• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Semangat Menjaga Kerukunan: Kritik Sosiologis Atas Pernyataan Elia Myron Soal Nabi Akhir Zaman

by Admin
2 Juni 2025
in Opini
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Hamdan Suhaemi

Sekalipun dikatakan cerdas memahami kitabnya bahkan mampu menarasikan dengan lugas dan mudah dicerna, tetapi jika ada pernyataan yang tidak tepat disampaikan di ruang publik harusnya disadari, mengingat bicara agama paling sensitif. Tidak semua luas pemikirannya, begtu pula pengetahuannya, jika sudah bicara agama pasti direspon emosional.

Elia Myron punya hak bicara apa saja tentang Kekristenan, bahkan berhak mewartakan kepada siapapun, tetapi menyinggung, menyenggol atau membicarakan keyakinan luar dirinya tentu akan memancing yang punya keyakinan tersebut untuk meresponnya. Sekali lagi jika yang disulut itu soal keyakinan, akan menimbulkan kegaduhan dan bisa jadi konflik agama yang meluas.

Pernyataan Elia Myron dan Pendeta Esra ketika membahas Yohanes 15:26 di salah satu diskusinya bahwa kita muslim dianggap memperkosa injil agar mengakui roh kebenaran itu maksudnya Nabi Muhammad. Faktanya orang Islam termasuk saya tidak pernah mengais-ngais atau memperkosa paham roh kebenaran itu adalah Nabi Muhamad, kenapa kami menolak tuduhan itu, karena umat Islam tidak pernah pegang pegang Injil atau Taurat, apalagi memaksa paham roh kebenaran dalam Yohanes 15:26 tersebut.

Kalau yang dimaksud Syaikh Ahmad Deedat atau Zakir Naik melakukan apa yang dituduhkan tersebut ketika bicara roh kebenaran itu Nabi Muhammad, tentunya jangan menuduh semua muslim. Kita muslim tidak pernah bicara soal keyakinan orang lain, karena muslim diajarkan ” Lakum diinukum wa liya din ” artinya harus menghargai keyakinan orang lain.

Ucapan “memperkosa” Injil dari mulut Elia Myron ini bagi saya adalah potensi konflik dan menggangu kerukunan umat beragama. Secara teologis tidak akan pernah dalam satu titik temu, jangan kan beda agama dalam satu agama saja sudah ikhtilaf, karena bicara agama bicara paham, bicara keyakinan.

Saran saya bicara saja soal keyakinan Elia Myron sendiri, tidak perlu menyinggung keyakinan orang lain, lebih lebih Islam yang diyakini sebagian besar bangsa ini. Bicara Muhammad S.a.w dalam perspektif Kristen pasti akan berbeda dengan perspektif Islam. Maka untuk tidak terjadi pontensi kemarahan umat IsIam, sebaiknya tidak perlu membahas keyakinan di luar agama yang diyakini Elia Myron tersebut.

Baca Juga

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk”

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah

Gema Takbir Iduladha di Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Banten Berlangsung Khidmat

Implikasi Pernyataan Gus Yahya: “NU Tidak Boleh Ingkar Nasab Baalwi”

Sekali lagi saran saya jaga kerukunan umat, dengan tidak menyinggung nyinggung keyakinan orang lain, karena kita muslim tidak pernah menggangu keyakinan Elia Myron ini. Kalau mau, ajak podcast mubaligh muslim untuk menjelaskan soal Nabi Muhammad S.a.w, jangan seperti katak dalam tempurung. Ngoceh tapi takut didiskusikan.

Lihat Lukas 6:20-23 pada pasal 5-7 Khotbah di Bukit ” Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang “.

Karena itu Elia Myron harusnya menjadi garam dunia, memberi warna pemahaman dan manfaat atas jemaatnya sendiri dan tidak perlu membahas teologi Islam karena bukan wilayah keyakinan dan pengetahuannya.

Serang 2 Juni 2025

https://s.gotube.pro/8QkChF
ShareTweetShare
Previous Post

Ayat-Ayat Al-Quran Mendasari Sila-Sila Pancasila

Next Post

Riwayat Singkat KH. Markawi Sidayu, Muharrik NU Tiga Zaman

Related Posts

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

3 Juni 2026
58

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk”

31 Mei 2026
66

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah

29 Mei 2026
151

Gema Takbir Iduladha di Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Banten Berlangsung Khidmat

28 Mei 2026
30

Implikasi Pernyataan Gus Yahya: “NU Tidak Boleh Ingkar Nasab Baalwi”

28 Mei 2026
78

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi bin Yahya

14 Mei 2026
127

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt

14 Mei 2026
60

Kisah Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang Mendapat Bintang Salib Dari Penjajah Belanda

4 Mei 2026
257

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

1 Mei 2026
242

The Beginning of Baalwisasi-Yamanisasi: Penyelewengan Definisi Habib dan Ahlul Bait

29 April 2026
83
Next Post

Riwayat Singkat KH. Markawi Sidayu, Muharrik NU Tiga Zaman

Paling Banyak Dilihat

Berita

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

by Admin
5 Juni 2026
41

بقلم عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي (رئيس لجنة الفتوى في مجلس علماء اندونيسيا في محافظة بنتن)کتاب الروض الجلي في...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

Kitab “Al-Raudh Al-Jali fi Nasab Bani Alawi” yang Dinasabkan kepada Imam Murtadha Al-Zabidi adalah Kitab Palsu dan Manhul

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

Kitab “Abna’ al-Imam fi Misr wa asy-Syam al-Hasan wal-Husain” adalah Kitab Palsu dan Manhul

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.1k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.4k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25