• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Berita

KH. Tb. Hamdi Ma’ani Rusjdi Mata Hati Nahdlatul Ulama dari Menes

by Admin
7 Juni 2024
in Berita, Biografi, Tokoh, Ulama
4 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Hamdan Suhaemi

Riwayat Lahir

Tubagus Hamdi, nama pemberian ayahnya yakni KH. Tb. Ma’ani Rusjdi yang lahir 14 September 1964 di Kananga Menes Pandeglang dari ibu Hj. Endah Humaedah yang sebelumnya telah melahirkan putera sulungnya yaitu Tubagus Zidni.

Sejak lahir hingga masa kecilnya, kehidupannya ada di Kananga bersama orang tuanya dan kerabat-kerabat lainnya. Baru menginjak usia di atas 5 tahun, Hamdi kecil ada dalam gemblengan Mama KH. Muhammad Rosikh, terutama dalam hal ngaji. Meski paginya, Hamdi kecil bersekolah di SDN I Kananga.

Baca Juga

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer”

Warga NU Wajib menyayangi 86 Marga Keturunan Nabi Muhammad SAW Ini: Laporan Untuk K.H. Miftahul Akhyar

Ramai Jemaah Ikuti Salat Iduladha di Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek dengan Penuh Kekhusyukan

Nasab Mulia

Leluhur Tubagus Hamdi adalah leluhur yang mulia, karena itu tergolong al-Karim ibnu al-Karim ibnu al-Karim hingga nasabnya tersambung hingga Sunan Gunung Jati Cirebon, salah satu anggota majlis Walisongo yang menyebarkan Islam di wilayah Jawa bagian Barat.

Tubagus Hamdi, bin
KH. TB. Ahmad Ma’ani, bin
KH. TB. Rusydi, bin
Ratu Salamah, binti
KH. TB Sahal, bin
Syaikh Afifudin, bin
Syaikh Mahdi, bin
Syaikh Ajib, bin
Syaikh Daud, bin
Syaikh Sohib, bin
Pangeran Arya Rahantika, bin
Pangeran Indra Manggala, bin
Pangeran Arya Wiradadaha II bin
Pangeran Arya Wiradadaha I
Tumenggung Pangeran Adiningrat, bin
Pangeran Sarpan Bhumi Agung, bin
Sunan Agung Mataram, bin
Panembahan Pati Suda, bin
Panembahan Girilaya, bin
Panembahan Ratu, bin
Panembahan pakungja, bin
Pangeran Pasarean, bin
Syaikh Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati.

Sedangkan dari jalur buyutnya Tubagus Hamdi yaitu Ratu Kunah, ia tersambung ke Kanjeng Sultan Hasanuddin Banten.

Pendidikan

Setelah lulus dari tingkat Sekolah Dasar, Hamdi kecil melanjutkan sekolah ke SMPN Menes. Karena umumnya putera dari seorang kiai, meski belajar di sekolah umum, ia juga diajar ngaji ayahnya, terutama mendapat bimbingan dari kiai Rosikh.

Lulus SMP Negeri 1 Menes, Hamdi remaja kemudian melanjutkan belajar ke Madrasah Aliyah di lingkungan MALNU Menes, yang kebetulan ayahnya adalah pengurus besar MALNU. Tubagus Hamdi lulus dari Madrasah Aliyah pada tahun 1982, kemudian melanjutkan mesantren di luar Menes.

Sanad Ilmu

Tubagus Hamdi muda dikenal sebagai pemuda haus ilmu, disamping ngaji kepada ayahnya Hamdi muda pergi melanglang buana menuntut ilmu pada para kiai, orang-orang alim di luar Menes, antara lain yaitu.

  • Pesantren Cisantri

Tubagus Hamdi ngaji selama 2 tahun di bawah bimbingan ulama besar al-Alim al-Allamah Abuya KH. Bustomi, dan Abuya Bustomi murid dari Abuya Abdul Halim Kadu Peusing Pandeglang, dan Abuya Abdul Halim murid dari Syaikh Nawawi al-Bantani.

