• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Biografi

Biografi Abuya KH. Thohir Pelamunan Serang Banten

by Admin
3 Maret 2026
in Biografi
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

‎Biografi KH Entol Ahmad Asrori Ulama Muda di Balik Layar Muktamar NU Menes 1938

Biografi Singkat Abah KH. Amin Syarbini, Ulama NU dari Tangerang Selatan

KH. Tb. Hamdi Ma’ani Rusjdi Mata Hati Nahdlatul Ulama dari Menes

Mbah Moen Mengitsbat Sunan Kudus Bukan Ba Alawi

Ayahanda KH. Suhaemi, Pencinta Ilmu Sharaf Sepanjang Hayat

KH. M. Thohir lahir di Kampung Bale Batu, Taktakan, Serang Banten sekitar tahun 1898. Adalah putra dari pasangan Abuya Sayyidi bin Abuya Abdul Hayyi dan Nyai Hj. Khomsah atau Hj. Hafshah asal Sukalila, Kelapa Dua, Kota Serang Banten.
‎
‎Guru-guru KH. M. Thohir:
‎
1. Abuya Sayyidi (ayahnya) bin Abuya Abdul hayyi, Balebatu Desa Lialang Kecamatan Taktakan Kota Serang, Banten.
‎2. Syekh Mahfudz at Tarmasi (ketika Di Mekkah),
‎3. Hadrotusyaikh Hasyim Asy’ari (Ketika Di Mekkah),
‎4. Syaikh Husain Carita Labuan Pandeglang Banten,
‎5. Abuya Agung Syaikh Asnawi Caringin Labuan Pandeglang Banten,
‎7. Abuya Abdul Halim Kadupeusing Pandeglang Banten,
‎8. Syaikh Jaliman Sentul Kragilan Serang Banten,
‎9. KH. Abbas Buntet Cirebon.
‎10. Syaikh TB. Ma’mun Lontar Serang Banten. Kepada ulama yang disebut terakhir ini Beliau bertalaqqi Al-qur’an.
‎
‎Sebelum mendirikan Pondok Pesantren beliau meneruskan pesantren ayahnya Di Kampung Balebatu, Desa: lialang Kecamatan Taktakan Kota Serang, Banten. Selanjutnya pindah ke Pelamunan Serang Banten.
‎
‎Sebagian ulama Banten zaman dulu berkata: “Belum sah jadi kiyai kalau belum mengaji kepada KH. M. Thohir Pelamunan” ini bukti pengakuan para ulama atas keilmuan KH. M. Thohir. Hingga pada zaman itu banyak sekali orang yang berbondong menitipkan anaknya kepada beliau.
‎
‎Beliau dikaruniai suara yang merdu dan enak didengar, sampai-sampai masyarakat banyak yang ikut shalat berjamaah di pesantrennya. Shalat subuh di hari jum’at beliau selalu membaca surat As-sajadah dan surat Al-insan.
‎
‎KH. M. Thohir menikah dengan Siti Wasi’ah asal Pengoreng, Pulo Ampel, Kabupaten Serang Banten dan dikaruniai 4 orang anak:
‎
‎1. KH. Juwaini, (wafat syahid di Lampung saat Agresi Militer Belanda II),
‎2. KH M. Zaini, (ayahanda KH. Ulfi yang wafat pada 2006).
‎3. Siti Maryam (menikah dengan KH. Amin bin Umar Gunung Sari Serang Banten)
‎4. KH. M. Lujaini (wafat pada 2008) perintis Pondok Pesantren Madarijul Ulum Pelamunan Serang Banten. Cabangnya menyebar hingga ke Lampung.
‎
‎KH. M. Thohir menikah lagi dengan Nyai Anjar Ketengahan dan dikaruniai tiga putri dan satu putra:
‎
‎1. Nyai Hj. Nadrah (menikah dengan Abuya KH. Tb. Hasyuri, pendiri Pesantren At-Thahiriyah Kaloran, Kota Serang Banten),
2. Nyai Hj. Fiddhoh (menikah dengan Abuya KH. Muhammad Ro`suddin),
‎3. Nyai Hj. Jannah (menikah dengan KH. Nawawi Cikarang Jawa Barat. Satu-satunya keturunan KH. M. Thohir yang masih hidup dan tinggal di Cikarang),
‎4. Prof. KH. Yumni Thohir, (pernah menjadi a’wan dan mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), seorang penceramah ulung dan politisi.
‎
‎KH. M. Thohir menikah lagi dengan Nyai Halimah, namun tidak memiliki keturunan.‎
‎Dan istri yang terakhir bernama Nyai Shofiah juga idak memiliki keturunan.‎
‎KH. M. Thohir (Abuya Pelamunan) wafat pada 25 Ramadhan dan bertepatan di tahun 1961.

Oleh: Hamdan Suhaemi
‎
‎
‎
‎

ShareTweetShare
Previous Post

Menuju Muktamar NU 2026: “PBNU Terbebas Doktrin Ba’alwi”

Next Post

Ansor Kota Tangerang Kirim Surat Resmi ke Kapolres, Tegaskan Penolakan RJ dan Desak Penahanan Tersangka Kasus Ridha

Related Posts

‎Biografi KH Entol Ahmad Asrori Ulama Muda di Balik Layar Muktamar NU Menes 1938

30 Juli 2025
245

Biografi Singkat Abah KH. Amin Syarbini, Ulama NU dari Tangerang Selatan

25 Juli 2025
1.2k

KH. Tb. Hamdi Ma’ani Rusjdi Mata Hati Nahdlatul Ulama dari Menes

7 Juni 2024
322

Mbah Moen Mengitsbat Sunan Kudus Bukan Ba Alawi

6 November 2023
3.1k

Ayahanda KH. Suhaemi, Pencinta Ilmu Sharaf Sepanjang Hayat

25 Juni 2023
1k

KH. TB. Hamdi Ma’ani, Mata Hati Nahdlatul Ulama dari Menes

19 Juni 2023
781

Riwayat Hidup KH Abdul Kabir Petir Ulama NU Yang Legendaris

17 Juni 2023
1.2k

Terbangunnya Kesadaran Pribumi Dengan Ilmu dan Akhlak

14 Mei 2023
435

Riwayat Hidup Nyai Ratu Salhah, Ibunya Sang Ulama Besar

13 Mei 2022
1k

Riwayat Liem Kiam Ong, Dalang Ruwat Dari Cikande

6 Desember 2021
159
Next Post

Ansor Kota Tangerang Kirim Surat Resmi ke Kapolres, Tegaskan Penolakan RJ dan Desak Penahanan Tersangka Kasus Ridha

Paling Banyak Dilihat

KH Imaduddin al Bantani

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

by Admin
25 April 2026
33

Pada tanggal 21 April 2026, Riziq Syihab membuat sebuah video yang menjelaskan silsilah keluarganya dengan judul “Pemaparan Silsilah Keluarga Datuk...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
70.8k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.9k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.3k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25