• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Pesantren

Hibah Dan Litigasi Pesantren

Jikapun pemangku kebijakan ingin memberikan sedikit penghormatan kepada sang kyai atau guru ngaji Bukankah bisa dianggarkan dengan istilah insentif kyai dan guru ngaji yang distribusinya bisa langsung ke rekening kyai dibayarkan tiap bulan atau per-triwulan.

by Akhmad Basuni
25 Juni 2021
in Pesantren, Uncategorized
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Klan Ba’alawi Melamar Putri Kiai, Ditolak Keluarga Jauh Dengan Alasan Kafa’ah: Nikah Tetap Sah?

Pesantren Nahdlatul Ulum Banten menjawab Pesantren Al-Anwar Sarang Tentang Tes Y-DNA Terkait Batalnya Nasab Habaib Ba’alwi

Sosok Gus Aziz Jazuli, Alumni Tarim yang Berani Angkat Isu Nasab: “Ilmu Itu untuk Menguji Kebenaran”

Melawan Hegemoni Ba’alwi: Menuju Dekolonisasi Mental Pesantren

Isra Mi’raj di Pesantren Sidadung: Spirit Santri Putri Menjemput Cahaya dan Amanah Peradaban

Oleh: Akhmad Basuni, M.A.

Banten provinsi merupakan salah satu berkah dari reformasi, karena tokoh Banten berjuang menjadikan daerah otonom sebagai provinsi sudah cukup panjang melewati dua rezim pemerintahan; yaitu rezim orde lama dan orde baru. Sebagai daerah otonom yang lahir di era reformasi tentu ada sejuta harap dalam benak warga Banten, wabil khusus kalangan pesantren.

Jejak pesantren di Banten yang layak jadi cagar budaya, karena merupakan saksi perjalanan juang bangsa masih eksis ada, lengkap dengan tradisi uniknya. Pesantren di Banten merupakan ikon tersendiri, karena Banten merupakan gudang kyai, sementara pesantren sebagai wadah, sekaligus jejaring bagi kyai satu dan lainya. Ini yang dinamakan oleh Zamakhsari Dhofeir sebagai jejaring bagi komunitas pesantren.

Tak jarang dari satu pesantren ke pesantren lain terjalin ikatan baik malalui ikatan guru-murid (sanad keilmuan), disamping ikatan mertua atau menantu.

Ada juga keterkaitan visiting santri, antara satu pesantren dengan pesantren lain. Bentuknya bisa seperti “pasaran” biasanya dalam moment bulan suci, atau setelah idul futri. Ada juga dalam bentuk “berdiaspora” antar alumni pesantren satu ke pesantren lain dalam rangka menambah wawasan bidang keilmuan yang berbeda.

Karena tiap pesantren memiliki khas apesialisasi fan ilmu (disiplin keilmuan). Misalnya pesantren Caringin khusus spesialisasi fiqh Fathul Mu’in. Sementara pesantren Kadu Kawang Spesialisasinya  ilmu nahwu yang diulas dalam kitab alfiyah ibn Malik.

Perjalanan nyantri dari satu pesantren ke pesantren lain itu dinamakan “Santri Kelana” Istilah dalam hasil riset Dhofeir.

Dari itu Abuya Dimyati Cidahu orang tua dari Abuya Muhtadi Cidahu  Pandeglang pun sempat menjadi santri kelana mulai daerah tatar sunda hingga daerahnya “Bambang Pranowo”. Bahkan Syekh Nawawi al-Bantani di samping wilayah Nusantara beliau berkelana sampai negeri dimana Baitullah berada. Itu semua ditempuh dalam rangka mengkaji berbagai disiplin keilmuan. Sehingga menghasilkan santri unggul yang komprehensif dalam pemahaman keagamaan.

Kembali kepada pesantren sebagai program “primadona” Wahidin Halim. Ini sesungguhnya langkah awal yang patut diapresiasi. Karena bagaimapun pesantren memiliki andil besar terhadap pembentukan character building masyarakat Banten.

Terlebih Banten memiliki motto “iman, takwa dan berakhlakul karimah”. Harapan penulis program primadona pesantren itu tak melulu berupa “recehan”. Melainkan sifatnya  terkait langsung dengan peningkatan keadaban pesantren.

