• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Pustaka Kitab

Analisa Debat Banten: Ust. Idrus Romli Dan Wafi Tidak Menyadari, Argumentasi Mereka Mendukung Kiai Imaduddin

by Admin
10 Juni 2024
in Kitab, Opini, Peristiwa
5 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Mohammad Yasin al Branangiy al Liqo’iy

Acara dengan Tajuk:
SILATURROHMI KESULTANAN BANTEN
DAN BEDAH KAJIAN ILMIAH KH. IMADUDDIN
Bertempat di : Komp. Masjid Agung Banten No. 12 Kel. Banten Kasemen Kota Serang Banten
Pada tanggal : 25, 26 dan 27 Agustus 2023

Dalam kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan analisis berkaitan dengan statement dan argumentasi Ust. Wafi (bersama Ust. Idrus Romli) seputar debat nasab Banten ;

(1) Ust. Wafi mengatakan : “Untuk membuktikan keSAHan nasab ba alwiy cukup kitab dua abad”

Baca Juga

GUS KIKIN MONCER, PROF NAZAR TERJEGAL GERAKAN PENGARUS-UTAMAAN SANAD LOKAL

Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

Tantangan Muktamar NU ke-35: Masukan dan Harapan Untuk Ketua PWNU dan PCNU

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia

Ust. Wafi mengaku argumentasi yang dia ambil adalah milik Kiai Imad yang diabaikan.

TANGGAPAN PENULIS :

Penjelasan tentang CUKUP 2 ABAD LALU UNTUK MENSHOHEHKAN NASAB BA ALWIY TERTULIS DALAM KITAB NASAB itu ;

a. Ta’bir/’Ibaroh kitab itu tidak mencantumkan “sejak kapan hitungan 2 abad lalu tersebut”. Tapi Ust. Wafi tidak menyadari hal itu.

Dalam kasus nasab palsu ba alwiy, selama 550 tahun (sudah melampaui 2 abad) tertulis di kitab nasab, tapi (yang perlu diingat) DIAWALI DENGAN TIDAK TERTULIS selama 550 tahun.

b. Tertulis 2 abad lalu adalah HANYA SEBAGAI DATA PENDUKUNG, Ust. Wafi sendiri yang mengatakan.

Sebagai data pendukung tentunya harus mengikuti data primer atau sekunder. Kalau data primer dan sekunder tidak ada, maka data pendukung TIDAK ADA GUNANYA. Nama Ubaidillah tidak memiliki data primer dan sekunder, maka data pendukung berupa tertulis 2 abad tidak bisa dijadikan DALIL.

(2) Menurut Ust. Wafi, Kiai Imaduddin mengambil Qo’idah Fiqih terbalik ;
النافي مقدم على المثبت
kata Ust. Wafi : “Di dalam kitab Al Bahrul Muhith (j.6/32) disebutkan ;
النافي هل يلزمه الدليل؟
المثبت للحكم يحتاج للدليل بلا خلاف
Artinya : “dalam hal menafikan, apakah diharuskan ada dalil?
dalam hal menetapkan hukum diharuskan memiliki dalil, tanpa adanya perbedaan pendapat (di antara para ulama)”.

Ust. Wafi (DENGAN TEGAS) mengatakan : “KALAU MENGITSBAT WAJIB ADA DALIL, tidak ada pertentangan di antara ulama”

sampai pada pembacaan Ibaroh :
ولا يجوز نفي الحكم الا بالدليل كما لا يجوز اثباته
Artinya : “Tidak boleh menafikan hukum kecuali menggunakan dalil, sebagaimana tidak boleh menetapkannya (menetapkan hukum)”.

TANGGAPAN PENULIS :

Pernyataan dan argumentasi beserta ibaroh yang dibacakan Ust. Wafi, memperjelas pembatalan nasab ba Alwi oleh Kiai Imad berdasarkan argumentasi tersebut.

Ust. Wafi hanya sibuk menggunakan ibaroh untuk mematahkan argumentasi kiai Imad, padahal argumentasi itulah yang dipakai Kiai Imad untuk membatalkan nasab ba Alwiy.

