• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Berita

Jejak HTI Di Jalan FSPP

Ali Mustofa mengatasnamakan diri sebagai Sekretaris FSPP, ikut dalam aksi tolak Perppu Nomor 2 tahun 2017 tentang Ormas yang akan menjadi dasar pembubaran HTI

by KH. Imaduddin Utsman, MA
12 Mei 2021
in Berita
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Forum Siltarahmi Pondok Pesantren (FSPP) awalnya bernama FSPPM singkatan dari Forum silaturahmi Pondok Pesantren Modern. Didirikan oleh para alumni Pesantren Modern Gontor yang terafiliasi ke dalam Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor.

Pada tahun 2002, FSPP berekspansi dengan mendeklarasikan diri sebagai forum pesantren yang terbuka, tidak hanya sebagai asosiasi pondok modern tetapi juga Pondok Pesantren Salafiyah (PPS). Dengan merekrut para tokoh pesantren salafiyah yang berasosiasi di Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), yaitu asosiasi pesantren Nahdlatul Ulama (NU), FSPP bergerak membangun sinergitas dengan berbagai elemen masyarakat.

Selain merekrut kalangan pesantren salafiyah, FSPP pula merekrut stakeholder dari kalangan luar pesantren untuk masuk dalam kepengurusan, baik dari akademisi, pejabat, pengusaha dan aktifis. Hal ini mungkin sebagai akselerasi usaha-usaha FSPP dalam menjalankan organisasi.

Dalam pergumulan berbagai elemen yang ada ditubuh FSPP ini, akhirnya merubah citra FSPP bukan lagi hanya sebagai sebuah forum pesantren, tetapi bermetamorfosa menjadi seperti laiknya Organisasi Masyarakat (Ormas) yang juga memberikan respon terhadap berbagai wacana dan peristiwa sosial-politik. Sayangnya berbagai wacana dan respon dari FSPP ini lebih mengarah diametral dengan filosofi dan ide dasar dari mayoritas pesantren yang di klaim sebagai anggotanya, yaitu pesantren salafiyah yang berfaham NU. Bahkan dalam berbagai macam wacana sosial-politik FSPP sangat diametral dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Hal yang demikian semakin nampak terang-benderang ketika Ali Mustofa dan Bukhari Arsyad, dua aktifis HTI, masuk dalam jajaran pengurus FSPP. Bahkan, Ali Mushtofa, pentolan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Banten itu, tahun 2014 menjadi Sekeretais FSPP. seorang Ali Mustofa, yang merupakan ketua lajnah fa’aliyyah (komite otoritas) HTI Banten, yang masuk kepengurusan FSPP mulai 2009 sebagai wakil sekretaris, dengan lihai mampu membawa warna lagu FSPP menjadi sesuai dengan irama doktrin HTI, khususnya dalam merespon berbagai isu-isu sosial-politik nasional.

Pada tahun 2016, FSPP membuat pernyataan yang berisi tentang seruan pemboikotan terhadap salah satu stasiun TV, Metrotv, dan mendesak pemerintah agar memeriksa dengan serius proporsionalitas dan profesionalisme pemberitaannya. Selain tentang pemboikotan salah satu stasiun tv, dalam pernyataan itu pula dituangkan penolakan terhadap Yayasan peduli pesantren (YPP) yang diketuai oleh Hari Tanoe; pemboikotan sari roti; kriminalisasi setiap aspirasi umat Islam; juga seruan agar belanja di warung muslim dan mengesampingkan warung non muslim. (Suaramuhammadiyah, 11/12/2016).

Baca Juga

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

RMI PWNU BANTEN DORONG SINERGI PEMBERDAYAAN PESANTREN, SAMBUT POSITIF RENCANA PERGUB BANTEN

Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

Pesantren Afiliasi NU di Bogor Disegel, KH Imaduddin: Gaya PKI Semacam Itu Harus ditindak Aparat

Pernyataan sikap FSPP diatas terjadi pasca aksi 212. Untuk kasus pemboikotan sari roti dikarenakan sari roti mengkonfirmasi bahwa roti yang dibagi di aksi 212 itu sebelumnya sudah dibeli oleh seseorang untuk dibagi ke peserta aksi, jadi bukan sari roti menggeratiskan dan mendukung aksi. Sementara untuk kasus Metrotv, stasiun tv itu dianggap tidak berimbang dalam pemberitaan aksi 212.

Pada tahun 2017, seperti diberitakan Media Umat (11/8/2017), Ali Mustofa mengatasnamakan diri sebagai Sekretaris FSPP, ikut dalam aksi tolak Perppu Nomor 2 tahun 2017 tentang Ormas yang akan menjadi dasar pembubaran HTI. Aksi yang mengatasnamakan Aliansi Ormas Islam Banten itu mengklaim diikuti oleh 45 Ormas. Dalam aksi itu, pendemo diterima anggota DPRD FPKS, Sanuji Pentamarta. Dalam kesempatan itu Bukhari Arsyad, pengurus FSPP, meminta semua pihak termasuk anggota dewan untuk menolak Perppu.

