• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Cakrawala

Ulama Pesanan

Tiba-tiba namanya tercoreng dan tak berharga lagi setelah ia menerima rayuan sejumlah materi dari penguasa Fir’aun

by Prof. Dr. H. Fauzul Iman, M.A
7 Mei 2021
in Cakrawala
2 min read
0

Prof. Dr. H. Fauzul Iman, M.A

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Tuhan Pasca Ramadhan

Menteri Penjilat

Tuhan Bukan Orang Indonesia

Di zaman kekuasaan Fir’aun yang tirani terdapat seorang tokoh yang bernama Bal’am Ba’ura. Ia seorang ulama yang berwawasan luas dan mendalam pada bidang ilmu agama. Pernyataan-pernyataan yang dikemukakannya memukau  banyak orang. Tidak sedikit orang berdatangan kepadanya meminta fatwa dan petunjuk. Pada mulanya ia dikenal lurus dan jujur.

Tiba-tiba namanya tercoreng dan tak berharga lagi setelah ia menerima rayuan sejumlah materi dari penguasa Fir’aun. Sang penguasa saat itu membayar Bal’am Ba’ura supaya dengan doanya dapat memusnahkan Nabi Musa dan pengikutnya, yang bermaksud mengganti kekuasaannya dengan pemerintahan yang adil.

Doa Bal’am Ba’ura, memang, senantiasa mengena sasaran (maqbul). Tapi kali ini doa yang merupakan profesinya itu tidak lagi mempan. Nama dan perilakunya menjadi hancur bersama kekuasaan Fir’aun oleh kekuatan perlawanan Musa.

Kisah diatas mengingatkan betapa di zaman reformasi ini bermunculan para tokoh –pejabat, politisi, ekonom, mahasiswa, hingga mantan pejabat. Mereka bersuara bagai katak di musim hujan dengan menggelar pikiran dan pandangan. Bahkan di antara tokoh itu pun sempat memberikan kritik pada penguasa. Ada kalanya kritik yang diberikan bersifat membangun, ada pula yang bernada mengancam.

Di satu sisi, kritik atau pandangan para tokoh itu sangat bermanfaat, karena dapat menyambut era keterbukaan dan dengan demikian kekuasaan dapat dikontrol. Namun, ironisnya di antara mereka justru saling mencerca dan mengklaim pendapatnya paling diterima oleh rakyat. Bahkan, tokoh yang dulunya bersembunyi di ketiak kekuasaan, kini tampil dengan suara lantang menghentak kekuasaan dengan Bahasa-bahasa “sok pahlawan”. Lebih bahaya lagi adalah tokoh yang di era reformasi berteriak keras menentang ketidakadilan, kini ia diam seribu Bahasa setelah yang bersangkutan menempati posisi penting. Sementara bahaya yang amat tragis, dijumpai tokoh yang mendapat kesempatan posisi strategis pun kerap berwatak arogan karena merasa tersanjung dan dielu-elukan rakyat masal. Tak pelak lgi watak arogannya makin menjadi tak karuan dengan membuat kebijakan mega proyek demi menguntungkn komplotan konglemerat. Setelah kebijakan itu mendapat keritik tajam dan diketahui cacat hukum serta menggerus kaum lemah. Ia pun mencak-mencak menyerang para pengeritiknya dengan bahasa angkuh dan kasar.

Siapakah diantara tokoh tadi yang misi perjuangannya diterima oleh masyarakat? Jawabannya terpulang pada seberapa jauh konsistensi  tokoh dalam menyuarakan keadilan. bila misi perjuangan mereka di permukaan demikian indah, tapi di belakang kenyataannya mereka bermain munafik dengan membuat kekacauan dan memeras rakyat, reputasi mereka pasti akan jatuh dan ditelan oleh ketidakpercayaan rakyatnya.

Inilah yang dimaksud denagn firman Allah: Dan bacakanlah pada mereka berita seorang (tokoh) yang telah kami berikan ayat-ayat kami, lalu ia membuangnya. Setan kemudian menjadikan ia pengikutnya dan jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat (QS. Al-A’raf [7]: 175).

Kejatuhan sang tokoh sebagaimana diisyaratkan al-Qur’an, di negeri kita menunjukkan gelagatnya. Tokoh yang pada mulanya dielu-elukan menjadi penengah umat, kini kehilangna pengikutnya karena sikapnya berubah eksklusif. Demi suatu materi atau posisi yan ditawarkan, ia lebih nyaman membela kekuasaan dan kelompoknya.

Oleh karena itu, dalam kondisi bangsa yang belum menentu hendaknya para tokoh selain bersikap konsisten dalam menyuarakan hati rakyat, karena sedikit saja tertimpa noda, mereka akan kehilangan ketokohannya. Kalua sudah demikian, kehadiran tokoh Bal’an Ba’ura seperti dikisahkan di atas akan menjadi kenyataan di bumi tercinta ini. Na’udzubillah.

ShareTweetShare
Previous Post

Hukum Memandang Foto Perempuan Telanjang

Next Post

Tiga Poin Penting Usulan RMI Dalam Raperda Pesantren Banten

Related Posts

Tuhan Pasca Ramadhan

13 Mei 2021
146

Menteri Penjilat

6 Mei 2021
185

Tuhan Bukan Orang Indonesia

5 Mei 2021
133
Next Post

Tiga Poin Penting Usulan RMI Dalam Raperda Pesantren Banten

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Opini

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

by Admin
1 Mei 2026
71

Tangerang, (30 April 2026) - Wilayah Kresek dan Tanara merupakan dua wilayah yang secara geografis berdekatan serta memiliki keterkaitan historis...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

The Beginning of Baalwisasi-Yamanisasi: Penyelewengan Definisi Habib dan Ahlul Bait

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
70.9k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.9k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.3k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25