Tuntutan Ust. Wafi dan kawan-kawannya adalah :

  1. Mana dalil yang dimiliki kiai Imad dalam menafikan nasab?
  2. Mana kitab yang menyatakan bahwa nasab ba alwiy batal pada abad 4, 5, 6, 7 dan 8 h.?

Para pembaca yang dimuliakan Allah SWT.

Nasab Ba Alawi terbukti terputus selama 550 tahun, sampai nama Ubaidillah disebutkan oleh Habib Ali al-Sakran (w.895 H) sebagai anak Ahmad bin Isa. Yaitu, dalam kitabnya al-Burqat al-Musyiqoh (kemudian disebut al-Burqoh).

Dalam kitab itu, Habib ali al-Sakran menyebutkan sebuah kosidah (terdiri dari bait-bait syair) tentang nasab Ubaid bin Ahmad bin Isa sampai ke Nabi Muhammad SAW. Kosidah itu ditulis oleh Syekh Jamaluddin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Gosyir al-Hadrami, ulama yang semasa dengan Habib Ali al-Sakran. Dalam kosidah itu ia memuji kakak (atau adik) dari Habib Ali al-Sakran yang bernama Habib Abdullah bin Abu Bakar (al-Sakran).

Dipahami dari kitab al-Burqoh ini ;

  1. Untuk pertama kali, nama ABAIDILLAH (datuk para habaib) disebut sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW.
  2. Habib Ali al-Sakran lah orang yang pertama yang berkesimpulan bahwa UBAIDILLAH adalah ABDULLAH. Di mana, nama Abdullah ini disebut dalam kitab al-Suluk karya al-Jundi (w. 730 H). Padahal, Abdullah ini bukan orang yang sama dengan Ubaidillah dalam kitab alburqoh.

KH. Imaduddin telah membuktikan (kalau nama ABDULLOH dalam kitab as Suluk, itu bukan UBAIDILLAH dalam kitab al Burqoh al Musyiqoh) dalam artikel beliau yang berjudul “Rangginang dari Banten untuk Hanif Alatas”


Perlu penulis sampaikan bahwa :
UNTUK MENETAPKAN SUATU NASAB HARUSLAH ADA DALIL,
BEGITU JUGA UNTUK MEMBATALKANNYA DIPERLUKAN DALIL.

Itsbat nasab tidak dapat dihasilkan dengan HUSNUDZON.

Apabila ada nasab yang ditemukan (diketahui) PENETAPANNYA TANPA DALIL, maka TEMUAN tersebut dipastikan dapat menjadi DALIL UNTUK MEMBATALKAN NASAB yang terlanjur ditetapkan.

Dalam kasus NASAB PALSU BA ALWIY, telah ditemukan adanya penetapan/Itsbat nasab TANPA ADANYA DALIL oleh Habib Ali bin Abi Bakar asy Syakron dalam kitabnya al Burqoh al Musyiqoh (abad 9 H.). Itu artinya : Itsbat tersebut sama sekali tidak Shoheh.

Lalu di kemudian hari (sejak abad 9, 10, 11, 12, 13, 14 dan 15 H.) para pembaca mendengar adanya SYUHROH WAL ISTIFADLOH (selama 550 tahun syuhroh). Namun sayangnya Syuhroh tersebut tidak dapat dibenarkan, karena syuhroh yang dimaksud terbentuk dari Itsbat yang tidak Shoheh.

Jadi, syuhroh seberapa lamapun, pengakuan dari ulama’ sebanyak apapun (sekalipun sekaliber Muhaddits al Hafidz semua) dan husnudzon seyakin apapun, tapi PONDASI ITSBAT NASABNYA KELIRU dan TIDAK SHOHEH, maka menjadi runtuh seketika (Syuhrohnya). Itulah yang dialami oleh NASAB Ba Alwiy.


