• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Berita

Gus Arya Membuat Konten Murahan, Jangankan Kiai Imaddudin Tuhanpun Pernah Ditantang

by Admin
25 Mei 2024
in Berita, Opini
4 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Sebenarnya penulis tidak respek dengan Gus Arya seorang youtuber yang sering muncul di platform media sosial dengan tema tidak jelas dan asal-asalan. Suka marah-marah, yang marahnya itu hanya buatan saja. Konten yang tidak memunculkan kreatifitas. Konten yang tidak membuat orang terkagum-kagum atau konten yang tidak membuat orang takjub. Gus Arya membuat konten modal nekad dengan suara lantang, tapi tidak membuat orang tertarik untuk mencontoh, karena kontennya tidak inspiratif sama sekali.

Mengatakan orang yang membela pembatal nasab itu bodoh, tetapi tidak bercermin pada diri sendiri. Cobalah ambil cermin siapa yang bodoh pembatal nasab atau dirinya.

Video Gus Arya beredar di WhatsApp yang intinya Kiai Imaddudin Utsman Al Bantani peneliti sejarah nasab Ba’alawi Yaman itu tidak tersambung dengan Kanjeng Nabi Muhammad SAW dianggap bodoh. Juga para pembela Kiai Imad dianggap bodoh dan kakean cangkem.

Video yang beredar awalnya penulis hapus karena memang tidak respek. Tapi kok sering muncul video yang sama persis. Ya penulispun tergerak untuk membuat suatu tulisan agar bisa dibaca sama Gus Arya.

Baca Juga

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi

Tedi Isyaratkan Ada Reshuffle Kabinet, Kiai Imad Usul Presiden Copot Nusron Terkait Korupsi Kuota Haji

Kiai Imaddudin Utsman Al Bantani membuat penelitian membutuhkan waktu lumayan lama untuk mengadakan penelitian sejarah berupa penelitian ilmiah sampai 100 halaman lebih untuk buku pertama kemudian menyusul buku ke dua. Benar-benar suatu tesis yang belum pernah ada sebelumnya.

Lha kok Gus Arya yang belum tahu isi tesisnya Kiai Imad malah membuat statemen bahwa pembatal nasab Ba’alawi itu orang bodoh dan kakean cangkem. Hal itu dilakukan Gus Arya agar banyak netizen 62 yang mampir di akun Tik Toknya.

Penulis sudah lama tidak lihat video Gus Arya yang selalu tampil marah-marah. Saat baru viral tesisnya Kiai Imad dia muncul lagi di Tik Tok dan Facebook. “Konten murahan,’ itu yang penulis ucapkan ketika lihat kontennya.

Gus Arya membuat konten yang menantang Kiai Imaddudin dan kawan-kawan tayang di Tik Tok dengan akun @athayarif12 sebagai berikut :
“Anda dipaksa ditarik menjadi bodoh, jadi pembatal nasab syaratnya bodoh, untuk memuja pembatal nasab syaratnya harus bodoh, siapapun yang mengawal tentang nasab syaratnya harus bodoh, Imad punya walisongo, Gus Fuad Plered punya walisongo, siapa lagi, Nur Fadhil ngaku walisongo, kok kakean cangkem, itu ngakunya walisongo kok kakean cangkem, kok tidak menjaga persatuan malah memecahbelah, mudah-mudahan mereka pembatal nasab biar ketemu aku, tak sikat kabeh, aku ora iso anteng, ora iso meneng,” ucapnya di konten Tik Tok.

Konten kreator rasis, menebar kebencian, penulis putar videonya untuk menangkap bicaranya Gus Arya jadi malu sendiri. Begitu pendek pola pikir yang dimiliki, padahal sebagai konten kreator harus memiliki pola pikir yang cerdas dan waras.

Kiai Imaddudin Utsman Al Bantani peneliti sejarah yang tidak kaleng-kaleng, beliau meneliti dengan hujjah ilmiah berdasarkan metode penelitian sejarah dan metodologi ilmu nasab, bahwa Ba’alawi Yaman yang dipanggil habib tidak terbukti sebagai keturunan Kanjeng Nabi Muhammad.

Gus Arya sebelum menantang Kiai Imaddudin dan kawan-kawan seharusnya membaca dulu hasil penelitian tentang : “terputusnya nasab para habib Ba’alawi Yaman kepada Rasulullah.”

Kalau Gus Arya orang cerdas seharusnya tesis Kiai Imad dibalas dengan antitesis penelitian ilmiah juga. Malah membuat konten murahan di platform medsos Tik Tok dan Facebook, hasilnya ditertawakan netizen dan warganet pengguna platform medsos tersebut. Setelah penulis lihat komentarnya banyak yang memberi dukungan ke Kiai Imad.

Video makian dari Gus Arya sudah sampai ke Kiai Imad dan kawan-kawan. Mereka tidak marah, malah kasian dengan Gus Arya. Beliau hanya menganggap sebagai konten saja, tidak sebagai tantangan.

Kalau penulis tidak kaget melihat konten dari Gus Arya. Apa Gus Arya pengen viral oh tidak. Dia sudah viral karena kebiasaannya suka nantang-nantang orang lain. Nanti kalau diseriusi mengaku bersalah dan minta maaf.

