Banten — Peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-100 tahun Masehi di Provinsi Banten diisi dengan kegiatan istighosah dan khotmul Qur’an yang digelar secara serentak di berbagai pondok pesantren, Senin, 5 Januari 2026. Salah satu pusat kegiatan berlangsung di Pondok Pesantren Nur El Falah.
Di pesantren tersebut, sekitar 2.000 santri mengikuti rangkaian doa dan khataman Al-Qur’an dengan penuh kekhusyukan. Kegiatan dipimpin langsung oleh Dr. KH. Ahmad Yury Alam, M.Ag., Pimpinan Pondok Pesantren Nur El Falah yang juga merupakan Ketua RMI PWNU Banten.

Istighosah dan khotmul Qur’an ini menjadi bagian dari ikhtiar batin pesantren dalam menyambut satu abad perjalanan NU. Doa-doa dipanjatkan untuk keselamatan umat, keberkahan bangsa Indonesia, serta agar NU senantiasa istiqamah dalam menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.
KH. Ahmad Yury Alam dalam arahannya menyampaikan bahwa peringatan satu abad NU bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen keilmuan, pengabdian, dan kemandirian pesantren. Ia menegaskan pentingnya peran santri sebagai penerus perjuangan ulama dalam menjaga agama dan negara.
Selain di Pondok Pesantren Nur El Falah, kegiatan serupa juga dilaksanakan di sejumlah pondok pesantren lainnya di berbagai kabupaten dan kota di Banten. Hal ini menunjukkan kuatnya solidaritas dan kebersamaan pesantren dalam menyambut Harlah NU ke-100.
Acara ditutup dengan doa bersama, dengan harapan agar NU di usia satu abad semakin kokoh dalam melayani umat dan pesantren terus menjadi pilar utama dalam mencetak generasi berakhlak, berilmu, dan berdaya guna bagi masyarakat. (KD)