Kota Tangerang, Jumat (26/9) – Ratusan anggota Ansor-Banser mendatangi Mapolres Metro Tangerang Kota, sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moral bagi sahabat mereka, Ndan Rida, yang menjadi korban penganiayaan. Kedatangan mereka disampaikan sebagai silaturahim sekaligus menuntut kepastian hukum agar kasus tersebut cepat diproses secara adil dan transparan.

“Kehadiran kami hari ini bukan untuk demo, bukan pula untuk bikin rusuh. Ini silaturahim, sekaligus memastikan sahabat kami, Ndan Rida, mendapat keadilan,” ujar pimpinan PC GP Ansor Kota Tangerang.
Mereka menegaskan, kedatangan itu baru 1% dari keseluruhan anggota Banser di Tangerang. Tujuan utama adalah menanyakan perkembangan laporan kepada kepolisian. Dalam pertemuan dengan Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Dr. Muhammad Jauhari, rombongan Ansor-Banser mendapat respon positif. Kapolres menyampaikan langsung bahwa perkara ini menjadi prioritas dan ia sendiri yang memimpin penanganan kasus.
“Kami ingin pastikan proses hukum berjalan sesuai aturan, tanpa tebang pilih. Siapapun pelakunya harus dihukum seadil-adilnya,” tegas pimpinan Ansor-Banser.
Dalam kesempatan itu, disampaikan pula bahwa kondisi Komandan Rida kini berangsur pulih meski masih mengalami luka di bagian wajah, kepala, hidung, dan mata. Atas doa para guru, kiai, dan dukungan keluarga besar NU, kesehatan korban disebut semakin membaik hingga mampu menceritakan kronologi kejadian.
Banser Kota Tangerang menegaskan, mereka selalu diajarkan menjaga kondusivitas, bukan menciptakan kerusuhan. Sebagai bukti, usai audiensi mereka melanjutkan ibadah salat Jumat di Masjid Mapolresta. Bahkan, dengan rendah hati menawarkan diri untuk menjadi imam dan khatib Jumat sebagai pengingat bahwa Ansor-Banser sejatinya adalah santri.
Meski sempat menyinggung nama Bahar Smith dan pengawal-pengawalnya yang disebut terlibat, Banser menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat. Mereka hanya menuntut keadilan ditegakkan dengan cepat, jelas, dan tanpa diskriminasi.
Menutup keterangannya, Ketua PC GP Ansor Kota Tangerang mengimbau seluruh kader untuk bersabar, menahan diri, serta menjaga kondusivitas wilayah. “Kami percaya kepolisian mampu menuntaskan perkara ini dengan adil dan transparan. Harapan kami sederhana: proses hukum harus segera berjalan, demi tegaknya keadilan,” tegasnya.