• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Fase Akhir Bung Karno dan Kedekatannya dengan Ulama NU (1960–1967)

by Admin
29 Desember 2025
in Opini
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Hamdan Suhaemi

Surat kabar di era 1960-an memberitakan kegiatan Bung Karno sebagai Presiden Republik Indonesia pasca Dekrit 5 Juli 1959. Pemberitaan itu hampir selalu disertai ulama NU, apalagi dalam kegiatan keagamaan. Intensitas kegiatan bersama para kiai NU sering menjadi headline surat kabar pada masa itu.

Surat kabar nasional Harian Indonesia Raya, meskipun sempat diberedel sebelum dekade 1960-an, pernah memuat liputan tentang hubungan NU–Soekarno. Suluh Indonesia, salah satu surat kabar yang terkait dengan Partai Nasional Indonesia (PNI), juga sering meliput kegiatan presiden dan kebijakan pemerintah, termasuk soal hubungan negara dan organisasi NU.

Dalam jurnal UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bertema The Development of Indonesian Press Freedom in the Period of Old Order (1950–1965) yang ditulis oleh Andi Sebastian, Ardi Tri Yuwono, Pieter-Jan Clumpers, dan Mustafa Basara, tema jurnal tersebut mendeskripsikan pemberitaan surat-surat kabar pada era 1960–1965—era yang dikenal dengan Demokrasi Terpimpin dan politik NASAKOM.

Baca Juga

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

Surat kabar harian Duta Masjarakat edisi 29 Agustus 1960, dengan tajuk “Pekan Maulid Nabi Besar Muhammad S.A.W.” memberitakan peringatan Maulid yang digelar secara besar-besaran di Ibu Kota Jakarta. Di antara kegiatan yang dihelat adalah: 1 September 1960 diadakan Malam Qira’atul Qur’an yang berlokasi di Masjid Matraman; 2 September 1960 digelar Malam Deklamasi Sajak di Menteng Raya 58, di mana para peserta akan membacakan sajak-sajak keagamaan dan puisi yang bertemakan Maulid Nabi; serta 3 September 1960 diadakan parade sepeda berhias.

Pada edisi 5 September 1960, Duta Masjarakat juga memberitakan kegiatan Puncak Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Lapangan Istana Merdeka pada tanggal 4 September 1960. Satu hal penting yang dikemukakan Presiden Sukarno dalam pidatonya adalah kesadaran dirinya yang merasa tidak punya ukuran yang cukup untuk menilai kebesaran Nabi Muhammad S.A.W. Dengan pikirannya, hatinya, dan buku-buku yang dibacanya tentang Nabi Muhammad, Presiden Sukarno merasa ukurannya “tak gaduk” (tak sampai). Begitu yang diberitakan Duta Masjarakat dalam tajuk “Presiden Sukarno: Nabi Muhammad adalah tjontoh jang tidak bisa salah.”

Surat kabar lainnya juga memberitakan kegiatan Bung Karno saat menyampaikan pidato di depan para peserta muktamar, 28 Desember 1962. Dalam pidato itu, Bung Karno menyinggung peran penting NU dalam upaya perjuangan merebut Irian Barat dari Belanda. Ia juga menyampaikan apresiasi atas saran yang telah diberikan Kiai Wahab yang dikenal dengan “Diplomasi Cancut Tali Wondo”.

Inilah isi pidato Bung Karno di pembukaan Muktamar NU di Solo:
“…Saudara-saudara sesudah bersenda gurau demikian saya insya Allah hendak memberi amanat pada Mu’tamar Nahdlatul Ulama. Sekarang hari Jumat, sehingga amanat saya itu tidak dan tidak boleh melewati jam 12… Saya sangat cinta sekali kepada NU. Saya sangat gelisah jika ada orang yang mengatakan bahwa dia tidak cinta kepada NU. Meski harus merayap, saya akan tetap datang ke muktamar ini, agar orang idak meragukan kecintaan saya kepada NU.”

Fase dekade 1960–1967 adalah fase kedekatan Bung Karno dengan NU, terutama ta’dhim-nya kepada para kiai NU, antara lain kepada Mama KH. TB. Muhammad Falaq Pagentongan, Mbah KH. Wahab Chasbullah Tambak Beras, Mbah KH. Mahrus Ali Lirboyo, Mbah KH. R. As’ad Syamsul Arifin, Mbah KH. Bisri Syansuri, Prof. KH. Endad Musadad Garut, dan Buya KH. Abdulloh Syafi’i (ulama NU Betawi). Tentu masih banyak ulama NU lainnya yang dianggap Bung Karno sebagai guru sekaligus penasihat agamanya.

Untuk mengatasi krisis keabsahan sikap beragamanya Bung Karno, para ulama NU yang dipelopori oleh KH. Wahab Chasbullah memberikan solusi keagamaan dengan menetapkan Bung Karno sebagai Waliyul Amri ad-Dharuri bi as-Syaukah. Gelar ini mengesahkan kekuasaan Bung Karno secara agama dalam kondisi darurat, sehingga semua kebijakan dan urusan keagamaan di bawah pemerintahannya menjadi sah bagi umat Islam Indonesia.

Gelar tersebut disahkan dalam Muktamar NU Tahun 1954 di Surabaya, dan menurut Presiden ke-5 Republik Indonesia, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputeri, gelar tersebut tidak pernah dicabut oleh NU hingga sekarang (Sumber: kompas.com, 2018).

Serang, 28 Desember 2025

ShareTweetShare
Previous Post

MUHAMMAD ABUBAKAR BADZIB BONGKAR KEDUSTAAN ZEN BIN SUMET DAN RUMAIL ABBAS TENTANG IBNU HAJAR

Next Post

Fakta Mengejutkan: 58,26% Persen Guru Agama Islam SD Belum Fasih Baca Al-Qur’an

Related Posts

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

2 Agustus 2026
116

Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia

2 Agustus 2026
29

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

20 Juli 2026
60

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

16 Juli 2026
131

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

16 Juli 2026
245

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

6 Juli 2026
170

Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara

29 Juni 2026
129

Penjabaran Psikologis: Festival Su’ul Khotimah Klan Habib Baalwi dan Muhibbinnya

24 Juni 2026
119

Membaca Lima Arus Kepentingan Eksternal dalam Muktamar NU 2026

24 Juni 2026
131

Metode Eliminasi dan Epistemologi Nasab: Pengantar dan Apresiasi atas Gagasan Dr. Sugeng Sugiharto

18 Juni 2026
143
Next Post

Fakta Mengejutkan: 58,26% Persen Guru Agama Islam SD Belum Fasih Baca Al-Qur'an

Paling Banyak Dilihat

Opini

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

by Admin
2 Agustus 2026
116

Diskursus nasab batalnya nasab Ba’alwi (habaib) di Indonesia yang dimotori ulama Banten K.H. Imaduddin Utsman al-Bantani (Kiai Imad), telah membawa...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia

جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

Telah Terbit Buku Kiai Imad 1000 Halaman Lebih: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia

Tablig Akbar PWI-LS di Pemalang Dipadati Puluhan Ribu Jemaah, Rhoma Irama Serukan Pentingnya Meluruskan Sejarah

Pesantren Nahdlatul Ulum Sabet Seluruh Juara Kitab Kasyifatussaja pada MTQ ke-55 Kabupaten Serang 2026

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.6k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.1k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.5k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25