Sehingga pesantren mampu menerapkan fiqh thaharah tidak hanya dalam ibadah mahdah, melainkan diterapkan dengan pembiasaan perilaku hidup sehat misalnya. Dari itu wajar jika ada bantuan penyediaan sarana air bersih juga MCK-nya. Atau wakaf kitab kuning bagi santri, juga kyainya.

Jikapun pemangku kebijakan ingin memberikan sedikit penghormatan kepada sang kyai atau guru ngaji Bukankah bisa dianggarkan dengan istilah insentif kyai dan guru ngaji yang distribusinya bisa langsung ke rekening kyai dibayarkan tiap bulan atau per-triwulan.

Itu hanya sebatas catatan, karena warga pesantren se-Banten resah sekaligus gelisah karena dana hibah pesantren bermasalah.

Dana hibah pesantren kok bermasalah? tentu kedepannya pesantren tetap harus jadi prioritas, karena Banten tanpa pesantren akan tercerabut dari sejarah Banten itu sendiri.

Bahkan penulis berandai di era WH ini ada pusat kajian kitab ulama Banten. Sehingga kejayaan era Cicit Sultan Agung Banten terulang kembali, yaitu Banten menjadi pusat peradaban kitab kuning di Nusantara. Sama seperti jayanya nusantara ketika masa kerajaan Ho-Ling dan Salakanagara (terkait dengan Banten pra Islam)  kerajaan tertua di Nusantara . Kala itupun menjadi pusat peradaban literasi agama Hindu-Budha.

Tak heran sisa kejayaan Hindu -Budha Nusantara, kini masih bisa kita saksikan yaitu megahnya Borobudur. Ajaran Hindu nusantara merupakan khas Nusantara berbeda dengan Hindu di India. Di India seorang raja dari kasta ksatria, tetapi di Nusantara seorang raja sekaligus resi. Juga ada istilah Sabda pandita ratu.

ShareTweetShare
Previous Post

Haul Sulthan Maulana Hasanuddin

Next Post

Hijau, Oranye dan Merahnya Zona

Related Posts

Klan Ba’alawi Melamar Putri Kiai, Ditolak Keluarga Jauh Dengan Alasan Kafa’ah: Nikah Tetap Sah?

14 September 2026
159

Pesantren Nahdlatul Ulum Banten menjawab Pesantren Al-Anwar Sarang Tentang Tes Y-DNA Terkait Batalnya Nasab Habaib Ba’alwi

2 September 2026
481

Sosok Gus Aziz Jazuli, Alumni Tarim yang Berani Angkat Isu Nasab: “Ilmu Itu untuk Menguji Kebenaran”

9 April 2026
912

Melawan Hegemoni Ba’alwi: Menuju Dekolonisasi Mental Pesantren

25 Maret 2026
170

Isra Mi’raj di Pesantren Sidadung: Spirit Santri Putri Menjemput Cahaya dan Amanah Peradaban

19 Januari 2026
108

RMI PWNU Banten Siapkan Program Pemberdayaan Ekonomi Pesantren Sesuai Amanat Undang-Undang

15 Januari 2026
66

17 Perbedaan Ajaran Nahdlatul Ulama dan Ajaran Habaib: Kritik Kepada KH Ma’ruf Khozin Yang Menyatakan Kesamaan Ajaran NU & Baalawi

12 Januari 2026
686

RMI PWNU Banten Gelar Digitalisasi Pesantren dan Pemberdayaan Ekonomi Umat Sambut Harlah ke-100 NU

8 Januari 2026
126

Peringatan HSN 2025 di PP Nahdlatul Ulum Kresek Berlangsung Khidmat

22 Oktober 2025
241

Menengok Sejarah Pesantren di Nusantara

13 Oktober 2025
208
Next Post

Hijau, Oranye dan Merahnya Zona

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Opini

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

by Admin
26 Oktober 2026
16

Oleh: Ubaidillah Tamam Munji (Dosen UIN Walisongo Semarang dan Pengasuh Pesantren As Shuffah_Rembang) Dalam tulisan ini, saya ingin menjelaskan klaim...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Fakta Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.3k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25