• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Negara, Kelola Tambang dan NU

by Admin
9 Juni 2024
in Opini
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Hamdan Suhaemi

Menarik untuk menanggapi soal tambang yang disudutkan hanya kepada NU, seolah tambang jadi barang haram bagi NU, dan tidak boleh didekati apalagi mengelolanya. Memang agak ” ngaget ” lihat potongan berita yang dishare oleh Tempo ( Tempo kini ) yang lebih memilih diksi berita tambang hanya, sekali lagi hanya dengan kata Nahdlatul Ulama. Padahal ormas keagamaan lainnya pun ditawarkan sebagai calon pengelola tambang. Menteri Bahlil mengatakan dalam berita harian, cetak maupun online bahwa NU akan diberi izin kelola tambang sebagai cita-cita dia ketika mengenali ibunya sebagai kader NU (mungkin muslimat NU), sebagai upaya tabungan akhirat. Ini kata-kata yang unik, kelola tambang adalah tabungan akhirat.

Pemerintah pusat dalam penilaian husnudzon saya, bahwa ormas keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, Persis dan lainnya begitu berjasa atas perannya ikut membangun negeri, terutama urusan sumberdaya manusia. Karena itu jika negara tidak dikuatkan oleh civil society seperti ormas keagamaan, mungkin negara menjelma menjadi negara sekuler dan bisa terjadi otoritarianisme negara atas rakyatnya, akibat tidak ada penyeimbang civil society dalam pola pengawasan, atau kontrol atas terselenggaranya suatu negara.

NU itu civil society yang menguatkan NKRI sejak era kemerdekaan, dalam perjalanan panjangnya sebagai mitra pemerintah, sebagai penjaga negara, NU sama sekali tidak minta-minta pada negara, tidak pula “ngambek ” jika tidak ada perhatian negara. Sepanjang sejarahnya NU mandiri secara ekonomi, mandiri dalam soal pendidikan agama di seluruh pesantren yang dikelola NU, bahkan NU sebagai pendiri Republik Indonesia di era orde Baru terkonfirmasi ” dianaktirikan ” bahkan tokoh-tokoh NU banyak dipenjara akibat tidak sejalan dengan kepentingan politik Presiden Soeharto, karena mereka pasang badan di PPP.

Baca Juga

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk”

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah

Gema Takbir Iduladha di Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Banten Berlangsung Khidmat

Implikasi Pernyataan Gus Yahya: “NU Tidak Boleh Ingkar Nasab Baalwi”

Lalu kenapa? ketika NU dekat dengan pemerintahan Presiden Jokowi kemudian dikritik sebagai bagi-bagi kue kekuasaan? bancakan kekuasaan karena mendukung capres 02. Hello warga bangsa, NU itu dikasih kue alhamdulillah, tidak dikasih kue pun tetap ngeriung. NU tidak makmur dengan aset 400 triliunan, tetapi NU makmur secara keilmuan, spiritualitas, dan makmur barokahnya. Tidak ada orang NU mati karena kelaparan, tidak ada orang NU memberontak negara, tidak ada orang NU ngambek pada pemerintah, tidak ada orang NU mengkhianati negara. Orang NU itu patuh pada pemerintah, karena diajarkan oleh kiainya agar nurut pada Ulil Amri, sebab Ulil Amri itu pemerintah.

Miris, banyak kader NU justru ikut ” nyinggung-nyinggung ” NU dengan gaya sentilannya, emangnya apa sudah dirugikan oleh NU, apakah PBNU sudah merugikan orang, kan tidak. Lalu kenapa ikut-ikutan melecehkan NU terkait tambang, ngarti juga tidak. Hanya ikut-ikutan postingan media Tempo ( Tempo kini ) dan mengomentari begitu galaknya. Kalau pun NU meminta jatah pada negara pun itu sangat sangat wajar, karena tokoh-tokoh NU adalah pendiri negara, bahkan jamaah NU itu sejak dulu adalah barisan para pejuang kemerdekaan Indonesia, dan mereka pula yang ikut menyelamatkan negara dari rongrongan PKI serta para begundal- begundalnya.

Aneh bin ajaib, lagi-lagi hanya NU yang digiring sebagai hanya satu-satunya penerima kelola tambang, dan diframing sebagai organisasi rakus katanya, dan masuk jebakan Betmen, entah Betmen atau Superman saya tidak tahu menahu soal itu.

Yang jelas sudah saatnya negara memberikan terbaik untuk ormas keagamaan, khususnya pada NU. Bukan sebaliknya NU diframing sebagai penjilat pemerintah, ingat negara ini tegak dan jaya jika ormas keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, Persis dan lainnya dilibatkan dalam pembangunan negara. Karena isi negara juga adalah warga NU, warga Muhammadiyah, warga Persis, warga Al-Irsyad, warga Perti, PUI dan lainnya.

Dengan demikian, saya mendukung NU untuk kelola tambang, bukti negara telah berpihak pada yang punya jasa, daripada kelola tambang diberikan kepada perusahaan bermental korup, bermental rakus, bermental imperialis. Maka sudahi menggunjingkan NU karena NU adalah organisasi berkeramat sekaligus malati.

Bin Dawood, 8 Juni 2024

ShareTweetShare
Previous Post

Musnad Palsu, Syekh Salim Bin Jindan Dan Pendapat Ulama Yaman Tentangnya

Next Post

Analisa Debat Banten: Ust. Idrus Romli Dan Wafi Tidak Menyadari, Argumentasi Mereka Mendukung Kiai Imaduddin

Related Posts

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

3 Juni 2026
44

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk”

31 Mei 2026
59

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah

29 Mei 2026
126

Gema Takbir Iduladha di Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Banten Berlangsung Khidmat

28 Mei 2026
30

Implikasi Pernyataan Gus Yahya: “NU Tidak Boleh Ingkar Nasab Baalwi”

28 Mei 2026
73

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi bin Yahya

14 Mei 2026
125

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt

14 Mei 2026
56

Kisah Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang Mendapat Bintang Salib Dari Penjajah Belanda

4 Mei 2026
246

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

1 Mei 2026
239

The Beginning of Baalwisasi-Yamanisasi: Penyelewengan Definisi Habib dan Ahlul Bait

29 April 2026
82
Next Post

Analisa Debat Banten: Ust. Idrus Romli Dan Wafi Tidak Menyadari, Argumentasi Mereka Mendukung Kiai Imaduddin

Paling Banyak Dilihat

Berita

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

by Admin
5 Juni 2026
21

بقلم عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي (رئيس لجنة الفتوى في مجلس علماء اندونيسيا في محافظة بنتن)کتاب الروض الجلي في...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

Kitab “Al-Raudh Al-Jali fi Nasab Bani Alawi” yang Dinasabkan kepada Imam Murtadha Al-Zabidi adalah Kitab Palsu dan Manhul

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

Kitab “Abna’ al-Imam fi Misr wa asy-Syam al-Hasan wal-Husain” adalah Kitab Palsu dan Manhul

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.1k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.4k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25