Serang — Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Banten menggelar kegiatan digitalisasi pondok pesantren dan pemberdayaan ekonomi umat sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) tahun Masehi. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor PWNU Banten, Selasa (6/1/2026).
Acara ini diselenggarakan oleh RMI PWNU Banten bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan diikuti oleh 50 pondok pesantren dari perwakilan delapan kabupaten dan kota se-Provinsi Banten. Kegiatan ini menjadi upaya penguatan peran pesantren agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika ekonomi umat.

Ketua RMI PWNU Banten, KH Yury Alam, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pesantren harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan tradisi keilmuan yang telah mengakar kuat. Menurutnya, transformasi digital merupakan salah satu kunci agar pesantren tetap relevan dan berdaya saing di tengah perubahan global.
“Pesantren tidak boleh tertinggal. Digitalisasi adalah ikhtiar strategis agar pesantren tetap eksis dan mampu menjawab tantangan zaman, baik dalam bidang pendidikan maupun penguatan ekonomi umat,” kata KH Yury Alam.
Sementara itu, Vice President Islamic Ecosystem BSI, Imat Nimatullah, menyampaikan komitmen BSI dalam mendukung pengembangan ekosistem pesantren. Ia menjelaskan bahwa BSI telah menyiapkan berbagai sistem dan layanan digital yang dapat dimanfaatkan oleh pesantren sebagai bagian dari pelayanan perbankan syariah bagi para nasabah.
“BSI memfasilitasi pesantren agar dapat memanfaatkan sistem pesantren digital yang telah kami siapkan, sehingga dapat mendukung pengelolaan kelembagaan dan aktivitas ekonomi pesantren secara lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Imat Nimatullah.
Melalui kegiatan ini, RMI PWNU Banten berharap pesantren di Banten semakin siap menghadapi era digital serta mampu memperkuat kemandirian ekonomi umat, sejalan dengan semangat satu abad Nahdlatul Ulama dalam berkhidmat untuk agama, bangsa, dan negara. (KD)