• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Berita

MUI Terima Aliansi Pecinta Ulama Nusantara, Bahas Soal Kesesatan Oknum Habib Melecehkan Seksual

by Admin
30 Juli 2024
in Berita
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA — Aliansi Pecinta Ulama Nusantara yang diwakili Tb. Mogi Nur Fadhil mendatangi Kantor MUI Pusat untuk menyampaikan adanya para oknum habaib yang melakukan perbuatan kesesatan dan menekankan agar dilakukan tindakan hukum. Juga melibatkan PWI-LS dan Barisan Ksatria Nusantara para pelapor yang mendatangi MUI ini menyebutkan perbuatan menyesatkan masyarakat seperti ini harus dihentikan.

Para ulama ini mengatakan bahwa Zeda Salim selaku saksi dari korban yang mendapati sikap pelecehan seksual oleh oknum-oknum habib.

“Ada kesesatan-kesesatan dari para habaib yang sudah lima di antaranya masuk kriteria sesat. Kami juga membawa para ulama dan juga saksi korban Mbak Salim,” jelas Tubagus, Senin 29 Juli 2024.

Selanjutnya Tb. Mogi menjelaskan para habaib ini juga menggunakan beberapa modus mencurahkan isi hatinya. Menurutnya, pelecehan seksual dimulai dari situ.

“Bahwasanya ada kesesatan oknum Habib yang sudah apa melecehkan seksual ini. Mengaku-ngaku membuah-buah sebagai cucu nabi. Untuk masalah korban ini untuk memudahkan kita memproses jalur hukum untuk kalangan balawi ini yang kita proses jalur hukum ada untuk Mbak Zeda,” beber Tubagus di halaman MUI, siang tadi.

Data yang disampaikan oleh Tubagus dikemukakan, kesesatan tersebut yang dimaksud tidak hanya pelecehan seksual tapi termasuk di dalamnya doktrinal, kultural, rasial hingga finansial dan memungkinkan fasisme.

Baca Juga

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

Achmad Ubaedillah dan Hassan Wirayuda Raih Penghargaan Putra Terbaik Kabupaten Tangerang dalam Hubungan Internasional

“Ini adalah kesesatan seksual ada lagi bahwasanya ada kesesatan-kesesatan habaib sampai dengan lima kriteria, sehingga ini tidak bisa didiamkan begitu saja,” ujarnya. “Karena kami melihat ada oknum habib di nusantara yang seenaknya saja, di luar kebiasaan. Itu sudah disikapi oleh petinggi MUI.”

Tidak dipungkiri, dilanjutkan olehnya, bahwa praktik-praktik seperti ini akan menyebabkan keresahan di masyarakat dan tentu merugikan orang yang tidak bersalah. Aliansi Pecinta Ulama pun turut mengecam jika praktek seperti ini terus terjadi di balik topeng habaib.

“Menyikapi ini sudah menjadi keresahan di masyarakat, nah termasuk Kiai dari Garut Kiai Amin juga menyampaikan tadi, masalah kasus yang merugikan jadi balawi ini tidak hanya seksual saja tapi doktrinal, kultural, rasial, finansial,” ujar Tubagus.

Sementara pihak MUI dalam rencana memberikan keterangan terkait hal ini, pihak Tubagus menjelaskan untuk para korban segera merapatkan bersama-sama menyelesaikan masalah ini.

“Kepada korban-korban yang belum berani untuk melaporkan gimana baiknya, saya dan para korban-korban Mari kita sama-sama bersuara,” pungkasnya. “Imam Ali menyatakan kezaliman akan tetap ada bukan hanya karena banyaknya orang zalim tapi karena diamnya orang-orang baik.” 

Lampiran Surat Petisi:

Surat Petisi Utk MUI.Unduh
ShareTweetShare
Previous Post

Membedah Awal Mula Polemik Nasab (Dibalik Safari PWI-LS Klaten Ke Jawa Timur)

Next Post

Klan Habib Baalwi, Dulu Antek Penjajah Belanda Kini Penjajah Bangsa Nusantara

Related Posts

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
25

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

24 Oktober 2026
34

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

23 Oktober 2026
58

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

22 Oktober 2026
106

Achmad Ubaedillah dan Hassan Wirayuda Raih Penghargaan Putra Terbaik Kabupaten Tangerang dalam Hubungan Internasional

19 Oktober 2026
82

Sejarah Hidup KH. Abdul Gani, Miliarder NU dari Banten

19 Oktober 2026
52

Lepas Jalan Sehat Sarungan Hari Santri Nasional 2026 di Pandeglang, Andra Soni Tegaskan Peran Strategis Santri bagi Banten

18 Oktober 2026
22

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
410

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

9 Oktober 2026
67

RMI PWNU BANTEN DORONG SINERGI PEMBERDAYAAN PESANTREN, SAMBUT POSITIF RENCANA PERGUB BANTEN

9 Oktober 2026
53
Next Post

Klan Habib Baalwi, Dulu Antek Penjajah Belanda Kini Penjajah Bangsa Nusantara

Paling Banyak Dilihat

Opini

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

by Admin
26 Oktober 2026
17

Oleh: Ubaidillah Tamam Munji (Dosen UIN Walisongo Semarang dan Pengasuh Pesantren As Shuffah_Rembang) Dalam tulisan ini, saya ingin menjelaskan klaim...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Fakta Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.3k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25