• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Pustaka Kitab

Pendapat DR. Tholabi Kharli Tentang Buku Induk Fikih Islam Nusantara Karya Ulama Banten KH. Imaduddin Utsman Albantani

Penerjemahan Islam dalam Fikih Islam Nusantara didalam buku ini merupakan antitesis dari pelbagai pendekatan yang selama ini bermunculan namun tidak menjawab permasalahan secara rinci, tidak otoritatif, dan bahkan berasal dari kalangan radikal dan teroris.

by Admin
9 September 2021
in Kitab, Opini
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara

Bagi saya, kehadiran buku ini di samping akan kian memperkaya khazanah baru pemikiran hukum Islam, juga menjadi jawaban atas kondisi umat Islam saat ini, setidaknya dengan beberapa alasan.

Pertama, bahwa buku ini merupakan suatu terobosan kontemporer yang berangkat dari kegigihan dan keseriusan Penulis untuk mendokumentasikan khazanah pemikiran Islam di satu sisi, dan mengontekstualisasikan pemikiran tersebut dengan situasi kekinian. Setidaknya tergambar dari permasalahan-permasalahan yang dibahas dalam buku ini, dengan tema-tema yang sangat dekat dengan kehidupan umat Islam di Indonesia.

Beberapa isu hukum Islam menarik yang dimuat dalam buku ini, antara lain, terkait dengan hukum air yang tercampur dengan tanah sawah, hukum air bekas merebus jagung, wudu dengan air mineral, dan bagaimana hukum foto dan melukis. Bahkan, beberapa pembahasan menggunakan bahasa lokal yang mudah dipahami oleh masyarakat awam. Dari sejumlah contoh ini sangat terlihat bahwa penulis sangat memahami kondisi umat Islam saat ini dan hadirnya buku ini menjadi rujukan yang cepat di saat yang tepat.

Kedua, Penulis tampaknya berupaya melanjutkan tradisi keilmuan Ulama-ulama terdahulu, terutama di kalangan Nahdlatul Ulama, yang selalu menjaga orisinalitas tradisionalisme Islam di satu sisi, namun tanggap dalam merespons perubahan yang terjadi di masyarakat. Hal ini tergambar dari pembahasan-pembahasan yang dikemukakan di dalam buku ini, seperti bagaimana hukum memegang HP (handphone) yang di dalamnya terdapat aplikasi (Mushaf) Alquran, penggunaan media sosial, serta hukum-hukum keseharian yang mungkin tidak ditemukan dalam kitab-kitab fikih terdahulu.

Pembahasan tema-tema ini tidak hanya menjadi kelebihan buku ini, namun juga rujukan tepat bagi kecenderungan umat Islam saat ini yang tengah bersemangat untuk belajar dan mengamalkan Islam. Buku ini lebih otoritatif bagi umat Islam Indonesia dibandingkan rujukan secara sporadis yang didapatkan dari media sosial atau internet, karena dirumuskan dengan metode yang telah terbangun dalam tradisi Islam di Nusantara dan dengan kapasitas keilmuan Penulis yang sangat memadai.

Ketiga, buku ini berhasil membaca khazanah pemikiran Islam yang selalu hidup dan tak pernah berhenti, bukan sebagai suatu produk final. Pendekatan yang berbasis pada sumber otoritatif yang digunakan buku ini, terutama dari para Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah adalah konsistensi Penulis untuk tetap menjaga keberislaman umat di Indonesia di satu sisi, namun juga telah mengarahkan umat agar tetap lentur terhadap perubahan kondisi dan situasi. Hal ini mencegah umat Islam terjebak pada pemahaman keislaman yang sporadis, fanatik berlebih, dan bahkan ekstremisme kekerasan, karena tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah selalu menegaskan pendekatan yang wasathiyyah (moderat) dibandingkan pemahaman-pemahaman yang digunakan oleh kelompok radikal dan teroris dewasa ini.

Untuk itu, penerjemahan Islam dalam Fikih Islam Nusantara didalam buku ini merupakan antitesis dari pelbagai pendekatan yang selama ini bermunculan namun tidak menjawab permasalahan secara rinci, tidak otoritatif, dan bahkan berasal dari kalangan radikal dan teroris.

Akhirul kalam, saya perlu merekomendasikan bahwa buku “Fikih Islam Nusantara” yang ditulis Kiai muda NU ini penting untuk menjadi rujukan bagi setiap umat Islam di Indonesia secara umum, terutama bagi para tokoh agama yang selama ini menjadi rujukan masyarakat dalam permasalahan-permasalahan fikih sehari-hari yang dihadapi. Selain itu, buku ini juga sangat layak dirujuk oleh para akademisi dan intelektual sebagai bahan referensi ilmiah tentang khazanah pemikiran Islam Nusantara, termasuk penting untuk menggali lebih lanjut bagaimana hukum-hukum praktis di dalam buku ini dirumuskan oleh sang Penulis. Buku ini diyakini akan menjaga tradisi hukum Islam dalam orisinalitasnya yang terus-menerus terjaga sejak masa Kenabian. Wallahu a’lam.

(DR. Tholabi Kharli, S.Ag., S.H., M.H., M.A. adalah Dekan Fakultas Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

ShareTweetShare
Previous Post

Pram, Rendra dan Kejeniusan Sastra

Next Post

Peneliti, NU dan Tradisionalisme

Related Posts

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

20 Juli 2026
39

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

16 Juli 2026
95

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

16 Juli 2026
202

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

6 Juli 2026
147

Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara

29 Juni 2026
119

Penjabaran Psikologis: Festival Su’ul Khotimah Klan Habib Baalwi dan Muhibbinnya

24 Juni 2026
110

Membaca Lima Arus Kepentingan Eksternal dalam Muktamar NU 2026

24 Juni 2026
129

Metode Eliminasi dan Epistemologi Nasab: Pengantar dan Apresiasi atas Gagasan Dr. Sugeng Sugiharto

18 Juni 2026
141

Kitab “Al-Raudh Al-Jali fi Nasab Bani Alawi” yang Dinasabkan kepada Imam Murtadha Al-Zabidi adalah Kitab Palsu dan Manhul

5 Juni 2026
153

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

4 Juni 2026
90
Next Post

Peneliti, NU dan Tradisionalisme

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Berita

Gemilang di MTQ Banten, Santri Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Borong Juara Pertama Cabang Lomba Kitab Kuning

by Admin
23 Juli 2026
13

​TANGERANG — Santri Pondok Pesantren Salafiyah Nahdlatul Ulum, Kresek, Kabupaten Tangerang, kembali menunjukkan keunggulannya dalam penguasaan literasi keislaman klasik di...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Gemilang di MTQ Banten, Santri Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Borong Juara Pertama Cabang Lomba Kitab Kuning

PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.5k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.1k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.5k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25