• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Berita

Riwayat Singkat KH. Markawi Sidayu, Muharrik NU Tiga Zaman

by Admin
11 Juni 2025
in Berita
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Hamdan Suhaemi

Markawi lahir di Sidayu Tirtayasa Serang pada 12 Maret 1945 dari ayah bernama Abdul Karim dan ibu bernama Marjanah. Markawi adalah putera kedua dari 7 bersaudara yaitu Junaid, Marsam, Jiam, Sentinah, Fatmah, dan Juhaenah, adapun kakanya yaitu Junaid adalah pendidik yang punya kelebihan tersendiri yakni mahir berbahasa Inggris, baik tulisan maupun ucapan, lidahnya sudah seperti orang Inggrisnya. Semua mengakui kemahirannya tersebut.

Markawi kecil dimasukkan oleh orang tuanya ke sekolah SR atau sekolah Ongko Loro di daerah Kawedanan Pontang, kira-kira tahun 1952 dan setelah dua tahun belajar di SR, Markawi atas arahan ayahnya menuntut ilmu agama di beberapa pesantren antara lain di Kampung Laes Warung Selikur Kragilan, lalu 2 tahun kemudian ngaji di Pesantren Gardu Keluwung, dan tidak lama dari sana ia teruskan mesantren di Giripada Cilegon.

Setelah dari Giripada, Markawi remaja pergi untuk ikut ngaji pasaran di Pesantren Kadu Kaweng Pandeglang dibawah asuhan Mama KH. Sanja, dan kemudian pergi mesantren di Sasak Keronjo Tangerang untuk beberapa tahun saja dan tidak lama.

Baca Juga

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

Achmad Ubaedillah dan Hassan Wirayuda Raih Penghargaan Putra Terbaik Kabupaten Tangerang dalam Hubungan Internasional

Sejak kepulangan dari beberapa pesantren di wilayah Banten tersebut, akhirnya Markawi muda melanjutkan mesantren di Sampang Susukan dibawah asuhan Abah KH. Muhammad Syanwani yang saat itu masyhur sebagai Kiai Enom yang ‘allamah, sangat pemberani dan kasyaf, murid utama Kiai Umar Rencalang, sekaligus murid kesayangan Residen Banten Mama KH. Tb. Akhmad Khatib.

Pada tahun 1966 di era transisi Orde Lama ke Orde Baru dan dalam binaan KH. Syanwani itu Markawi ikut pendidikan PGA 6 tahun bersama temannya antara lain Suhaemi ( kelak KH. Suhaemi Bolang ), Sanan ( kelak KH. Sanan Sujung), Marjuki ( kelak KH. Marjuki Sindang Asih ) dan Sugiri ( kelak Jawara kesohor). Lalu di tahun 1987 H. Markawi ikut kuliah di PTIB ( kini IAIB) kampus Ashhabul Maimanah dan lulus pada 1992.

Saat yang bersamaan di tahun 1967 ada kebijakan dari Menteri Agama RI KH. Saefudin Zuhri mengangkat pegawai negeri baru untuk formasi guru Agama dan SK penetapannya dibagikan secara cuma-cuma untuk para guru dan ustadz di pesantren-pesantren seluruh Indonesia. Salah satu penerima SK pegawai negeri dengan kedinasan Departemen Agama itu adalah Markawi.

Beberapa tahun setelah selesai pendidikan PGA 6 tahun, Markawi dinikahkan oleh gurunya yakni KH. Syanwani dengan puterinya bernama Fathonah, dan kemudian dianugerahi 4 Puteri yaitu Faikoh, Iim Qoyyimah, Yayah Makkiyah, Aat Syabahat.

Pada tahun 1984 pasca tragedi Tanjung Priok atau beberapa bulan sebelum Muktamar NU di Asem Bagus Situbondo, H. Markawi dengan KH. Syanwani mertuanya diundang oleh Pangkopkamtib Jenderal L.B Moerdani di Bandung, atas prakarsa ketua PWNU Jawa Barat KH. Fuad Hasyim ( ayahnya Gus Abbas Buntet). Pertemuan ulama NU se-Jawa yang dihadiri langsung oleh Gus Dur, calon Ketum PBNU.

Setahun setelah Muktamar NU Situbondo, yaitu pada 1985, H. Markawi ditugaskan oleh KH. Syanwani untuk mengurusi perizinan pelantikan Ittihadul Mubaligin, sayap dakwah NU yang didirikan oleh KH. Ahmad Syaikhu ( Ketua DPR GR), bahkan ia ditugaskan juga sebagai sekretaris Pimpinan Cabang Serang Ittihadul Mubaligin.

Awal dekade 2000, Drs. KH. Markawi meneruskan cita-cita mertuanya tersebut dalam membina dan menggerakkan NU di Kabupaten Serang Provinsi Banten, hingga akhirnya KH. Markawi terpilih menjadi Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Serang tahun 2008-2013 dan pada 2018 KH. Markawi dapat amanat menjadi pengurus PWNU Banten dibawah kepemimpinan KH. Bunyamin Hafidz.

Pada 11 Maret 2021 Drs. KH. Markawi wafat meninggalkan istri Hj. Fathonah binti KH. Syanwani dan 4 puterinya, 4 menantunya serta peninggalan monumentalnya yaitu Ma’had Tarbiyah Islamiyah Ashhabul Maimanah Sidayu Tirtayasa Serang. Sang muharrik NU tiga zaman itu telah pergi untuk selamanya dan semoga di akhirat tergolong santrinya Hadrotusyaikh KH. Hasyim Asy’ari.

Serang 10 Juni 2025

ShareTweetShare
Previous Post

Semangat Menjaga Kerukunan: Kritik Sosiologis Atas Pernyataan Elia Myron Soal Nabi Akhir Zaman

Next Post

Peran Penting Mukimad Dalam Sejarah Kebangkitan Bangsa Nusantara Abad 21

Related Posts

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
48

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

24 Oktober 2026
40

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

23 Oktober 2026
61

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

22 Oktober 2026
142

Achmad Ubaedillah dan Hassan Wirayuda Raih Penghargaan Putra Terbaik Kabupaten Tangerang dalam Hubungan Internasional

19 Oktober 2026
87

Sejarah Hidup KH. Abdul Gani, Miliarder NU dari Banten

19 Oktober 2026
62

Lepas Jalan Sehat Sarungan Hari Santri Nasional 2026 di Pandeglang, Andra Soni Tegaskan Peran Strategis Santri bagi Banten

18 Oktober 2026
25

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
427

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

9 Oktober 2026
75

RMI PWNU BANTEN DORONG SINERGI PEMBERDAYAAN PESANTREN, SAMBUT POSITIF RENCANA PERGUB BANTEN

9 Oktober 2026
55
Next Post

Peran Penting Mukimad Dalam Sejarah Kebangkitan Bangsa Nusantara Abad 21

Paling Banyak Dilihat

Opini

Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

by Admin
30 Oktober 2026
19

Di tengah derasnya arus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, diskursus publik melalui virtual mengenai genealogi kerap terjebak dalam romantisisme...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

ASYRAF HIJAZ TURUN TANGAN MEMBONGKAR KEPALSUAN NASAB PEMBELA KLAN BA’ALWI IBRAHIM BIN MANSUR

Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Fakta Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.3k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.3k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25