  • Pesantren Cicurug

Setelah dari pesantren Cisantri, kemudian Tubagus Hamdi melanjutkan menuntut ilmu kepada Kiai Encun Samsudin dari 1984 hingga 1986 selama 2 tahun. Dari Cicurug, Hamdi muda meneruskan rihlah ilmiah ke Cikaduen, ke Kadomas dibawah asuhan KH. Kurdi.

Hingga kemudian Tubagus Hamdi tabarrukan kepada KH. Ali Qoisyor, cucu Mbah Dalhar Setelah dari pesantren Kiai Ali, Tubagus Hamdi meneruskan tabarrukannya ke Gresik Jawa Timur yaitu ke KH. Muqsith, dan dari Gresik diteruskan kepada KH. Abdul Ghofur pengasuh Pesantren Sunan Derajat di Lamongan Jawa Timur.

Sanad Tarekat

Masih dalam rihlah ilmiah, Tubagus Hamdi menerima ijazah Tarekat Syadziliah dari KH. Ali Qoisyor, sesuai dengan sanadnya.

Tubagus Hamdi dari KH. Ali Qoisyor dari KH. Ahmad Abdul Haq dari Syaikh Nahrawi ( Mbah Dalhar Watu Congol) dari Syaikh Muhtarom, sedangkan Syaikh Muhtarom seorang Mursyid Tarekat Syadziliah yang masyhur di Mekkah, merupakan figur sentralnya Tarekat Syadziliah di dunia Islam.

Sementara, Tubagus Hamdi mengambil sanad Tarekat Qodriyah Naqsyabandiyah dari Ajengan KH. Zaenal Abidin, berasal ijazah tarekat dari Ajengan KH. Sohibul Wafa Tajul Arifin bin Syaikh Abdullah Mubarok atau masyhur dikenal dengan Abah Anom. Abah Anom dari ayahnya yakni Syaikh Abdullah Mubarok, dan Syaikh Abdullah Mubarok ijazah dari Syaikh Tolhah Cirebon, sedangkan Syaikh Tolhah dari Syaikh Abdul Karim Lempuyang Tanara.

Pergi Haji

Tahun 1986, Tubagus Hamdi berangkat haji untuk pertama kalinya, lalu mendapat kesempatan ibadah haji pada tahun-tahun berikutnya, yaitu tahun 1997 kemudian untuk ketiga kalinya H. TB Hamdi pergi haji tahun 2019.

Pengabdian Umat

Sejak 1982 setelah lulus Madrasah Aliyah MALNU, KH. TB. Hamdi Maani telah memulai aktifitasnya yaitu mengajar di MALNU, ikut membimbing para santri asuhan ayahnya. Hingga pasca wafat mendiang ayahnya Abah KH. TB. Ma’ani Rusdi, ia meneruskan sebagai pucuk pimpinan di MALNU pusat sejak 2009 lalu, hingga sekarang.

Disamping mengajar dan mendidik santri di MALNU, maka KH. TB. Hamdi Maani beraktivitas ceramah keliling, mulai undangan ceramah dari masyarakat Banten, masyarakat Bogor, Jakarta hingga undangan dari warga Lampung.

Pada 2016 lalu, Abah KH. TB Hamdi Maani terpilih secara demokratis menjadi Ketua MUI Kab. Pandeglang, lalu tahun 2021 dalam pemilihan pimpinan MUI Pandeglang, Abah KH. TB. Hamdi Maani terpilih lagi untuk menjadi Ketua untuk keduakalinya.

Akhir 2021, tempatnya di Tangerang Selatan saat Musda MUI Provinsi Banten, Abah KH. TB. Hamdi Maani terpilih secara demokratis menjadi Ketua Umum MUI Provinsi Banten, masa Bakri 2022-2027.

