• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Mendakwahi Diri Dan Dakwah Tauladan

Apakah cara keras masih disebut dakwah, ketika targetnya harus mengakui dan mengikuti dengan terpaksa. Ini mungkin dakwah didasari nafsu, terkesan keliru dan salah arah.

by Admin
21 November 2021
in Uncategorized
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Kyai Hamdan Suhaemi

Setiap yang mengajak ke jalan benar itu termasuk dakwah yang baik. Tapi tidak semua dakwah itu didasari baik jika sudah ada niatan sesuatu selain tujuan dakwah an sich. Jalan yang Tuhan ridlai, tentu adalah tujuannya. Terutama untuk kebenaran, kesalamatan, dan kebahagiaan manusia. Lalu apa cara keras masih disebut dakwah, ketika targetnya harus mengakui dan mengikuti dengan terpaksa. Ini mungkin dakwah didasari nafsu, terkesan keliru dan salah arah.

Pengertian dakwah menurut bahasa, dakwah berasal dari bahasa Arab yakni دعى- يدعو – دعوة (da’a – yad’u – da’watan). Kata dakwah tersebut merupakan ism masdar dari kata da’a yang dalam Ensiklopedia Islam diartikan sebagai ajakan kepada Islam.

Kata da’a dalam al-Quran, terulang sebanyak 5 kali, sedangkan kata yad’u terulang sebanyak 8 kali dan kata dakwah terulang sebanyak 4 kali. Kata da’a pertama kali dipakai dalam al-Quran dengan arti mengadu (meminta pertolongan kepada Allah) yang pernah dilakukan oleh kanjeng Nabi Nuh as. Lalu kata ini berarti memohon pertolongann kepada Tuhan yang pelakunya adalah manusia (dalam arti umum).

Baca Juga

Pangeran Diponegoro Putra Sultan Yang Dididik Para Ulama Menjadi Tokoh Bangsa

Menjawab Tuduhan Tasawuf Sesat

Adab Dalam Dzikir

PWNU Banten Siap Dukung Seluruh Program PBNU

Mengenal Syekh Yaqut Arsy

Sedangkan kata dakwah atau da’watan sendiri, pertama kali digunakan dalam al-Quran dengan arti seruan yang dilakukan oleh para Rasul Allah itu tidak berkenan kepada obyeknya. Namun kemudian kata itu berarti panggilan yang juga disertai bentuk fi’il (da’akum) dan kali ini panggilan akan terwujud karena Tuhan yang memanggil. Lalu kata itu berarti permohonan yang digunakan dalam bentuk doa kepada Tuhan dan Dia menjanjikan akan mengabulkannya (Muslihin : 2012).

Dakwah ke orang lain itu adalah biasa karena orang butuh atas penjelasan dari ajakan tersebut, tapi menjadi yang berbeda ketika kita hendak mendakwahi diri. Objeknya pribadi sendiri. Lantas bagaimana yang dimaksud mendakwahi diri, ini yang sering kita dengar istilahnya ibda’ bi nafsik, atau cara muhasabah. Menengok kehidupan orang lain tampak jelas, begitu berbeda menengok ke dalam diri. Yang ada tentu penyakit jiwa, penyakit hati. Ini kalau sudah ada kemampuan khulush (murni), dan takhallush (kosong dari niatan kepentingan), maka itu kemudian ikhlas. Dasar tengokan inilah yang kita harapkan menjadi suluh bagi para pendakwah dalam rutinnya berdakwah.

Medan dakwah, itu luas tapi mudah dijangkau meski daerah 3 T (tertinggal, terbelakang, dan terpencil). Sangat terjal, seperti rupa jalan yang dilalui. Tapi menjadi spirit kuat jika dasarnya ikhlas. Pendakwah yang benar adalah pendakwah yang sudah selesai dengan dirinya. Cara dakwah dengan cara ma’ruf, lembut, beradab, moderat jauh lebih mengena dibanding dakwah tanpa cara. Keras berdakwah itu dan berdakwah yang keras bukan tipikal bangsa, dalam keadaan itu mereka pasti menolak. Bahkan cenderung lebih ingin mendengar yang humor, dan candaan. Ini perlu diakui sebagai metode dakwah yang juga termasuk efektif.

Oleh karena itu, demi tercapainya keberhasilan dakwah, supaya pesan dakwah dapat diterima dan dipraktekkan oleh objek dakwah diperlukan seni, metode, dan pendekatan yang benar, pendekatan yang sangat bagus serta persuasif, yaitu dengan hikmah, mauidzah hasanah, dan diskusi atau dialog dengan cara yang lebih baik. Metode ini digali dari Al-Qur’an surat an-Nahl ayat 125.

KH Ahmad Shiddiq mengutip dari tafsir Al-Khazin menerangkan lebih detail tiga metode di atas. Mengajak dengan hikmah, artinya memberi keterangan yang mantap, kokoh, dan benar. Atau menggunakan dalil-dalil yang benar yang mengungkapkan kebenaran dan menghilangkan keragu-raguan.

Mauidzah hasanah artinya memberi petunjuk yang menggairahkan kepada kebenaran serta menunjukkan bahaya atau akibat perbuatan buruk, yang mengesankan rasa kasih sayangnya perawat bagi pasiennya. Metode dialog atau debat yang lebih baik artinya menggunakan pendekatan yang lemah lembut.

Syeikh Ali Mahfudh dalam kitabnya Hidayah al-Mursyidin, telah memberikan pandangannya bahwa berdakwah adalah ”mendorong (memotivasi) untuk berbuat baik, mengikuti petunjuk Allah, menyuruh orang mengerjakan kebaikan, melarang mengerjakan kejelekan, agar dia bahagia di dunia dan akhirat”.

Akhirnya, saya tutup pitutur tentang dakwah ini dengan mengajak agar terlebih dulu menengok ke diri terlebih dulu, sebelum dakwah untuk orang lain.

Qubika, 19-11-21

ShareTweetShare
Previous Post

Keteguhan Sikap NU Atas Negara, Agama dan Bangsa

Next Post

Menziarahi Kanjeng Sunan Giri, Meresapi Keindahan Batin

Related Posts

Pangeran Diponegoro Putra Sultan Yang Dididik Para Ulama Menjadi Tokoh Bangsa

19 Juli 2023
620

Menjawab Tuduhan Tasawuf Sesat

25 Mei 2023
441

Adab Dalam Dzikir

7 Juni 2022
213

PWNU Banten Siap Dukung Seluruh Program PBNU

12 April 2022
210

Mengenal Syekh Yaqut Arsy

25 Maret 2022
403

Istiqomah Dengan Madzhab Ahli Sunnah Wal Jama’ah

10 Januari 2022
127

Dalailu al-Ihtifali ‘Ala Maulidi Rasulillah SAW

12 Oktober 2021
124

RMI Cetak Santri Jago Digital Melalui Kompetisi 4.0

12 Juli 2021
80

Hibah Dan Litigasi Pesantren

25 Juni 2021
104
Next Post

Menziarahi Kanjeng Sunan Giri, Meresapi Keindahan Batin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Berita

Gemilang di MTQ Banten, Santri Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Borong Juara Pertama Cabang Lomba Kitab Kuning

by Admin
23 Juli 2026
13

​TANGERANG — Santri Pondok Pesantren Salafiyah Nahdlatul Ulum, Kresek, Kabupaten Tangerang, kembali menunjukkan keunggulannya dalam penguasaan literasi keislaman klasik di...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Gemilang di MTQ Banten, Santri Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Borong Juara Pertama Cabang Lomba Kitab Kuning

PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.5k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.1k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.5k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25