Sementara, Fathoni dari Forum Aswaja, mengatakan “Ulama ditangkap. Ormas Islam dibubarkan. Ini dzalim. Khianat. Takbir!,” Ali Musthofa, yang membawa nama FSPP, mengatakan “FSPP menilai Perppu tersebut lahir melanggar HAM serta membuka ruang otoriter. Karena itu Perppu itu harus dibatalkan.”

Dari kasus diatas, apakah benar FSPP secara organisatoris menolak Perppu pembubaran HTI? Apakah pernyataannya itu berdasarkan rapat Presidium pimpinan FSPP? Wallahu a’lam, yang jelas tidak ada bantahan dari Presidium FSPP.

Selain kasus tentang pembubaran HTI di atas, Ali Musthofa, kerap membawa nama FSPP dalam berbagai aksi protes dan demonstrasi bersama Forum Persatuan Umat Islam Banten (FPUIB). FPUIB adalah sebuah forum yang di bentuk sekitar pasca 212 yang menjadi wadah faham Islam minoritas non nahdliyyin. FPUIB diketuai oleh Enting Abdul Karim, Presidium FSPP dan penasihat FPI Kota Serang, (Suarabanten.id, 24 & 26/12/2020) Enting Abdul Karim namanya mencuat tahun lalu ketika seorang teroris bernama Novero mengaku mengenal JAD dari Pesantren Al Islam milik Enting. Menurut Novero ia pertama kali mengaji dan bertemu Abu Bakar Ba’asyir di Pesantren Al Islam tahun 2009 (Detiknews, 7/8/2020).

Pada April 2018, Ali Mustofa atasnama FSPP hadir bersama FPUIB dalam demo menuntut penegakan hukum terhadap Sukmawati. (Banten Expres, 7/4/2018).

Pada 16 juni 2020 beredar video ditengah masyarakat melalui media sosial yang berisi bahwa FSPP Kota Serang menolak dilakukannya rapid test terhadap santri dan kiai di Kota Serang. Menurut Enting Abdul karim, Presidium FSPP Kota Serang, bahwa penolakan itu sudah merupakan keputusan semua kiai. (Rmol Banten, 16/7/2020).

Pada 11 Oktober 2020 Enting Abdul Karim, dengan mengatasnamakan FSPP mendatangi anggota FPKS DPR RI, Jazuli Juwaini, untuk menolak UU Omnibuslaw. Enting Abdul Karim menyatakan pihaknya akan berusaha menggagalkan UU Omnibus Law yang sudah disahkan 5 oktober lalu. (fakta Banten, 11/10/2020)

Kemudian pada 19 nopember 2020, Enting Abdul karim menyatakan bahwa warga Banten sudah rindu kepada Muhammad Riziq Syihab (MRS). (Kabarbanten.com.,19/11/2020)

Dari hal-hal diatas kita bisa membaca bahwa memang pernah ada relasi baik langsung maupun tidak langsung antara FSPP, HTI dan gerakan non-moderat di Banten. Ini yang harus menjadi evaluasi bersama. Jangan sampai pesantren yang diklaim FSPP sebagai anggota itu sebenarnya tidak tahu-menahu namanya dicatut untuk kepentingan ideologi tertentu yang diametral secara fikrah dengan ajaran pesantren itu sendiri. Wallau a’lam.

K.H. Imaduddin Utsman (Ketua RMI PWNU Banten)

ShareTweetShare
Previous Post

Tiga Poin Penting Usulan RMI Dalam Raperda Pesantren Banten

Next Post

Tuhan Pasca Ramadhan

Related Posts

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
95

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

9 Oktober 2026
61

RMI PWNU BANTEN DORONG SINERGI PEMBERDAYAAN PESANTREN, SAMBUT POSITIF RENCANA PERGUB BANTEN

9 Oktober 2026
43

Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

8 Oktober 2026
83

Pesantren Afiliasi NU di Bogor Disegel, KH Imaduddin: Gaya PKI Semacam Itu Harus ditindak Aparat

3 Oktober 2026
198

Resmi, Ini Struktur Lengkap PBNU Masa Khidmah 2026–2031

1 Oktober 2026
153

BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

28 September 2026
125

Kitab Al-Syajarah Al-Thayyibah, Kitab Terbaru Karya K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani

24 September 2026
241

Kiai Hasan Sahal Gontor, Kiai Keturunan Sunan Gunung Jati Yang Sedang Viral: Kiai Palsu, Santri Palsu, Pesantren Palsu

21 September 2026
210

Pengajian Akbar MWCNU Kasemen: Teruskan Perjuangan Muassis NU, Ulama dan Umaro Bersinergi

17 September 2026
59
Next Post

Tuhan Pasca Ramadhan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Opini

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

by Admin
14 Oktober 2026
27

Oleh: Ubaidillah Tamam Munji (Dosen Filsafat Islam UIN Walisongo Semarang) Kejayaan keemasan Islam lahir dari keterbukaan berpikir dan keberanian intelektual....

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

RMI PWNU BANTEN DORONG SINERGI PEMBERDAYAAN PESANTREN, SAMBUT POSITIF RENCANA PERGUB BANTEN

Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.1k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.2k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25