempuan dewasa atau ibu-ibu, komitmen Muslimat NU pada NKRI sangatlah kokoh, tak tergoyahkan dari waktu ke waktu sejak kelahirannya tahun 1946.

Menurut Ketua Umum PP Muslimat NU Nyai Hj Khofifah Indar Parawansa, ketika melantik Pimpinan Cabang Muslimat NU Malang (1/6/2022), ada empat pilar Muslimat NU dalam menjaga NKRI. Pertama, Pancasila. Kedua, Bhinneka Tunggal Ika. Ketiga, negara kesatuan republik Indonesia atau NKRI. Dan keempat, UUD 1945.

Keempat pilar tersebut, pernah disampaikan anggota Mustasyar PBNU Syaikh KH Maimun Zubair dalam berbagai kesempatan pengajian, empat pilar tersebut bisa saja disebut PBNU, tidak hanya Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tetapi kepanjangan dari Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945.

Sikap dan pandangan Muslimat NU dalam mempertahankan NKRI tersebut juga berpijak pada keputusan Muktamar NU yang menerima Pancasila sebagai dasar, tujuan dan ideologi Negara.

Sejak awal kelahirannya tahun 1926, NU telah menyadari perlunya negara bangsa yang merdeka guna membebaskan diri dari tangan kekuasasan para penjajah. Hal ini terlihat keikutsertaan para alim ulama dalam mempelopori laskar Hizbullah dan Sabilillah dalam merebut kembali kemerdekaan bangsa.

Setelah “perang Jawa” yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro tahun 1825-1830 M, usaha perlawanan terhadap penjajah bukanlah terhenti, melainkan diteruskan oleh sisa-sisa para pengikutnya yang selamat dan berhasil menghimpun kekuatan kembali pertahanan semesta, dengan strategi yang tepat, dimulai dari usaha pendidikan Islam pada pondok pesantren, surau dan masjid.

Selain itu juga dilakukan para ulama melalui gerakan Thariqah al-Muktabaroh yang memiliki hubungan batin para Mursyid dengan santri-santrinya. Waktu itu Muslimat NU memang belum terbentuk, namun peranan ibu-ibu Nyai pengasuh Pondok Pesantren dan majelis pengajian yang ada, selalu setia membantu perjuangan para kiai dan santri dalam perjuangannya merebut kemerdekaan.

Sikap demikian bukan semata-mata didasarkan pada rasa cinta terhadap tanah air atau kampung halaman, melainkan didasarkan pada pandangan keagamaan seperti pernah disampaikan oleh Hadratus Syaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dan Syaikh KH Abdul Wahab Hasbullah, yang pada intinya bahwa umat Islam tidak akan dapat menjalankan syariat Islam secara leluasa jika negeri ini belum merdeka. Pandangan keagamaan seperti ini tentu sangat relevan karena memang dalam kajian fiqih salah satu syarat menjalankan rukun Islam bagi umat Islam adalah merdeka.

Oleh karena itu buku yang ditulis oleh Ibu Nyai Hj Nurul Azizah, S.Pd, M.Si ini sangat penting untuk ditelaah dan dikaji oleh para generasi penerus, agar dapat meneruskan cita-cita perjuangan ulama terdahulu yang sholih, termasuk di dalamnya para ibu Nyai yang gigih dalam ikut serta merebut dan mempertahankan eksistensi NKRI. Semoga penulisan buku ini merupakan amal jariyah yang terus bermanfaat dunia akhirat bagi penulisnya khususnya dan para pembaca pada umumnya, aamiin.

Sambutan yang luar biasa dari seorang ulama ketua PWNU Jawa Tengah sangat-sangat memberi semangat bagi penulis untuk terus berkiprah berjuang untuk NU dan NKRI dengan caranya sendiri, yaitu terus menyuarakan keberadaan NU yang gigih dalam menjaga NKRI.

Semoga buku Muslimat NU Militan Untuk NKRI bisa dimiliki warga Nahdliyyin khususnya dan masyarakat pada umumnya. Dijadikan bahan pemikiran dan bacaan yang menyegarkan bagi pembaca.

Nurul Azizah, penulis buku Muslimat NU Militan Untuk NKRI.

Tags: ansor banserbuku muslimat NUfatayatmilitan untuk NKRImuslimatNKRI harga matiNUsantri NU
ShareTweetShare
Previous Post

Kuwalat Pada Habib, Membius dan Matikan Nalar

Next Post

Empat Nama Nasab Ba Alawi Terindikasi Kuat Fiktif

Related Posts

KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer”

31 Mei 2026
207

Ramai Jemaah Ikuti Salat Iduladha di Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek dengan Penuh Kekhusyukan

28 Mei 2026
21

Haji Habib bin Buja’, Pewaqaf di Makkah, Asli Keturunan Negeri Aceh Bukan Ba’Alwi

20 Mei 2026
183

Isi Pernyataan Sikap Aliansi Umat Peduli Situs Mbah Bonang

19 Mei 2026
47

Ditemukan Bukti Baru: Kasus Dugaan Perusakan Cagar Budaya Makam Sunan Bonang Dibuka Lagi

19 Mei 2026
112

Sejalan Dengan Anti-Nekolim Presiden Prabowo, Gus Rocky Usulkan Kiai Imad Menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Sejarah Islam

14 Mei 2026
78

DR. Saleh Basyari: Bung Karno Nasionalisasi Aset Ekonomi, Kiai Imad Nasionalisasi Sosial-Keagamaan

14 Mei 2026
25

K.H. Imaduddin Utsman Al Bantani Sampaikan Surat Laporan Batalnya Nasab Habaib Kepada Presiden Prabowo

12 Mei 2026
123

K.H. Imaduddin Utsman Al Bantani Temui Kepala Staf Kepresidenan di Gedung KSP

12 Mei 2026
74

Haul H. Abdul Gani, Ulama Milyuner Dari Kresek Tangerang Di Hadiri Wamenag RI

4 Mei 2026
129
Next Post

Empat Nama Nasab Ba Alawi Terindikasi Kuat Fiktif

Paling Banyak Dilihat

Sejarah

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

by Admin
3 Juni 2026
10

KH Syam'un merupakan pengurus NU di Serang, Banten. Pernah hadir di Muktamar Ke-4 NU di Semarang pada 1929, pada Muktamar...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer”

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk”

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah

Warga NU Wajib menyayangi 86 Marga Keturunan Nabi Muhammad SAW Ini: Laporan Untuk K.H. Miftahul Akhyar

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.1k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.4k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25