Kita kembali ke Ust. Wafi

Secara tidak sadar atau memang dia (yang didampingi Ust. Idrus Romli) tidak memahami situasi jalur nasab ba alwiy, Ust. Wafi menuntut DALIL PEMBATAL kepada lawan debat, padahal Dalil Pembatal tersebut tidak pantas ditanyakan, mengingat itsbatnya tidak benar.
Kalau itsbatnya saja sudah tidak benar, maka otomatis batal dengan sendirinya.

Sama halnya dengan sholat orang yang tidak berwudu’, tanpa datang hal yang membatalkan sholat sekalipun, sholatnya sudah tidak sah.

Ust. Wafi sudah membaca sendiri ibarotnya di atas.

CATATAN :

  1. Debat/diskusi ilmiyah tentang nasab ba alwiy perlu diselenggarakan kembali (semakin banyak diskusi, maka akan cepat menemukan kebenaran)
  2. Debat nasab semestinya di ikuti oleh Robithoh Alawiyah, karena merekalah yang TERTUDUH dan yang MEMPUNYAI KEPENTINGAN.
  3. Pihak Robithoh dengan sengaja menjadikan pengakuan nasab mereka sebagai tanggung jawab publik. Mereka yang selama ini merasa sebagai dzurriyah, kenapa perlu perlindungan dan pembelaan dari orang lain?!.
  4. Apa kiranya kesulitan yang Robithoh miliki?! Kalau memang pengakuan sebagai dzurriyah benar, tentu akan sangat mudah membuktikannya.
  5. Habaib seharusnya tidak takut menghadapi kiai Imad dan kami. Kebenaran itu Obsolut, sangat mudah dijelaskan. Tidak perlu memproduksi framing dan tidak perlu menghindari diskusi ilmiyah.
  6. Menghindarnya Robithoh Alawiyah dari diskusi dan adanya framing-framing pengalihan isu dari Objek UBAIDILLAH, menjadi satu bukti bahwa nasab Habaib ba alwiy memang tidak SHOHEH. Kita bisa menyebutnya BATAL PERMANEN
  7. Bagi siapapun (selain Habaib) tentu berhak memberikan pembelaan, tapi setelah terlaksananya diskusi bersama Robithoh. Para muhibbin bisa mengajukan banding setelah itu. Tapi, biarkan pihak Robithoh sendiri dulu yang bertanggung jawab. Jangan dibolak balik.

Salam Sehat Selalu

ShareTweetShare
Previous Post

Negara, Kelola Tambang dan NU

Next Post

Pesantren Di Grobogan Adakan Seminar Pemikiran Kiai Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib Ba’Alwi

Related Posts

GUS KIKIN MONCER, PROF NAZAR TERJEGAL GERAKAN PENGARUS-UTAMAAN SANAD LOKAL

17 Agustus 2026
36

Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

13 Agustus 2026
60

Tantangan Muktamar NU ke-35: Masukan dan Harapan Untuk Ketua PWNU dan PCNU

12 Agustus 2026
43

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

2 Agustus 2026
318

Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia

2 Agustus 2026
70

جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

1 Agustus 2026
339

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

20 Juli 2026
87

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

16 Juli 2026
170

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

16 Juli 2026
297

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

6 Juli 2026
193
Next Post

Pesantren Di Grobogan Adakan Seminar Pemikiran Kiai Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib Ba'Alwi

Paling Banyak Dilihat

Opini

GUS KIKIN MONCER, PROF NAZAR TERJEGAL GERAKAN PENGARUS-UTAMAAN SANAD LOKAL

by Admin
17 Agustus 2026
36

​Dinamika internal Nahdlatul Ulama (NU) menjelang Muktamar ke-35 memperlihatkan pergeseran peta kekuatan yang amat dinamis. Di balik layar, pertarungan tidak...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

GUS KIKIN MONCER, PROF NAZAR TERJEGAL GERAKAN PENGARUS-UTAMAAN SANAD LOKAL

Salah Satu Ulama Khos Banten, K.H. Junaidi bin Tsamar Meninggal Dunia

Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

Tantangan Muktamar NU ke-35: Masukan dan Harapan Untuk Ketua PWNU dan PCNU

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.7k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.1k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.6k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25