Kemudian Abah KH TB Hamdi Maani sejak masih muda sudah beraktifitas di dalam keorganisasian NU, ia yang mendampingi ayahnya di setiap kegiatan-kegiatan NU baik di Pandeglang hingga luar Pandeglang. MALNU yaitu Mathla’ul Anwar Li Nahdlatul Ulama, adalah basis harokah Abah KH. TB Hamdi Maani dalam khidmatnya di NU hingga sekarang.

Di sisi lain, Abah KH. TB Hamdi Maani pun aktif di Banom NU bidang tarekat yaitu menjadi pengurus Idaroh Wustho Jatman ( Jam’iyah Ahli Thoriqoh Mu’tabaroh An-Nahdliyah ) Provinsi Banten sebagai Rois Awal di jajaran ifadliyah ( semacam Suriyah ).

Sejak muda, Abah KH. TB. Hamdi Maani dalam kancah politik ikut pula beraktifitas politik praktis dan berdasarkan sanad politiknya dari sang ayah, beraktifitas di partai PPP dari tingkat daerah hingga kini menjadi anggota Majlis Syari’ah DPP partai PPP. Hingga sekarang.

Akhir Kalimat

Abah KH. TB. Hamdi Maani, adalah figur ulama yang mumpuni, punya karakter khas, dan keahliannya dalam menyampaikan bahasa siloka atau simbolik sangat diakui oleh semua kalangan. Kini sebagai Ketua Umum MUI Provinsi Banten dan aktifitas di NU dan MALNU seperti mata hati, yang jika kita berharap saran, nasihat dan masukan, Abah Hamdi seperti mata hati yang jernih dan tajam.

Menes, 18 Juni 2023
Penulis,
Wakil Ketua PW GP Ansor Banten
Ketua PW Rijalul Ansor Banten
Idaroh Wustho Jatman Banten
FKUB Provinsi Banten

ShareTweetShare
Previous Post

Tesis Nasab, Tuduhan Wahabi dan Posisi Kita

Next Post

Musnad Palsu, Syekh Salim Bin Jindan Dan Pendapat Ulama Yaman Tentangnya

Related Posts

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

5 Juni 2026
41

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

3 Juni 2026
34

KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer”

31 Mei 2026
342

Warga NU Wajib menyayangi 86 Marga Keturunan Nabi Muhammad SAW Ini: Laporan Untuk K.H. Miftahul Akhyar

28 Mei 2026
249

Ramai Jemaah Ikuti Salat Iduladha di Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek dengan Penuh Kekhusyukan

28 Mei 2026
23

Haji Habib bin Buja’, Pewaqaf di Makkah, Asli Keturunan Negeri Aceh Bukan Ba’Alwi

20 Mei 2026
191

Isi Pernyataan Sikap Aliansi Umat Peduli Situs Mbah Bonang

19 Mei 2026
48

Ditemukan Bukti Baru: Kasus Dugaan Perusakan Cagar Budaya Makam Sunan Bonang Dibuka Lagi

19 Mei 2026
119

Sejalan Dengan Anti-Nekolim Presiden Prabowo, Gus Rocky Usulkan Kiai Imad Menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Sejarah Islam

14 Mei 2026
87

DR. Saleh Basyari: Bung Karno Nasionalisasi Aset Ekonomi, Kiai Imad Nasionalisasi Sosial-Keagamaan

14 Mei 2026
28
Next Post

Musnad Palsu, Syekh Salim Bin Jindan Dan Pendapat Ulama Yaman Tentangnya

Paling Banyak Dilihat

Berita

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

by Admin
5 Juni 2026
41

بقلم عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي (رئيس لجنة الفتوى في مجلس علماء اندونيسيا في محافظة بنتن)کتاب الروض الجلي في...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

Kitab “Al-Raudh Al-Jali fi Nasab Bani Alawi” yang Dinasabkan kepada Imam Murtadha Al-Zabidi adalah Kitab Palsu dan Manhul

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

Kitab “Abna’ al-Imam fi Misr wa asy-Syam al-Hasan wal-Husain” adalah Kitab Palsu dan Manhul

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.1k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.4k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25