Halo pembaca setia, jangankan manusia biasa yang ditantang Gus Arya, Tuhanpun pernah ditantang. Masih ingat kejadian tahun 2022, tepatnya Selasa, 18 Januari 2022 beritanya memenuhi halaman media online, penulis ambil dari Suara Merdeka.com terdapat judul besar “Gus Arya Klarifikasi dan Minta Maaf Soal Video ‘Menantang Tuhan’.

Video yang diunggah di channel YouTube Gus Arya official dengan judul kontroversial. Dia mengaku dari Cyber NKTI anti hoak menjelaskan kegemarannya dengan pihak-pihak yang kerap menjual ayat-ayat agama. Kemudian ia meminta pihak-pihak itu untuk menunjukkan kepadanya Tuhan yang mereka yakini.

Mengetahui videonya viral dan membuat gaduh warganet, Gus Aryapun langsung mengklarifikasi dan meminta maaf.

Lucu saja menurut penulis dulu pernah heboh menantang habib Bahar bin Smith sekarang malah membela habib kaum Ba’alawi Yaman. Bagaimana sih, jadi bingung sendiri. Orang mengatakan orang lain bodoh, tapi yang mengatakan ternyata inkonsisten. Penulis tidak mau mengatakan yang bodoh siapa sebenarnya?

Kalau Kiai Imad dan kawan-kawan dikatakan bodoh ya alhamdulillah. Karena masih terus belajar banyak ilmu dari berbagai sudut pandang.

Aduh sedih saja lihat makian Gus Arya yang ditujukan kepada para pembatal nasab Ba’alawi. Video itu terus dikirim oleh muhibin untuk menyerang Kiai Imad dan kawan-kawan. Untungnya beliau-beliau berbesar hati dan tidak terpancing emosi.

Penulis menengok akun @athayarif12 yang di-posting Gus Arya hanya makian ke para pembatal nasab dan selebihnya tarian-tarian orang arab.

Tidak secerdas R, Gus Z atau W yang membela habaib dengan pusing tujuh keliling. Mereka terus mencari-cari bagaimana bisa tampil di YouTube dengan mengorek sisi lemahnya penelitian sejarah dan nasab Kiai Imad, ngeles dan keras pokok e tabrak, urusan benar salah mah urusan belakang hahaha.

Gus Arya belum layak dianggap muhibbin. Karena dia hanya ngaku sebagai penentang pembatal nasab dan pembela Ba’alawi di medsos. Tapi medsosnya tidak ditampilkan kebersamaan dengan para habaib atau menjadi pengikutnya habib. Hanya ngaku sebagai pembela saja, dan itu diulang-ulang terus. Konsepnya sebagai muhibin tidak jelas, hanya konten dengan suara keras dan tidak jelas arah tujuannya apa. Jadinya ya konten norak dan murahan.

Benar saja kalau Kiai Imad tidak mau menanggapi secara serius apalagi duarius. Hanya membuang tenaga dan waktu. Beliau terus mensosialisasikan penelitian ilmiah tentang batalnya nasab habib Ba’alawi sebagai keturunan Kanjeng Nabi Muhammad SAW di berbagai media online dan berhasil. Karena para youtuber kondang di tanah air ini sudah mulai tertarik membahas nasab Ba’alawi di channel youtubenya.

Jadi fahamkan bagaimana Gus Arya cuap-cuap di media sosial. Ya begitulah adanya, membuat konten murahan, nanti kalau disomasi minta maaf dan klarifikasi, ah pemandangan yang basi.

Penulis: Nurul Azizah penulis buku Muslimat NU Militan Untuk NKRI.

ShareTweetShare
Previous Post

Ditanya Rumail Abbas, Mufti Yaman Tegaskan Habib Ba’Alwi Bukan Keturunan Nabi

Next Post

Living Sunnah, Otoritas Keagamaan Dan Konstruksi Nasab Ba’Alwi

Related Posts

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

22 April 2026
125

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

21 April 2026
47

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

18 April 2026
58

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi

18 April 2026
26

Tedi Isyaratkan Ada Reshuffle Kabinet, Kiai Imad Usul Presiden Copot Nusron Terkait Korupsi Kuota Haji

10 April 2026
91

Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

9 April 2026
70

Muktamar NU 2026 and The Art of Letting Go

7 April 2026
40

Melawan Hegemoni Ba’alwi: Menuju Dekolonisasi Mental Pesantren

25 Maret 2026
71

Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas

24 Maret 2026
621

Beruntungnya Orang yang Saling Memaafkan di Hari Raya Idul Fitri

21 Maret 2026
40
Next Post

Living Sunnah, Otoritas Keagamaan Dan Konstruksi Nasab Ba'Alwi

Paling Banyak Dilihat

KH Imaduddin al Bantani

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

by Admin
25 April 2026
42

Pada tanggal 21 April 2026, Riziq Syihab membuat sebuah video yang menjelaskan silsilah keluarganya dengan judul “Pemaparan Silsilah Keluarga Datuk...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
70.8k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.9k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.3k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25